Sunday, February 17, 2013

Komunitas Utilities Riders Community Plus (URC+) Luwu Timur Komitmen; Sopan dan Taat Aturan Berkendara

Tampak para anggota URC+ Sorowako Luwu Timur.

* Komunitas Utilities Riders Community Plus (URC+) Luwu Timur
Komitmen Sopan dan Taat Aturan Berkendara

SOPAN dan taat aturan di jalan raya merupakan hal yang terkadang diabaikan pengendara. Namun, bagi komunitas motor yang satu ini, mereka sangat mengutamakan dan menjunjung tinggi budaya sopan serta taat aturan berkendara.

Laporan: Abd Rauf

Membudayakan sopan dan taat aturan, menjadi komitmen di komunitas anak-anak motor yang tergabung ke dalam komunitas yang menamakan dirinya Utilities Riders Community Plus (URC+) yang berada di Sorowako, Luwu Timur.

Ketua URC+ yang baru terpilih, Relly, mengatakan, seluruh anggota yang tergabung dalam komunitasnya itu, tidak ingin seperti komunitas motor yang kebanyakan. "Kami telah komitmen tidak ingin menganggu pengguna jalan saat kita di jalan raya. Kita harus menghormati mereka para pengguna jalan. Sebab untuk dihormati, kita harus terlebih dahulu menghormati orang lain," katanya, Jumat 15 Februari 2013 kemarin.

Dengan sopan dan taat aturan berkendara itu, kata dia, pihaknya berharap dapat menekan angka kecelakaan di jalan raya. "Kita punya semboyang, dengan berkendara yang taat aturan dan sopan, kecelakaan roda dua di jalan raya bisa berkurang," ujar Relly.

Wakil Ketua URC+, Joko Mulianto, menambahkan, komunitas ini merupakan salah satu bentuk penyaluran hobby, untuk mengisi waktu luang. "URC+ ini juga adalah salah satu komunitas pengendara bermotor yang telah eksis sejak 2010 silam. Dan sampai sekarang, telah beranggotakan 60 riders," katanya.

Joko berharap, seemoga URC+ ini bisa tetap eksis, serta dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat umum, daan sesama komunitas lainnya. "Juga turut serta dalam membantu program kerja jajaran kepolisian Luwu Timur. Dan URC+ juga selalu menerapkan dan memberikan contoh serta himbauan terhadap penguna kendaraan roda dua, dimulai dari kerabat, rekan kerja, dan sesama riders lainnya," ujarnya. (*)

Aktif Dikegiatan Sosial

Selain penyaluran hobby, komunitas yang menamakan diri Utilities Riders Community Plus (URC+) yang berlokasi di Sorowako, Luwu Timur itu, senantiasa aktif dalam kegiatan sosial kemasyaratakan. Seperti berkunjung ke panti asuhan, turut serta dalam membantu korban bencana, dan melakukan kegiatan mengenai safty driving.

Seperti yang diungkapkan Wakil Ketua URC+, Joko Mulianto. Dikatakannya, selain berkomitmen untuk sopan dan taat aturan dalam berkendara, juga telah banyak melalukan kegiatan sosial. Seperti safty driving, memberikan bantuan kepada korban bencana kebakaran, serta mengunjungi beberapa panti asuhan.

"Kami juga ingin memperlihatkan, kalau club motor juga peduli dan berjiwa sosial. Kami juga akan terus membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan kami," turturnya.

Baru-baru ini, kata dia, URC+ telah melakukan musyawarah besar (mubes). Itu dilakukan untuk mempertahankan eksitensinya, telah melaksanakan mubes kedua, dengan periode kepengurusan 2013-2015. "Dalam mubes tersebut, dilakukan pergantian kepengurusan sesuai yang tertera dalam Angaran Dasar & Angaran Rumah Tangga (AD/ART). Pada Mubes kedua ini, memilih Relly sebagai ketua dan Joko Mulianto sebagai wakil ketua," katanya. (*)

read more...

