Wednesday, June 18, 2014

Berani Mendirikan Bisnis

Halim Palatte

Oleh: HM Halim Palatte
* Ketua P3M STIE Muhammadiyah Palopo


Profit oriented sebagai tujuan utama setiap perusahaan. Sedangkan tujuan manajemen keuangan adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan. Cara mempertahankan nilai perusahaan, yaitu meningkatkan asset jangka panjang, meminimalkan risiko dan ketidakpastian, meningkatkan nilai penghasilan, dan kesejahteraan pemegang saham (deviden).
Perusahaan yang memperoleh profit yang optimal akan berkembang pesat karena profit menambah modal, sehingga total asset meningkat. Jika asset bertambah, maka jumlah produksi juga bertambah dan menurunkan harga pokok produk per unit. Selanjutnya perusahaan dapat menguasai persaingan dan menambah market share (pangsa pasar).
Perencanaan profit merupakan proses penetapan tujuan dan mengembangkan metode analisis untuk mencapainya.
Tujuan perencanaan adalah untuk melakukan koordinasi dengan departemen anggaran yang datanya diperoleh dari: 1) Departemen penjualan.  2) Departemen produksi. 3) Departemen personalia. 4) Departemen keuangan. 5) Departemen penunjang dalam perusahaan.
Kerjasama antar departemen secara keseluruhan akan mencapai tujuan yang sama (laba). Proses perencanaan profit yaitu memperhitungkan faktor-faktor eksternal dan internal yang berpengaruh dalam proses perencanaan. Kemudian melihat kekuatan dan kelemahan perusahaan serta melihat adanya peluang dan ancaman yang dihadapi.
Cara menyusun anggaran, yaitu menggunakan data laporan keuangan sementara (pro forma) seperti neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan modal sebagai dasar penyusunan anggaran terpadu.
Terdapat tiga keputusan dalam mendirikan perusahaan. Pertama keputusan investasi, Kedua, keputusan pembiayaan, dan ketiga keputusan pembagian dividen kepada pemegang saham. Ketiga keputusan tersebut menjadi pedoman di dalam menyusun studi kelayakan bisnis.
Usulan Investasi sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan politik, kondisi sosial budaya masyarakat, peraturan dan kebijakan pemerintah, dan hasil analisis investasi yang menunjukan layak atau tidak layak. Jika usulan investasi layak secara ekonomis, maka pihak pemodal atau lembaga keuangan bersedia memberikan modal pinjaman sebagai investasi awal.
Sumber pembiayaan investasi berasal dari modal sendiri untuk modal jangka pendek (modal kerja) dan modal pinjaman untuk modal jangka panjang (modal investasi). Kebutuhan modal kerjadan modal investasi harus disusun dengan teliti agar jumlah modal tersebut tidak kurang dan tidak lebih dari jumlah yang dibutuhkan perusahaan. Jika terjadi kesalahan dalam menentukan jumlah modal yang dibutuhkan, maka berdampak langsung padala baru di perusahaan.
Cara memenuhi kebutuhan dana dalam bentuk modal kerja harus memperhitungkan keseimbangan antara “ratio likuiditas dan ratio rentabilitas”. Artinya, bahwa ratio likuiditas bertujuan untuk mempertahankan good will (nama baik) perusahaan dan ratio profitabilitas bertujuan untuk meningkatkan laba perusahaan. Jika ratio likuiditas di prioritaskan, maka perusahaan harus menyediakan modal kerja lebih banyak untuk menjamin pelunasan utang yang segera jatuh tempo.
Hal tersebut menyebabkan profit turun, karena modal operasional berkurang. Jika ratio rentabilitas diprioritaskan, maka perusahaan menambah modal operasional lebih banyak untuk meningkatkan profit. Hal tersebut menyebabkan pelunasan utang lancar tidak tepat waktu dan merusak nama baik perusahaan karena tidak menepati janji pelunasan kreditnya.
Kebutuhan modal kerja dapat dipenuhi melalui kredit jangka pendek atau kredit jangka panjang. Tujuan memilih kedua modal tersebut adalah untuk meminimalkan biaya bungadan mengoptimalkan profit. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut yaitu metode “Jangka Waktu Kritis” yang bertujuan untuk menganalisis jangka waktu penggunaan modal sebagai dasar keputusan apakah menggunakan modal jangka pendek atau modal jangka panjang?
Besar kecilnya kebutuhan modal kerja dipengaruhi oleh (1) Jenisproduk yang dibuat. (2) Jangka waktu siklus operasi. (3) Omzet penjualan tunai atau kredit (4) Kebijakan persediaan bahan dan produk (5) Kebijakan penjualan kredit (piutang) dan persyaratan pelunasannya.
Jika produk yang dihasilkan membutuhkan bahan baku yang terbatas jumlahnya, dan memiliki tingkat kesulitan produksinya, serta siklus pelunasan piutang yang lama, maka pasti membutuhkan modal kerja yang besar. Selain itu, kebijakan penjualan kredit dan kebijakan persediaan bahan baku dan produk jadi dalam jumlah besar, maka memperbesar kebutuhan modal kerja. Kebijakan pelunasan piutang yang cepat dapat dilakukan dengan cara memberikan discount kepada pelanggan agar pembayaran lebih awal dari waktu jatuh temponya.
Beberapa pakar dan pelaku bisinis dengan tegas mengatakan, bahwa mendirikan bisnis harus dimulai dengan percaya pada kemampuan diri dan optimis memperoleh profit dan jangan dimulai dengan memikirkan risiko. Jika seseorang merintis bisnis dan selalu mendahulukan pikirannya pada risiko, maka yakin dan percaya bahwa orang tersebut tidak pernah jadi pelaku bisnis sampai mati. Setiap kegiatan di dunia ini pasti ada risikonya. Jadi risiko itu tidak dipikirkan tetapi diminimalkan.
Jika anda ragu memulai berbisnis, maka disarankan untuk menggunkan tenaga konsultan yang mampu berpikir global dan bertindak lokal, artinya mampu melihat peluang pasar internasional (eksporimpor) disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi daerah.
Di daerah memiliki peluang bisnis yang sangat luas karena adanya dukungan pemerintah dengan menyediakan kredit program dan didukung pula daya beli masyarakat yang tinggi.
Jadilah pelaku bisnis yang sejati dengan tetap berpegang teguh pada kejujuran dan prinsip-prinsip bisnis serta percaya kepada semua rekan bisnis yang setia. Tekuni bisnis yang sudah dikuasai dan kembangkan bisnis yang saling bersinerji satu sama lain yang dibutuhkan pasar. (*)
read more...