Sunday, February 10, 2013

Shio Ular Air, Tahun Hati-hati



* Peringatan Tahun Baru Imlek 2564

Berdasarkan penanggalan imlek, Sabtu 9 Februari 2013 masehi, tepatnya pukul 23.00 Wita malam nanti, akan terjadi pergantian tahun. Dari tahun 2563 menjadi 2564. Setiap tahun dikenal yang namanya shio. Tahun ini memiliki shio naga air, dan akan berganti tahun dengan shio ular air malam nanti. Seperti apa arti shio ular di kalangan umat Buddha atau kepercayaan China keturunan?

Laporan: Abd Rauf

Menurut Ketua Yayasan Budhi Bakti Palopo, Benny Wijaya, memaknai tahun yang sebentar lagi akan berganti ini sebagai tahun hati-hati. Umat manusia diharapkan memperbanyak ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebab tahun besok memilik shio ular air, atau yang dikenal tahun ular.

"Makna dari tahun ular ini adalah kita harus berhati-hati dalam bertindak dan bertingkah laku. Perbanyak ibadah dan mengingat kepada Tuhan," katanya, saat ditemui Palopo Pos, Jumat 8 Februari 2013.

Shio ular air tahun besok dan shio naga air tahun ini, menurut Benny, maknanya hampir sama. "Tahun lalu Jakarta banjir sebelum masuk pergantian tahun. Tahun ini juga Jakarta Banjir baru-baru ini menjelang pergantian tahun," katanya.

Tahun baru Imlek jatuh bertepatan dengan tanggal 10 Februari 2013 penanggalan masehi ini akan diperingati dengan cukup sederhana. Keluarga umat Budha dan keturunan Cina di Palopo ini, memperingati tahun baru imlek ini dengan ibadahan saja di Vihara.

"Kita tidak memperingati dengan meriah dan pertunjukan barongsai. Kita hanya ibadah menyambut tahun baru imlek. Dua pekan kemudian, hanya akan ada kegiatan donor darah," kata Benny.

Lalu bagaimana hubungannya antara bisnis dengan tahun ular ini? Persoalan bisnis, kata Benny, itu adalah persoalan rejeki dari setiap orang. "Saya juga kurang paham dengan hubungannya dengan bisnis. Tapi menurut saya, itu persoalan rejeki kita masing-masing," ujarnya.

Untuk diketahui, penanggalan Imlek ini pertama kali dimulai pada 2637 SM, pada masa pemerintahan Kaisar Oet Tee atau Huang Ti (2698 - 2598 SM). Imlek ini merupakan penanggalan yang berdasarkan perhitungan bulan (lunar) yang berasal dari dialek Hokkian Selatan. Sehingga dapat dikatakan tahun baru Imlek berarti tahun baru menurut penanggalan bulan.

Makna dari tahun baru Imlek ini juga dapat dilihat dari setiap ucapan selamat tahun baru seperti guo nian hao (selamat menjalani tahun baru), gon he xin xi (hormat bahagia menyambut tahun baru), gong xi fa cai (hormat bahagai berlimpah rezeki). (*/sms)

* Harian Pagi Palopo Pos, Edisi Sabtu 9 Februari 2013
visit: http://www.palopopos.co.id/?vi=detail&nid=60430

read more...

Komunitas Taekwondo SMANET Kota Palopo;Seni Bela Diri tuk Kemanusiaan

* Komunitas Taekwondo SMANET Kota Palopo
Seni Bela Diri tuk Kemanusiaan

Taekwondo merupakan olahraga bela diri asal Korea yang juga populer di Indonesia, yang juga menjadi olahraga nasional Korea. Olahraga ini termasuk seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia dan juga dipertandingkan di Olimpiade.

Seni bela diri yang menekankan tendangan ini diperuntukkan bukan untuk kejahatan. Tapi membela yang baik dan benar demi kemanusiaan. Seperti komunitas seni bela diri Taekwondo ranting SMA 3 (SMANET) Kota Palopo.

Komunitas bela diri ini telah memiliki sekitar 60 anggota yang aktif. Mereka setiap tiga hari dalam seminggu melakukan latihan di lahan kosong bagian belakang gedung SMANET, yang memang diperuntukkan untuk latihan. "Untuk anggota yang aktif, ada lebih dari 60 orang untuk ranting SMANET ini. Namun ini kami biasanya bergabung dengan ranting lainnya saat latihan," kata pelatih Taekwondo SMANET, Jimmy, Jumat 9 Februari 2013 kemarin.

Untuk sekedar diketahui, nama taekwondo ini berasal dari bahasa Korea, yakni tae, yang berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki". Kwon berarti "tinju", dan do, berarti "jalan" atau "seni". Jadi, taekwondo dapat diterjemahkan dengan bahasa bebas, yakni "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan".

Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat. (*)

Latihan Bersama

PALOPO--- Olahraga seni bela diri yang menekankan tendangan ini melakukan latihan secara rutin tiga kali dalam sepekan. Yakni Jumat, Minggu, dan Rabu. Latihan ini biasanya dilakukan bersama dengan beberapa komunitas taekwondo di beberapa ranting.
Seperti taekwondo STAIN Palopo, SMKN 3 Palopo, dan SMANET sendiri. Kebersamaan ini membuat mereka makin akrab antara satu dengan yang lainnya.

Pelatih Taekwondo SMANET dan SMAN 3 Palopo, Jimmy mengatakan, pihaknya secara rutin tiga kali dalam sepekan. "Namun khusus untuk hari Minggu, hanya sabuk kuning ke atas yang ikut. Sabuk putih belum diikutkan. Karena dikhususkan untuk latihan spooring," katanya, saat ditemui di tempat latihannya, Jumat 9 Februari 2013 kemarin.

Dikataknnya juga, untuk naik kelas atau ganti sabuk, anggotanya harus menjalani tes yang cukup berat. "Setiap tiga bulan, dilakukan ujian bagi peserta untuk ganti sabuk. Besok (hari ini, red) kami akan lakukan ujian ganti sabuk di gedung kesenian Kota Palopo," kata Jimmy.

Bela diri ini, kata dia, lebih menekankan tendangan. Namun tetap juga memperhatikan yang lainnya. Misalnya, dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan. Tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan.

"Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan. Tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling atau pergulatan," katanya. (*)
read more...

Sunday, January 27, 2013

Palopo Cycling Community (PCC), Bersepeda tuk Sehat

Sedang touring pada suatu kesempatan.
* Palopo Cycling Community (PCC)

Bersepeda tuk Sehat

Bersepeda, selain membantu mengurangi polusi udara dan pemanasan global, bersepeda juga sudah pasti membuat orang sehat jika dilakukan secara teratur. Bagi yang gemar bersepeda, ada baiknya bergabung ke komunitas yang memang hoby bersepeda saat ada waktu yang lowong. Di Kota Palopo, ada komunitas sepeda yang menamakan diri sebagai Palopo Cycling Community (PCC). Seperti apa mereka?

Laporan: Abd Rauf

PCC, merupakan perkumpulan orang yang gemar bersepeda. Anggotanya dari berbagai kalangan. Mulai dari pegawai swasta, PNS, pengusaha, dan masyarakat umum yang memang senang bersepeda.

Komunitas ini mengambil tanggal ulangtahunnya sesuai dengan hari lahirnya Kota Palopo, yakni 2 Juli. Komunitas ini lahir tahun 2011 silam. PCC ini juga berasal dari Kalindoro, kemudian berubah nama menjadi Palopo Cycling Community.

Tumakaka PCC, Salahuddin Abadi, menceritakan, komunitas yang satu ini pada mulanya dicetuskan sekitar enam orang. Kemudian makin bertambah, dan sampai sekarang sudah hampir ratusan anggota. "Pada mulanya, saat kami bersepeda, dan bertemu dengan orang yang bersepeda di jalan, kami langsung mengajak mereka bergabung ke dalam komunitas ini. Begitu yang kami lakukan, dan lama kemudian anggota makin bertambah," katanya, Jumat 25 Januari 2013.