Monday, June 16, 2014

Reformasi Birokrasi Diawali dari Niat Baik

M Taufiqurrahman

Oleh : Drs M Taufiqurrahman, MSi.
Pemerhati Masalah Pemerintahan, tinggal di Palopo


(Refleksi dari Dari Debat I Kandidat Presiden RI)

Dari debat Kandidat Presiden RI, 9 Juni 2014 malam, tidak lepas dari opini normatif, teoritis atau bahkan filosofis para kandidat ketika berbicara tentang demokrasi, pemerintahan bersih, hukum dan hak azasi manusia. Pada forum seperti ini, biasanya sulit mengharapkan argumentasi praktis/pragmatis, sehingga perspektif filosofislah yang cenderung mengemuka.
Jokowi yang mencoba perspektif pragmatis, hanya mengemukakan konsep terapan sebagai Walikota dan Gubernur, tentang e-Government dan blusukan yang dibahasakan sebagai mendengar dan melaksanakan suara rakyat, halnya dengan Jusuf Kalla bahwa  demokratisasi, penegakan hukum dan hak azasi manusia (HAM) harus diawali dengan keteladanan pemimpin.
Prabowo, mengangkat masalah akses dan asset warga negara terhadap sumber daya ekonomi yang harus dikelolah baik oleh negara, demi meningkatkan kesejahteraan rakyat, bahwa penegakan hukum dan kinerja aparatur negara harus diawali oleh peningkatan kesejahteraannya demi pelayanan untuk kesejahteraan rakyat banyak.
Mendengar dan melaksanakan suara rakyat, keteladanan para pemimpin, dan penguasaan dan pengelolaan negara atas kekayaan  negara, adalah artikulasi dari tujuan yang diusung  para kandidat Presiden RI, mestilah tujuan bersama mereka adalah mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat bersama yang lebih baik. Tujuan sedemikan itulah yang dapat dibahasakan, dilisankan, ditulis dan dipersaksikan kepada orang-orang.
Hal yang paling mendasar yang juga dapat diartikulasikan namun kebenarannya hanya para kandidatlah yang memahami dan mengetahuinya adalah “niat“. Niat sekalipun dilafadzkan, namun yang sebenarnya hati nuranilah yang menyatakannya.

Niat yang Baik
Innamal a’malu binniyat. Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung dari niat. Amal perbuatan meliputi balasan berupa pahala di akhirat kelak maupun hasil yang dinikmati di dunia. Niatlah yang melancarkan ucapan dan menguatkan perbuatan. Niat yang sebenarnya hanya diketahui oleh masing-masing pribadi namun tidak tersembunyi dari pengetahuan Allah SWT.
Niat yang baik dimurnikan oleh pemahaman dan keyakinan mendasar antara lain bahwa sesungguhnya shalat, ibadah, hidup dan mati  semata-mata hanya untuk Allah Rabb seluruh alam, dan bahwa sesungguhnya penciptaan jin dan manusia semata-mata hanya untuk mengabdi kepadaNya. Demikian pula bahwa kelahiran manusia di atas muka bumi ini telah diawali dengan perjanjian ketaatan manusia kepada Sang Khaliq.
Niat yang baik membuahkan sifat jujur, teguh dalam pendirian, ikhlas, sederhana. Sifat yang baik akan membuahkan sikap yang berani, tegas, bertanggung jawab, cerdas,  disiplin, peduli, toleransi, dan terbuka.
Sikap yang baik seperti inilah yang dapat melahirkan tujuan seperti mendengar dan melaksanakan suara rakyat, memimpin dengan memberi keteladanan, dan pengerahan kekuasaan negara untuk mengelolah kekayaan negara dengan baik demi kesejahteraan rakyat.
Niat, sifat, sikap dan tujuan ini pula yang seharusnya menjadi inti dari pembangunan demokrasi, pemerintahan yang bersih dan penegakan hukum sesuai tema Debat I Presiden RI, pada malam 9 Juni 2014 yang dipublikasi oleh sejumlah TV Nasional sehingga disaksikan oleh warga seantero negeri.

Keteladanan
Urgensi keteladanan adalah sebagai kewajiban moral dan sebuah pendekatan atau strategi. Pada pelajaran pengantar ilmu administrasi dan manajemen, dijelaskan bahwa administrasi terdiri dari unsur statis dan dinamis, unsur statis adalah organisasi sedangkan unsur dinamis adalah manajemen. Inti dari manajemen adalah kepemimpinan, inti dari kepemimpinan adalah pengambilan keputusan, inti dari pengambilan keputusan adalah keteladanan.
Dalam salah satu ayat Al Qur’an, dinyatakan bahwa sungguhnya pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik. Para nabi dan rasul lainnya pun, strategi pengajarannya antara lain adalah dengan banyak memberikan keteladanan.  
Dalam tradisi dan khasanah nilai budaya lokal Bugis maupun Luwu di Sulawesi Selatan pun mengajarkan tentang keteladan, seperti anjuran untuk memerintahkan atau melarang untuk melakukan sesuatu, namun yang memerintahkan telah terlebih dahulu melaksanakannya.
Pada filosofi dasar dunia pendidikan nasional dikenal ungkapan ingngarso sung tulodo, ing madio mangun karso, tut wuri handayani. Artinya di depan memberi teladan, di tengah menyemangati, dan di belakang memberi motivasi atau dorongan. Demikian pula peribahasa yang lazim dipahami yaitu “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari“.
Dalam konsepsi dan teori birokrasi, birokrasi dipahami sebagai organisasi besar dengan struktur yang tegas dan dengan pembagian tugas yang jelas. Sifat birokrasi cenderung kaku dan bekerja secara instruksional, dengan sifat ini, maka keteladan pemimpin dalam birokrasi akan memberi warna yang tegas pada birokrasi. 