Salahuddin mengatakan, komunitas ini hadir untuk menjadi wadah komunikasi dan berkumpulnya para pecinta sepeda. Selain memang untuk bersepeda untuk sehat, ada perasaan segar saat bersepeda. "Kalau kami bersepeda memang ada perasaan segar saat berkeliling naik sepeda. Apalagi kota ini, hanya butuh beberapa menit sampai ke pantai, dan menghitung menit sampai lagi ke gunung atau bukit. Kota seperti ini sangat jarang ditemui di daerah lain," katanya.

Komunitas yang diketuai AM Junaidi ini, juga mempunyai jadwal bersepeda dua kali dalam seminggu, Kamis sore dan Minggu pagi. "Kalau kamis sore, biasanya bersepeda hanya keliling kota saja. Tapi kalau Minggu pagi, biasanya kami tour sampai ke Toraja dan daerah lainnya. Sesuai kesepakatan teman-teman," ujar Salahuddin. (*)

Selalu Buat Program Sosial

Salah satu kelebihan dari Palopo Cycling Community (PCC), adalah sangat berjiwa sosial. Mereka bukan hanya mementingkan tour dan ngumpul semata. Namun senantiasa melakukan bakti sosial dan program lainnya yang berbau sosial dan pendidikan.

Salahuddin Abadi mengatakan, pihaknya juga sering menggelar kegiatan di beberapa daerah. Seperti baksos dan lomba-lomba yang melibatkan masyarakat umum. "Salah satunya berbagi dengan orang yang kurang mampu, dan kegiatan yang berbau pendidikan di beberapa daerah. Seperti nonton bareng film pendidikan dan beberapa lomba lainnya," ujarnya.

Selain itu, komunitas yang satu ini juga sudah tiga kali menggelar kegiatan yang berskala Sulsel. Seperti cross country pada 2011 dan 2012 lalu. "Selain itu juga, kami ingin menjadi komunitas yang bukan hanya berguna bagi sesama anggota saja. Namun juga tetap bisa berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palopo ini juga mengatakan, dirinya berharap, perkumpulan ini juga bisa bermanfaat bagi sesama manusia. Sehingga bukan hanya penyaluran hoby semata, namun juga bagaimana berbuat dan memberikan sumbangsih kepada sesama. (*)
read more...

Sunday, January 20, 2013

Komunitas Alumni '85 SMAN 1 Palopo; Siap Kawal Pilkada Damai

Tampak para Alumni 1885 SMAN 1 Palopo
* Komunitas Alumni '85 SMAN 1 Palopo
Siap Kawal Pilkada Damai

PALOPO---Alumni '85 SMAN 1 Kota Palopo telah menyatakan diri siap mengawal terwujudnya Pilkada damai di Kota Palopo ini. Hal itu terungkap saat pertemuan para alumni di kediaman pribadi H Nasaruddin, di BTN Merdeka B/4 Kota Palopo, Minggu 6 Januari 2013, beberapa waktu lalu.

Pengurus ikatan alumni '85 SMAN 1 Palopo, Gibion Lomo, mengatakan, demi berlangsungnya Pilkada damai, pihaknya siap mengawal berlangsungnya proses Pilkada ini. Mengingat, Pilgub Sulsel dan Pilwalkot Palopo sudah menghitung hari. Sehingga, sangat diperlukan komitmen semua pihak untuk secara bersama-sama mengawal proses Pilkada yang sedang berlangsung ini.

"Kami telah menyatakan komitmen itu untuk secara bersama-sama mewujudkan dan mengawal Pilkada ini. Dengan komitmen ini, kami berharap, agar seluruh proses Pilkada ini bisa berjalan dengan lancar dan aman," ujarnya, Jumat 18 Januari 2013.

Bung Gibb, sapaan akrab Gibion, mengatakan, alumni '85 juga telah komitmen netral di Pilkada kali ini. Mengingat kebanyakan dari mereka yang mencalonkan adalah alumni SMA 158. "Kami sebagai alumni, berharap, seluruh proses dalam Pilkada ini tidak ada penyimpangan-penyimpangan yang bisa berdampak pada pemicu konflik," tandasnya.

Dikatakannya, dirinya juga akan mengajak semua tim untuk tidak berbuat hal-hal yang dapat menyinggung kandidat lain. "Kami hanya berharap, agar semua komitmen menjaga agar kondisi Palopo ini tetap kondusif. Karena bagaimana pun juga, jika ada chaos, maka akan berdampak pada semua lini kehidupan," tutur Bung Gibb. (*)

Perbanyak Silaturahmi

Komunitas perkumpulan alumni ini juga senantiasa menjaga persaudaraan antar sesama alumni. Mereka senantiasa memperbanyak saling mengunjungi ke rumah masing-masing saat ada waktu luang. Meski mereka sudah banyak berkiprah di berbagai instansi, dan mereka sibuk dengan berbagai macam urusan, mereka tetap menyempatkan diri berkumpul untuk mempererat tali persaudaraan.

Seperti yang diungkapkan Gibion Lomo, kalau komunitas ini selalu meluangkan waktu di waktu senggan untuk berkumpul berbagi cerita antar sesama alumni. Baik itu bernostalgia masa SMA, maupun menceritakan pengalaman-pengalaman pribadi masing-masing. "Kami selalu solid dan suka berbagi cerita dan pengalaman dan pengetahuan dengan cara diskusi dan cerita-cerita lepas," katanya, Jumat 18 Januari 2013.

Dikatakannya, memperbanyak silaturahmi sangat diperlukan dalam menjaga agar hubungan tidak terputus, dan persaudaraan tetap awet. Selain itu, silaturahmi juga membuka peluang dan wawasan dalam berfikir. "Kita juga sering saling membantu jika ada saudara kita yang membutuhkan," ujar Bung Gibb, sapaan akrab Gibion.

Bung Gibb juga mengatakan, alumni '85 ini juga bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi daerah, dan masyarakat banyak. "Kami ingin memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan daerah ini. Untuk itu, setiap alumni pasti berusaha untuk memberikan kado yang terbaik kepada kota ini," ujarnya. (*)

read more...

Sunday, December 30, 2012

PKBGT; Dorong Kaum Bapa Rajin Beribadat

* Komunitas Persatuan Kaum Bapa Gereja Toraja (PKBGT) 
Dorong Kaum Bapa Rajin Beribadat

Kaum laki-laki sering tidak rajin melakukan ibadah. Untuk itulah, Persatuan Kaum Bapa Gereja Toraja (PKBGT) ini hadir. Komunitas ini hadir untuk menjadi daya pikat tersendiri dalam beribadat, untuk datang ke gereja. Lalu seperti apa komunitas ini?

Laporan: Abd Rauf

Komunitas PKBGT Jemaat Imanuel Klasis Palopo ini lahir pada 28 Desember 2005 silam. Komunitas ini dilatar belakangi kurangnya kaum laki-laki ikut dalam setiap ibadat di gereja. Sehingga, sebagian dari kaum bapa berinisiatif untuk membentuk persatuan bapa. Itu dimaksudkan agar kaum laki-laki aktif ikut dalam setiap ibadat.

Hal itu dikatakan Ketua PKBGT Jemaat Imanuel Klasis Palopo, Pdt Alex Sambenga SH MH. Dikatakannya, PKBGT ini lahir ratusan tahun setelah Persatuan Kaum Wanita Gereja Toraja (PKWGT). Itu dikarenakan dulunya, kaum bapa dipercaya hanya sebagai jemaat utama. Sehingga tidak usah membentuk persatuan.

"Namun karena belakangan, kaum bapa malas ikut ibadat. Biasanya dengan banyak alasan, karena sibuk, capek dari pulang kerja, atau karena alasan lainnya. Sehingga, kaum bapa hanya menyuruh istri adan anaknya ke gereja. Mereka hanya tinggal tidur atau pergi ke tempat lain," katanya, Jumat 28 Desember 2012.

Alex menambahkan, dari kondisi seperti itulah, maka PKBGT ini dibentuk. Dimaksudkan agar mendorong kaum bapa ikut beribadat. "Sehingga, setelah terbentuknya komunitas ini, kaum bapa yang ikut beribadat, semakin banyak," katanya.