SDM yang Baik
Agar  birokrasi sebagai organisasi besar yang mengatur banyak kepentingan berkerja baik dan maksimal, maka perlu diisi dengan sumber daya manusia (SDM). Dalam ilmu manajemen dikenal ungkapan “The gun behind the man, not the man behind the gun”.  Maka struktur birokrasi yang bersusun dan berlapis seyogyanya diisi dengan SDM yang baik. Selanjutnya persona dari SDM yang baik akan menjadi teladan yang baik pula di level manapun pada struktur di birokrasi.
Dalam pengantar ilmu hukum, sekiranya ada pilihan dalam penegakan hukum, antara pilihan sistem yang baik namun manusia buruk, atau sistem yang buruk tapi manusia yang baik, sebaiknya memilih pilihan kedua.

Sistem yang Baik dan Hasil yang Baik
Organisasi birokrasi yang besar dengan urusan yang banyak akan  bekerja maksimal  dengan SDM yang baik dilengkapi dengan sistem yang baik pula. Sistem yang baik akan melengkapi kekurangan pada SDM dan kesinambungannya. Sistem ini meliputi rekrutmen, penempatan dengan prinsip “The right man on the right job place” dan pemberian penghargaan dan sanksi (reward and punishment). Kombinasi antara SDM dan sistem yang baik inilah yang lebih menjamin keberhasilan reformasi birokrasi yang penyembuh penyakit kronisnya di Indonesia saat ini yaitu nepotisme, kolusi dan korupsi (NKK).
Manusia wajib berikhtiar, Allah SWT yang pada akhirnya menentukan segalalanya, namun janji-Nya. Keburukan dan kebaikan sebesar zarrah pun akan dibalasNya. Wallahu a'lam bissawab. (*)
read more...

Friday, June 13, 2014

Mengintip Kelihaian Sepesialis Curnik Tangakapan Kapolres; Berbekal 'Baca-baca', Sudah 3 Kali Kabur dari Sel

Sudarmin

Mengintip Kelihaian Sepesialis Curnik Tangakapan Kapolres
Berbekal 'Baca-baca', Sudah 3 Kali Kabur dari Sel

Pelaku tindak pidana kejahatan selalu akrab dengan baca-baca alias ilmu sihir, yang dipercaya mampu membantu dalam menjalankan aksi kejahatannya. Namun seperti apa kesaktian pelaku spesialis pencurian barang elekronik (curnik), Sudarmin, yang ditangkap langsung Kapolres Palopo? Berikut pengakuan pelaku.

Laporan: Rahmat Pratama

Bagi spesialis curnik ini, tak ada artinya kunci atau gembok bagi dia. Pelaku yang mengaku berasal dari Bone ini, mempunyai 'baca-baca' pembuka gembok dan ilmu menghilang. Berbekal itulah, dia sudah tiga kali berhasil kabur dari dalam sel tahanan polisi.
Satu kali di Bulukumba, di Masamba, dan di sel Polsek Wara Utara. Dia kabur tanpa diketahui polisi yang jaga saat itu. Namun sayangnya, dia tak mampu menghilang saat beraksi di rumah warga di Jalan Durian Kota Palopo. Sehingga dia dikejar Kapolres dan berhasil dibekuk. Saat ini dia mendapat penjagaan ekstra ketat dari polisi, karena ditakutkan kembali 'cili' dari sel tahanan Mapolres Palopo.
Sesaat setelah ditangkap, 'baca-baca' Sudarmin terbukti saat disuruh melepas borgol di tangannya. Saat diminta membuktikan ilmu gaibnya, dia hanya meniup tiga kali borgol yang dipakaikan, seketika itu borgol yang dikenakannya lepas.
Dari pengakuannya, dia melarikan diri dari sel saat ada polisi penjaga sel yang sudah tidak dia sukai kelakuannya. Saat polisi yang tak disuka itulah, dia melarikan diri. Dia sengaja agar polisi ini mendapat hukuman dari atasannya.
Dari hasil keterangan yang dihimpun Palopo Pos, Sudarmin melarikan diri ketika sudah larut malam. Saat para tahanan tengah tertidur pulas. Sehingga Sudarmin bisa melancarkan ilmu sihirnya tanpa diketahui orang lain, karena apabila ilmu sihir Sudarmin diketahui orang lain, maka ilmu sihirnya tidak akan jadi.
Begitupun jika ada orang yang sering iseng terhadapnya, dan dia tersinggung, dia akan kabur. Pelaku ini juga dikenal sebagai sosok pendiam dan tidak menyukai keramaian.
Untuk diketahui, Selasa 10 Juni 2014, sekira pukul 05:30 wita di Jalan Durian Kota Palopo, Sudarmin tertangkap Kapolres Palopo, AKBP M Guntur SIK, yang saat itu ingin kembali melancarkan aksi pencurian di sebuah rumah di Jalan Durian.
Karena merasa kaget ketika memasuki rumah tersebut, lantaran ilmu sihir yang digunakan Sudarmin memiliki pantangan. Rumah tersebut ada pantangan dari ilmu sihirnya. Diduga rumah tersebut telah dipasangi 'baca-baca' penjaga rumah, sehingga Sudarmin ketahuan saat ingin melancarkan aksinya. (*)
read more...