Dia menambahkan, pada mulanya kaum yang aktif pada paduan suara, kemudian mereka membentuk komunitas ini. "Hari ini kami memperingati HUT PKBGT yang ke-7. Semoga ini dapat bermanfaat," katanya. (*)

Aktif Paduan Suara

Persatuan Kaum Bapa Gereja Toraja (PKBGT) Jemaat Imanuel Klasis Palopo ini bukan hanya sekedar komunitas. Komunitas ini juga aktif ikut dalam paduan suara pada setiap kegiatan keagamaan. Seperti syukuran, Natal, dan berbagai acara kerohanian.

Ketua PKBGT Jemaat Imanuel Klasis Palopo, Pdt Alex Sambenga SH MH, mengatakan, komunitas ini sangat aktif dalam kegiatan keagamaan. Terkhusus paduan suara. "Kami selalu aktif paduan suara saat ada ibadatan," katanya.

Selain itu, kata dia, komunitas ini juga sering melakukan kegiatan sosial. Seperti berdah rumah, donor darah, dan Porseni. "Porseni ini dimaksudkan agar bisa menampung bakat para anggota nantinya dalam soal olahraga," ujar Alex.

Alex menambahkan, ke depannya, pihaknya berencana untuk terus meningkatkan kegiatan sosial ini. Sebab hal ini menjadi penting untuk berbuat demi umat. "Kami berharap, kehadiran komunitas ini juga, dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat umum," ujarnya. (*)
read more...

Sunday, December 23, 2012

RMB Modeling Community;Wadah Para Model Berkarakter dan Berbudaya

Para model Palopo yang tergabung dalam RMB Modeling Community
* RMB Modeling Community
Wadah Para Model Berkarakter dan Berbudaya

Terkadang ada banyak anak yang mempunyai bakat menjadi model, namun mereka tidak mempunyai wadah untuk mengekspresikan bakat-bakat tersebut. Sehingga, bakat itu membeku dan tak berguna lagi. Untuk itulah, RMB Modeling Community ini hadir untuk menampung dan membina generasi muda yang memiliki bakat dan minat di dunia modeling. Lalu seperti apa komunitas model yang satu ini?

Laporan: Abd Rauf

RMB Modeling Community ini didirikan pada 21 April 2011 lalu di Palopo. Dengan maksud, hadirnya komunitas ini untuk menampung dan menyalurkan bakat-bakat anak di dunia modeling.

Ketua Umum RMB Modeling Community, Sharma Hadeyang SE MSi, mengatakan, komunitas ini telah berkomitmen menjadi media dan wadah penyaluran bakat-bakat anak muda yang memiliki ketertarikan di dunia modeling. "Komunitas ini mempunyai visi menjadi media dan wadah para model berkarakter dan berbudaya," katanya, Jumat 21 Desember 2012 kemarin.

Sebagai bukti, sampai saat ini, komunitas model ini telah banyak melahirkan model yang berhasil merebut juara pada perlombaan model. Dan mereka terus aktif berlatih untuk membentuk karakter para anggota. Dengan satu tujuan, agar mereka mampu tampil layaknya model profesional.

Komunitas ini mempunyai dewan pembina semuanya orang-orang yang berpengaruh di kota ini. Seperti Wakil Wali Kota Palopo Ir H Rahmat Masri Bandaso MSi, dr Selis Friza SpKK, dan Hj Nurlinda Sabani SE MM.

Sementara yang menjadi dewan pengurus komunitas ini adalah Sharma Hadeyang yang menjadi ketua, Adda Syam sebagai Sekretarisnya, dan Apriliani Kusuma Jaya sebagai bendahara.

Sharma Hadeyang mengatakan, sampai saat ini telah, komunitas ini telah memiliki anggota sekitar 200 orang. Mereka berasal dari model cilik, remaja, dan dewasa. "Mereka ini telah dilatih untuk menjadi model yang berkarakter dan berbudaya," ujarnya. (*)

Enam Model Telah Dilahirkan

PALOPO--- Selama didirikannya, RMB Modeling Community telah banyak melahirkan model-model yang berkualitas. Binaan komunitas ini telah melahirkan enam model yang telah berhasil merebut juara pada beberapa lomba.

Seperti Duta Anti Narkoba Sulsel We Sugra Dewi, Duta Bunga Sulsel Apriliani Kusuma Jaya, Duta Pemilukada Damai Palopo kategori putra dan putri, Axel Reynaldo dan Mayangsari Kasim, dan Duta Pajak Palopo kategori putra dan putri, Afandi Sukri dan Hutami Sabrah.

Ketua Umum RMB Modeling Community, Sharma Hadeyang, mengatakan, pihaknya akan trus berusaha untuk mencetak model yang berkarakter nan berbudaya. "Mudah-mudahan, dari tahun ke tahun, kami tetap eksis dan menghasilkan model-model yang berkualitas yang mampu menembus taraf nasional," ungkapnya. (*)

read more...

Thursday, December 20, 2012

Disarankan RMU Dikelola Perusda

* Dari Kunjungan Kerja DPRD Palopo di Sidrap

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palopo bertandang ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Itu guna melakukan konsultasi mengenai pengelolaan mesin rice milling unit (RMU), bersama Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) dan Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Palopo, Rabu 19 Desember 2012 kemarin.

Laporan: Abdul Rauf

Sidrap yang merupakan daerah penyandang pangan terbesar di Sulsel ini, menjadi pilihan untuk dilakukan konsultasi mengenai penggunaan mesin RMU. Sebab, menurut Kepala Dinas Pertanian Sidrap, Samuel K, dari data 2011, mesin penggiling yang ada di sana telah mencapai sebanyak 324 unit. Masing-masing 40 unit mesin skala besar, 209 unit skala menengah, dan 75 unit mesin RMU, atau yang termasuk dalam skala kecil.

Persoalan pengelolaan mesin RMU, Sidrap sudah tidak dipertanyakan lagi. Namun di sana tak satu pun unit penggiling padi itu milik pemerintah. Semuanya milik swasta. Bahkan, Samuel juga mengaku, kalau bantuan mesin RMU yang sama diberikan kepadanya, tahun 2008 silam, belum juga dioperasikan. "Masih banyak alat yang kurang, jadi masih membutuhkan suntikan dana APBD, sehingga kami belum operasikan itu," kata Samuel.

Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi III DPRD Kota Palopo, Alfri Jamil SE MSi, itu mengungkapkan kalau kunjungan itu bertujuan untuk berbagi ilmu dan pengalaman mengenai pengelolaah mesin RMU.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sidrap, Rauf Ambo Dalle mengatakan, sebaiknya mesin RMU itu dikelola Perusahaan Daerah (Perusda). Sehingga, akan dapat menyumbang banyak PAD jika dikelola Perusda. "Kemudian, produksinya itu dijadikan beras kepala, dan dijual ke luar daerah. Sehingga, PAD langsung masuk ke kas daerah," katanya, yang juga mengaku kalau dirinya berasal dari Bastem, saat menerima kedatangan rombongan DPRD Kota Palopo.

Anggota DPRD Sidrap lainnya, H Hamka SP, mengatakan kalau dikelola pihak ketiga, maka akan banyak masalah. Kalau memang mau, jangan ditarget terlalu tinggi. Sehingga mereka bisa bernafas lega. "Tapi saya kira, Perusda itu penting. Sebab jika dikelola dengan baik, maka dapat menyumbang PAD yang cukup besar," katanya, yang juga mengaku kalau dirinya beristri gadis Palopo.

Dikatakannya juga, kalau gabah yang digiling di Sidrap, ada juga berasal dari Luwu, seperti Padang Sappa dan Walmas. Selain itu, pengusaha di sana juga bahkan mengambil gabah sampai ke Masamba dan Kendari. "Biasanya, gabah dari sana kita ambil, tapi kalau sudah digiling, sekitar satu atau dua bulan kemudian, kami mengirim lagi beras yang telah digiling di sini. Sebab di sana memang berasnya cepat habis. Beras kami ini banyak beredar di Pasar Sentral Palopo, Belopa, dan Padang Sappa," ujar Hamka.