Saturday, June 07, 2014

Pentingnya Solidaritas Muslim

Oleh: Ibrahim Halim, S.Pd.I
* Dosen STIE Muhammadiyah Palopo

Segala puji bagi Allah subhanahu wata’ala, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad saw, keluarga dan sahabatnya dan para pengikutnya.
Dalam Hadis shahih, disebutkan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam (saw) bersabda, “Perumpamaan kaum mukminin dalam hal kecintaan, rahmat, dan perasaan di antara mereka adalah bagai satu jasad. Kalau salah satu bagian darinya merintih kesakitan, maka seluruh bagian jasad akan ikut merasakannya dengan tidak bisa tidur dan demam”.
Dalam hadis lainnya Rasulullah saw, bersabda, “muslim yang satu dengan muslim yang lainnya seperti sebuah bangunan, saling menguatkan satu dengan yang lainnya,” sabdanya sambil menjalinkan jari-jemari beliau.
Dalam hadis yang lainnya, Rasulullah saw, juga bersabda, “barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya muslim, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya”.
Hadis-hadis dan dalil-dalil lainnya dari Alqur’an dan Assunnah, menunjukkan pentingnya solidaritas sesama muslim. Hendaknya setiap muslim senantiasa berusaha memperhatikan dan peduli dengan keadaan muslim yang lainnya di manapun ia berada.
Hakekat dan inti dari solidaritas islami adalah tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, saling menjamin, saling berlemah lembut, saling menasehati dalam hal kebenaran, dan bersabar atasnya.
Sebagaimana kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk sosial, yang mana ia memerlukan yang lainnya dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Setiap individu manusia diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, sehingga diperlukan kerjasama untuk saling melengkapi.
Allah ta’ala berfirman,
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. (QS Al-Ma’idah: 2)
Dalam ayat tersebut, Allah memerintahkan hambaNya untuk selalu tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan serta memperingatkan dari kerjasama dalam perbuatan dosa dan pelanggaran.
Ayat ini bersifat umum, baik dalam perkara-perkara duniawi maupun akhirat. Tidak diragukan lagi hal ini, termasuk kewajiban seorang muslim yang paling penting, baik secara individu maupun kelompok. Dengan hal itulah kebaikan akan tercapai bagi kaum muslimin, agama menjadi tegak, problematika-problematika teratasi, dan barisan mereka menjadi kokoh untuk menghadapi musuh-musuh mereka. Dengan itulah tercapai kebaikan di dunia dan akhirat.
Termasuk wujud dari solidaritas islami adalah beramar ma’ruf nahi munkar, berdakwah ilallah, dan memberi petunjuk manusia pada sebab-sebab kebahagiaan di dunia dan akhirat. Termasuk di dalamnya juga, membimbing orang-orang yang terbatas pengetahuan agamanya, menolong orang-orang yang dizolimi, dan mencegah orang-orang yang zolim atas yang lainnya.
Kondisi umat Islam hari ini, menuntut kita untuk senantiasa bahu-membahu saling menolong sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Sebagian membantu dengan hartanya, sebagian dengan tenaganya, sebagian dengan ilmu dan pikiran yang ia miliki. Sekecil apapun kontribusi kita bagi kaum muslimin, Allah swt pasti membalasnya, Allah berfirman,
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya. (QS Saba’: 39)
Dalam ayat lain, Allah swt  juga berfirman, Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasannya) di sisi Allah, sebagai balasan yang paling baik dan paling besar pahalanya. (QS Al Muzammil: 20)
Termasuk solidaritas Islami adalah menjaga persatuan di antara kaum muslimin dan melakukan perbaikan di antara kaum muslimin yang berselisih. Allah berfirman,
Orang-orang beriman itu, sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu, dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS Al Hujurat: 10)
Dia ta’ala juga berfirman, bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu. dan ta’atlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang  yang beriman (QS al Anfal: 1)
Jelas bahwa kaum muslimin seluruhnya saudara satu dengan yang lainnya, meskipun berbeda-beda warna kulit dan bahasa mereka. Meskipun kampung dan Negara-negara mereka terpencar, Islam telah menyatukan mereka diatas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Allah berfirman, dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara. Dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. (QS Al Imran: 103)
Untuk itu, Islam melarang hal-hal yang dapat memicu perselisihan dan perpecahan diantara kaum muslimin, seperti saling mencurigai, saling memata-matai, saling bersu’udzan, dan lainnya.
Sungguh indah wasiat dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam,  “Jangan kalian saling hasad, jangan saling melakukan najasy, jangan kalian saling membenci, jangan kalian saling membelakangi, jangan sebagian kalian membeli barang yang telah dibeli orang lain, dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim bagi lainnya, karenanya jangan dia menzhaliminya, jangan menghinanya, jangan berdusta kepadanya, dan jangan merendahkannya. Ketakwaan itu di sini -beliau menunjuk ke dadanya dan beliau mengucapkannya tiga kali. Cukuplah seorang muslim dikatakan jelek akhlaknya jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim. Setiap muslim diharamkan mengganggu darah, harta, dan kehormatan muslim lainnya.”
Semoga Allah menjadikan kita dan kaum muslimin seluruhnya, sebagai orang-orang yang saling bersaudara, saling mencintai dan menyayangi, serta saling menasehati dalam kebaikan dan ketaqwaan.
Semoga Allah menjadikan kita dan kaum muslimin semuanya menjadi orang-orang yang berpegang teguh dengan KitabNya dan Sunnah nabiNya, karena hanya dengan hal itulah persatuan kaum muslimin diatas kebenaran akan tercapai. Dan akhirnya hanya kepada Allahlah kita menyerahkan seluruh urusan kita, Dialah yang Maha Mampu atas segala sesuatu.
Allah berfirman, walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Gagah lagi Maha Bijaksana. (QS Al-Anfal: 63).
Semoga bermanfaat, Sholawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulallah saw serta keluarga dan sahabatnya. (*)
read more...

Tuesday, September 17, 2013

Kunker Arjuna-Markus Nari ke Rampi (4-selesai); Masalah Hukum Diselesaikan Secara Adat

Rombongan Arjuna dan Markus Nari saat tiba di Bandara Rampi, Luwu Utara, Senin 9 September 2013.

Kunker Arjuna-Markus Nari ke Rampi (4-Selesai)
Masalah Hukum Diselesaikan Secara Adat 

Di Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara, semua masalah yang berbau hukum nyaris tidak lanjut ke kantor Polisi hingga ke Pengadilan Negeri. Itu karena setiap masalah yang berbau hukum dapat diselesaikan secara adat.

LAPORAN: Abd Rauf

Jika ada masalah warga setempat langsung melapor kepada ketua adat yang disebut Tokey Tongko. Tokey yang akan memutuskan masalah dan memberikan sanksi.
Tentu berbeda dengan masyarakat kota, setiap ada masalah, pengaduannya ke polisi atau jaksa. "Saya minta kepada ketua adat (Pak Tokey) agar mempertahankan adat dan kebiasaan kita di sini. Saya senang jika semua permasalahan yang ada di masyarakat bisa diselesaikan diselesai secara kekeluargaan. Di sini, hampir tidak ada permasalahan yang diselesaikan di pengadilan. Ini perlu dipertahankan," pinta Bupati Lutra, Arifin Junaidi (Arjuna), saat berkunjung ke Rampi Senin 9 September 2013 lalu.
Menurut pengakuan masyarakat di sana, seperti yang diutarakan Camat Rampi, Yan Imbo, jika ada masalah maka akan diselesaikan dengan musawarah secara kekeluargaan di rumah adat, yang disebut Tambi Ada'. "Dulu ada namanya Tambi Ada, sekarang sudah tidak ada. Tinggal miniatur yang dibangun di depan rumah para pemangku adat. Di rumah adat itulah, diselesaikan setiap masalah. Sekarang ini ada baruga desa yang dibangun sebagai tempat penyelesaian masalah," ujar Yan Imbo, camat putra asli Rampi.
Saat pesta pernikahan, menurut masyarakat setempat, di Desa Onodowa, jika ingin menikah, maka harus menunggu sampai beberapa pasang. Sebab pesta pernikahan digelar di baruga. Tidak boleh masyarakat pesta di rumah masing-masing. Harus digelar di baruga.
Pada kunjungan kerja Arjuna dan Markus Nari, masyarakat  mengukuhkan keduanya menjadi keluarga kehormatan Rampi. Arjuna dan Markus dihadiahi masing-masing satu ekor ayam jantang berwarna putih. Sebagai simbol putihnya hati masyarakat Rampi menerima kedatangannya.
Juga diberikan bakul, sebagai simbol lembah Rampi, tempat bermukim masyarakat. Beras sebagai simbol masyarakat secara umum. Telur tiga biji sebagai simbol pemerintah, adat, dan agama. Pengukuhan secara adat sebagai keluarga kehormatan Rampi itu dilakukan di Baruga Pohintuwo, Desa Onondowa, Rampi.
Kekeluargaan itu pun sangat terlihat setelah usai acara. Masyarakat dan pejabat serta pemangku adat menyatu melakukan goyang dero, atau ma'dero, di baruga sampai larut malam, yang diselimuti angin malam yang dingin, dinginnya menusuk hingga ke tulang.
Saat hendak pulang, Selasa 10 September 2013, pesawat yang dijadwalkan tiba ke bandara Rampi sekitar pukul 10.00 wita, malah sampai pukul 14.00 wita baru tiba.
"Jadwalnya memang tidak ada ke Rampi kalau hari Selasa. Sehingga pesawat harus terbang sesuai jadwal dulu sebelum ke sini," jelas petugas bandara.
Saat pulang, jika rombongan Arjuna dan Markus Nari ke Rampi harus menempuh 50 menit, kini saat pulang tidak sampai 20 menit sudah sampai ke Masamba. Itu karena cuaca yang berbeda saat terbang ke Rampi. Kini cuaca sudah cerah. (*)
read more...

Monday, September 16, 2013

Kunker Arjuna-Markus Nari ke Rampi (3); Lapisan Tanahnya Mengandung Emas

Nampak mesin pendulang emas yang dimiliki masyarakat Rampi. Mesin sederhana ini digunakan sebagai alat bantu pencarian emas.
Kunker Arjuna-Markus Nari ke Rampi (3)
Lapisan Tanahnya Mengandung Emas

Selain bercocok tanam, masyarakat Rampi meluangkan waktunya untuk pergi mendulang emas. Besar kemungkinan daerah terpencil ini memiliki banyak ketersediaan emas yann dapat menjadi basis penghasil emas di Luwu Utara.

Laporan: Abd Rauf

Emas itu terdapat di lapisan tanah di wilayah Rampi. Masyarakat melakukan pencarian dengan mempergunakan alat-alat yang sederhana dan apa adanya. "Sepertinya masyarakat tidak begitu sulit mendapatkan emas, hanya saja teknik dan cara pencarian masih sangat sederhana," kata Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi (Arjuna) ketika berada di wilayah tersebut pekan lalu.
Untuk mendapatkan emas pada kedalaman tertentu, otomatis tidak akan terjangkau dengan kondisi peralatan yang sangat sederhana, berbeda jika pencarian dilakukan dengan menggunakan teknologi akan lebih mudah.
Masyarakat berharap agar pemerintah daerah sebaiknya melakukan survey lokasi sebagai kegiatan awal yang diperlukan untuk mengetahui jumlah ketersediaan emas, posisi atau letak emas, dan kedalaman emas dari permukaan tanah di Rampi, karena siapa tahu wilayah Rampi merupakan daerah penghasil emas.
Menurut masyarakat Rampi, tanah di sekeliling kampung mengandung emas. Bukit yang menjulang juga banyak mengandung emas. "Masyarakat disini mendulang emas dengan memakai mesin dinamo. Satu karung tanah yang diambil dari bukit bisa menghasilkan 2 gram emas," kata sejumlah warga.
Rampi yang sangat terpencil mendapat julukan surga kecil dengan hamparan hutan masih perawan atau belum terjamah. Sangat cocok dengan para pecinta alam dan petualang sang pencari tantangan.
Masyarakat Rampi sangat senang dengan kedatangan rombongan Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi bersama Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Markus Nari.
Kampung ini, Markus Nari menyebutnya sebagai sorga kecil. Karena keramahan dan keindahan alamnya, membuat mata terpesona dan perasaan tenang.
Selain mendulang, masyarakat bercocok tanam kakao, dan kopi. Untuk padi, mereka menanam bukan untuk dijual, namun lebih pada konsumsi sehari-hari. Hasil dari kesuburan tanah Rampi, lebih banyak lari ke luar provinsi.
Kampung ini juga belum ada signal untuk komunikasi handphone, sehingga transformasi budaya masih kurang. Hanya ada televisi yang menggunakan antene parabola. Namun untungnya, masyarakat sudah menikmati listrik. "Yang kami sangat butuhkan di sini adalah akses jalan dan sarana alat komunikasi hanphone. Untuk itu, kami meminta kepada pemerintah untuk bisa mengusahakan agar kita di sini bisa menikmatinya juga," ujar Camat Rampi, Yan Imbo.
Mendengar permintaan warganya, bupati berjanji akan lebih memperhatikan kebutuhan masyarakatnya. "Mengenai sarana telekomunikasi HP, kami akan usahakan bisa sampai disini dengan menggandeng Telkomsel. Akses jalan, Insya Allah, pasti akan ada dialokasikan dana setiap tahunnya untuk perbaikan jalan, sedikit demi sedikit, karena kemampuan anggaran kita terbatas," ujarnya.
Sementara itu Markus Nari juga berjanji akan memperjuangkan di pusat untuk pengalokasikan APBN guna perbaikan jalan menuju Kecamatan Rampi. (*)
read more...

Sunday, September 15, 2013

Catatan Perjalanan Kunker Arjuna-Markus Nari ke Rampi (2); Baju Adat Kulit Beringin Dibarter Kerbau

KAIN TRADISIONAL. Tampak kain hasil kerajinan yang dibuat dari kulit pohon beringin. 


Catatan Perjalanan Kunker Arjuna-Markus Nari ke Rampi (2)
Baju Adat Kulit Beringin Dibarter Kerbau

MESKI wilayah terpencil, namun Kecamatan Rampi, Luwu Utara memiliki penduduk sekitar 3.000 jiwa, dengan wajib pilih hingga 2.000 orang. Sebagai masyarakat adat tentunya berbeda dengan wilayah lainnya.

Laporan: Abd Rauf

Ciri khas masyarakat adat Rampi, dimana baju yang terbuat dari kulit pohon beringin dihargai dengan seekor kerbau. "Untuk satu pasang biasanya dibarter dengan satu ekor kerbau, atau jika dirupiahkan sekitar Rp10 juta," kata masyarakat Rampi.
Baju ini memiliki motif dan ciri khas tersendiri. Untuk mendapatkan satu meter kain persegi, dibutuhkan waktu sekitar dua pekan untuk pembuatannya. Harga produksinya pun sekitar Rp250 ribu untuk satu meter itu.
"Bahan baku kulit pohon beringin biasanya kami ambil di hutan. Untuk sampai ke kampung, butuh tenaga dan biaya. Sehingga, biayanya sekitar Rp250 ribu," ujar salah satu pengrajin, Herlina Sinta, yang berusaha mempertahankan kerajinan pembuatan kain sejak ratusan tahun ini.
Jika kain itu sudah utuh menjadi sepasang baju dan celana, harganya sudah sampai sekitar Rp10 juta. Atau masyarakat di sana yang tidak punya uang, biasanya baju itu dibarter dengan satu ekor kerbau. Pembuatan baju itu pun membutuhkan waktu yang tak singkat, butuh waktu sekitar dua bulan.
Untuk membuat kain dari kulit pohon beringin itu, para pengrajin menggunakan bebatuan semacam keramik yang telah berumur ratusan tahun. Sudah ada alatnya sejak satu abad silam. Mulanya, kulit yang baru datang ditumbuk dan dimasak.
Menumbuk atau memukul-mukul pakai batu dibutuhkan kesabaran para pengrajinnya. Sudah ada beberapa macam batu yang digunakan. Batu yang irisannya agak kasar digunakan untuk kain yang masih kasar, sedangkan kain yang sudah lebih lembut, digunakan batu yang irisannya lebih halus. Begitu seterusnya, hingga kain itu menjadi halus sesuai selera.
Untuk membuat ukiran di kain yang telah jadi, digunakan getah kayu. Untuk pilihan warna, diambil dari getah kayu yang sesuai dengan warna yang diinginkan. Namun kebanyakan dari baju itu memiliki corak berwarna merah ketua-tuaan.
Di sana juga masih ada baju yang diklaim telah berumur ratusan tahun. Baju itu, menurut masyarakat setempat, dulu dipakai oleh permaisuri raja, atau istri Tokey Tongko (sebutan untuk ketua adat Rampi, red).
Namun sayangnya, kerajinan kain ini sudah mulai ditinggalkan masyarakat di sana. Hampir tidak ada lagi yang berminat mempertahankan warisan nenek moyangnya. "Di sini masyarakat tidak banyak yang mau mempertahankan kerajinan ini. Sehingga saya berusaha membuat kain ini untuk mempertahankan adat dan warisan nenek moyang kami di sini," ujar Herlina.
Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Markus Nari, yang melihat langsung kerajinan khas itu menyatakan tertarik. Untuk itu, Markus menawarkan untuk membawa ke Jekarta untuk dipamerkan nanti. "Ini sangat bagus. Perlu ditonjolkan nilai seninya yang khas. Ini perlu dipromosi agar pemerintah pusat dan masyarakat luas mengenal ini. Sebab ini termasuk khas dari Rampi. Mengenai persoalan ongkos pembuatan dan sampai ke Jakarta, nanti saya yang tanggung semua," ujarnya, saat meninjau langsung pembuatan kain khas tersebut. (*)
read more...

Saturday, September 14, 2013

Catatan Perjalanan Kunker Arjuna-Markus Nari di Rampi (1); Adatnya Masih Kental, Ongkos Ojek Rp1,5 Juta

DISAMBUT. Anggota DPR RI, Markus Nari dan Bupati Luwu Utara, Arifin Junaidi saat berkumpul dengan tokoh masyarakat Rampi yang masih kental dengan adat dan budayanya.

Catatan Perjalanan Kunker Arjuna-Markus Nari di Rampi (1)
Adatnya Masih Kental, Ongkos Ojek Rp1,5 Juta 

Menuju Kecamatan Rampi, Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Provinsi Sulsel, butuh waktu tiga hari dan dana yang tidak sedikit. Jarak antara Rampi-Masamba, ibu kota Lutra, sebenarnya hanya berjarak sekitar 80 kilo meter (km), namun karena akses jalannya yang buruk sehingga menelan waktu tiga hari untuk tiba di wilayah terpencil tersebut. Itu hanya bisa menggunakan kendaraan roda dua dan jasa ojek.

Laporan: Abd Rauf

Akses jalan darat sangat mengerikan, karena yang dilalui hanya setapak, jika tergelincir sedikit langsung masuk jurang. Belum lagi tanjakan yang begitu tajam membuat hati berdebar-debar.
Sepeda motor jika tidak ditarik dengan tali, maka tidak akan bisa melewati tanjakan.
Jika masyarakat Rampi hendak ke Masamba, harus berombongan dengan maksud bisa saling membantu di perjalanan, begitupun sebaliknya jika warga luar ingin ke Rampi juga berombongan.
Di sepanjang jalan, tersedia pondok-pondik kecil tempat istirahat jika malam tiba. Masyarakat sengaja membuatnya. Jika capek, maka istirahat untuk menikmati bekal yang memang sejak pergi telah dipersiapkan.
Jika menggunakan jasa ojek pulang pergi harus membayar Rp1,5 juta dengan jarak tempuh paling cepat satu hari penuh. Dan juga harus menyiapkan bekal makan di perjalanan.
Namun demikian, saat ini pemerintah daerah telah menyiapkan Bandara sebagai alternatif transportasi bagi masyarakat Rampi. Jarak tempu lewat udara, kalau cuaca bagus, hanya berkisar 20 menit dari Bandara Masamba. Tersedia pesawat Susi Air.
Seperti yang dilakukan Bupati Lutra, Drs H Arifin Junaidi MM, bersama Anggota DPR RI, Dr Ir Markus Nari MSi, ke Kecamatan Rampi, Lutra. Mereka  memilih lewat udara. Namun perjalanan lewat udara pada awal pekan ini, Senin 9 September lalu,  Masamba-Rampi sempat dilanda cuaca buruk.
Perjalanan yang seharusnya ditempuh dengan waktu 20 menit, terpaksa harus ditempuh 50 menit karena dilanda cuaca buruk. Jarak pandang hanya 5 km. Berangkat sekitar pukul 07.40 wita sampai sekitar 08.30 wita.
Hampir semua penumpang pesawat Susi Air sempat tegang, bahkan ada yang sudah pucat karena khawatir akan terjadi yang sesuatu yang membahayakan. Pesawat sempat memutar-mutar untuk mencari jalan untuk menghindari kabut tebal. Penerbangan yang dipimpin pilot Jose itu sempat terbang sampai wilayah Sulawesi Tengah. Dari udara terlihat wilayah Sulteng.
Namun akhirnya, pesawat itu mendarat dengan selamat di bandara. Ketegangan dalam perjalanan menuju Rampi ini seakan terbayar lunas setelah sampai di Rampi dengan sambutan hangat masyarakat.
Rombongan Bupati Lutra dan Anggota DPR RI disambut dengan tari tradisional. Ditambah dengan sambutan hangat masyarakat dan pelajar mulai SD, SMP, sampai SMA se kecamatan Rampi. Jejeran itu begitu panjang, mulai dari bandara sampai di halaman Mess Pekab Lutra yang akan diresmikan.
Arjuna, sapaan akrab Arifin Junaidi, bersama Markus Nari, datang ke Rampi untuk meresmikan Mess Pemkab Lutra di sana, juga dirangkaikan dengan peresmian rabat beton untuk tahun anggaran 2012 lalu sejauh 10 km.
Rampi masih memiliki adat yang terbilang kental. Hampir semua permasalahan diselesaikan secara adat. Nyaris tidak ada masalah yang sampai ke pengadilan. "Saya berharap, para tokoh adat dan agama bisa mempertahankan hal ini. Pak Tokey (sebutan untuk tokoh adat Rampi, red) harus mempertahankan kebiasaan ini. Persaudaraan di sini masih sangat luar biasa. Untuk itu, jangan biarkan karena suku, agama, dan kepentingan apa pun itu memecahkan persaudaraan masyarakat di sini," pesan Arjuna, saat memberikan sambutannya pada peresmian Mess Pemkab di Rampi. (*)
read more...

Sunday, September 01, 2013

Black Motor Community (BMC) Palopo; Ketat Rekrut Anggota dan Disiplin Berlalu Lintas

Tampak anggota BMC Palopo saat foto bersama. Juga saat berbagi dengan anak panti asuhan.

Black Motor Community (BMC) Palopo
Ketat Rekrut Anggota dan Disiplin Berlalu Lintas

KOMUNITAS motor yang satu ini tidak ingin merekrut sembarang orang menjadi anggota komunitasnya. Club motor ini terbilang ketat dalam perekrutan anggota. Salah satu yang tidak boleh sama sekali masuk dalam club ini adalah anak sekolah.

Laporan: Abd Rauf

Anak sekolah dalam komunitas ini tidak ingin direkrut menjadi anggota, karena komunitas ini tidak ingin anggotanya mengabaikan pendidikan, lantaran lebih mengepentingkan komunitasnya.
Sebab terkadang, anak sekolah yang sudah terlanjur cinta dengan komunitasnya, biasanya lebih memilih tidak masuk sekolah untuk mengikuti kegiatan komunitas. Inilah salah satu bentuk kepedulian pendidikan kepada anak bangsa. "Inilah salah satu alasan mengapa kami tidak ingin anak yang masih sekolah bergabung dalam komunitas kami," ujar Ketua BMC Palopo, Jheck, saat ditemui di kediamannya, Jumat 30 Agustus 2013.
Dikatakannya, selain karena ditakutkan sekolahnya terbengkalai, juga karena mereka terkadang belum cukup umur. "Kita hanya boleh menerima orang yang sudah cukup umur 18 tahun ke atas. Jadi anak-anak tidak boleh masuk dalam anggota kami. Sebab anak-anak tidak dibolehkan mengendarai motor sendiri," tandas Jheck.
Jheck juga mengungkapkan, anggota juga harus memiliki SIM dan STNK serta peralatan motornya harus lengkap. Seperti speedometer, spion, dan peralatan lain yang menjadi standar aturan berlalu lintas. "Kami tidak ingin anggota kami melanggar. Kami selalu tekankan tertib berlalu lintas," tandasnya. (*)

Aktif di Kegiatan Sosial
BMC bukan hanya sekedar melakukan touring semata. Namun mereka senantiasa melakukan aksi kegiatan sosial. Seperti berbagi dengan panti asuhan, bantu masyarakat yang terkena bencara.
Ketua BMC Palopo, Jheck, mengungkapkan, kegiatan sosial yang baru-baru ini dilakukannya adalah berbagi ta'jil atau jajanan buka puasa dengan anak panti asuhan Al-Annur Rampoang, Palopo. "Kita berusaha untuk melakukan kegiatan sosial di tengah kesibukan kami masing-masing. Salah satu yang kami lakukan pada bulan suci Ramadan yang lalu adalah berbagi dengan panti asuhan," ujarnya, Jumat kemarin.
Selain itu, kegiatan touring yang pernah dilakukannya baru sampai ke Sulawesi Tenggara. "Kalau saya pribadi hanya baru sampai pada Sulawesi Tenggara untuk touring bersama teman-teman BMC Sorowako," tandasnya. (*)
read more...

Sunday, August 25, 2013

Pappekang Community Luwu Raya; Perjuangkan Wisata Bahari

PAPPEKANG. Tampak anggota komunitas Pappekang sedang memperlihatkan ikan hasil tangkapannya.
 Pappekang Community Luwu Raya
Perjuangkan Wisata Bahari 

KOMUNITAS pemancing yang menamakan diri, Pappekang Community, punya cita-cita besar nan mulia. Mereka mengimpikan kesejahteraan masyarakat pesisir bisa terus meningkat.

Laporan: Abd Rauf

Salah satu yang menjadi konsep peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan adalah, dengan peningkatan wisata bahari, khususnya di Luwu Raya ini. Untuk itu, mereka komitmen memperjuangkan peningkatan wisata bahari.
Ketua Armada Induk Pappekang Community, Kaharuddin, mengungkapkan, salah satu target jangka panjang yang ingin dicapainya dalam komunitasnya adalah, ingin melihat wisata bahari di Luwu Raya ini bisa menjadi kunjungan wisata dari luar daerah.
"Kalau nanti ada objek wisata bahari yang bisa memikat orang luar masuk, maka dengan sendirinya masyarakat pesisir menikmati dampak ekonominya. Masyarakat bisa membuat perahu dan kemudian menyewakannya bagi mereka yang datang. Itu saya kira secara otomatis bisa mendorong kesejahteraan mereka," jelasnya, saat ditemui sekretariatnya, Jalan Pemuda Kota Palopo, Jumat 23 Agustus 2013.
Kahar punya konsep. Ia mengatakan sebaiknya ada satu wilayah yang memang dikelola secara profesional oleh pemerintah mengenai tempat pemancingan. Sehingga, jika itu dikelola dengan baik, maka orang luar akan datang dan otomatis bisa menambah pendapatan masyarakat pesisir.
"Kami telah beberapa kali melakukan pertemuan dengan anggota komunitas kami untuk membicarakan mengenai konsep ini. Kami juga telah menawarkan konsep ini kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Palopo. Kami berusaha memperjuangkan ini. Namun ini target jangka panjang kami," tandasnya, disaksikan Pembina Pappekang Community, Rustam. (*)


Mancing Jadi Ajang Silaturahim
BAGI komunitas yang baru dideklarasikan pada 1 Januari 2013 ini, aktifitas memancing menjadi ajang silaturahim bagi sesama anggota komunitas. Mereka senang tour ke laut untuk memancing. Bisa sepekan sekali, atau sebulan sekali.
Ketua Armada Induk Pappekang Community, Kaharuddin, mengungkapkan, Pappekang Community ini adalah semacam paguyuban yang memang sebagai ajang silaturahim, yang memang kebetulan punya kesenangan atau hobby yang sama, yakni memancing.
Kata 'pappekang' sendiri diambilnya dengan maksud sebagai bahasa lokal yang dicoba diangkatnya. Dan dipadukan kata 'community', sebagai bahasa international. "Kami hanya mencoba ingin mengangkat sedikit kearifan lokal dengan nama itu," ujar Kahar.
Dalam komunitas ini, terbagi dalam beberapa armada, atau dalam organisasi disebut cabang. Sampai saat ini, sudah sampai armada 6. Namun armada induk tetap mengkoordinir semuanya.
"Terbentuknya komunitas ini, sebenarnya berawal dari pertemuan beberapa orang yang punya satu hobby atau kesenangan, yakni memancing. Setelah beberapa kali bertemu, kami kemudian membentuk komunitas dan merumuskan beberapa target dan tujuan yang ingin kami capai. Terbentuknya ini sudah ada beberapa tahun. Namun, nanti pada tahun baru, 1 Januari 2013 lalu, kami secara resmi mendeklarasikan terbentuknya komunitas ini," terangnya. (*)
read more...