Dalam kesempatan itu, hadir Kadispernak Kota Palopo Drs Abdullah MP serta dua orang Kabidnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kota Palopo Hasanuddin, Ketua Komisi III, Alfri Jamil serta Anggota Komisi III, H Henry Ghalib, Dahri Suli, dan Rudy Sukarny. (*)

http://www.palopopos.co.id/?vi=detail&nid=58262
read more...

Thursday, December 13, 2012

Berharap Jadi Anak yang Berguna Bagi Sesama


* Melirik Kelahiran Anak Pada Tanggal Cantik, 12-12-12

Kelahiran seorang anak, bagi orangtua pasti merupakan hal yang sangat membahagiakan. Tapi kebahagian itu akan berbeda, dan jauh akan lebih menggembirakan jika anaknya lahir pada tanggal yang dianggap cantik dan unik ini. Tanggal 12 bulan 12 dan tahun 2012 (12-12-12).

Laporan: Abd Rauf

Fenomena ini, bagi sebagian orang, Rabu 12 Desember kemarin sangat dinantikan. Bahkan ada orang yang sengaja menunggu sampai Pukul 12.00 tanggal 12, bulan 12, dan tahun 2012 untuk melakukan ritual pernikahan dan acara lainnya. Bahkan, ada yang sengaja menunggu anaknya lahir pada tanggal unik kemarin.

Mereka sengaja memberi obat memperlambat lahir dan menunggu pukul 12.00 waktu setempat untuk dilakukan operasi sesar, dan jadilah anaknya lahir pada pukul 12.00 tanggal 12 bulan 12 dan tahun 2012 (12-12-12-12).

Nah salah satu bayi beruntung yang lahir di tanggal cantik itu di RS Ibu dan Anak St Madyang Kota Palopo, sekira pukul 9.00 Wita, yang sempat ditemui Palopo Pos, ayah dari sang bayi itu menyatakan perasaan bahagianya saat bayi yang berjenis kelamin laki-laki lahir pada tanggal cantik itu. "Ada perasaan bahagia bercampur haru yang saya rasakan. Apalagi bayi ini merupakan anak pertama kami," kata sang ayah, Muh Angga Wasita.

Bapak yang berumur 29 tahun ini berharap, agar anaknya yang pertama ini bisa menjadi anak yang berguna bagi sesama. "Saya hanya berharap, mau jadi apa saja bisa, yang penting dapat berguna bagi sesama, agama, bangsa, dan negara," ujarnya, yang merupakan warga Amassangan, Desa Pao, Kecamatan Malangke Barat, Luwu Utara.

Bayi yang lahir hasil pernikahannya dengan Ani Akan Lotong itu diberinya nama Muhammad Hafidz Azzikra. Orangtua dari sang bayi mungil itu adalah keduanya guru di SMAN 1 Malangke Barat. Angga menceritakan, dirinya yang menikah pada 30 Juni 2011 lalu, baru dianugrahi anak sekarang.

"Kelahiran bayi itu sebenarnya bidan yang pernah memeriksanya telah memperkirakannya pada tanggal ini. Dan perkiraan bidan tersebut terbukti. Meski tadi (kemarin, red) kelahiran bayi saya lewat operasi sesar. Sebab dokter mengatakan tidak bisa melahirkan normal karena ibunya lagi menderita hipertensi, tekanan darah tinggi. Berat bayi saya 2,8 kilogram. Alhamdulillah sehat," katanya. (*)

Palopo Pos, Edisi 13 Desember 2012
read more...

Monday, November 26, 2012

Banyak Masyarakat Alami Masalah Tulang


*Dari Bhakti Sosial RS Bintang Laut Palopo

MASYARAKAT Kota Palopo ternyata sangat banyak yang mengalami masalah tulang. Pada umumnya, mereka mengalami tulang keropos. Wah!!

LIPUTAN: Abdul Rauf

HAL itu terlihat banyaknya masyarakat yang sangat antusias melakukan pemeriksaan tulang pada bhakti sosial pengobatan murah Rumah Sakit (RS) Bintang Laut Kota Palopo dalam rangka HUT ke-41 yang jatuh Kamis 29 November 2012 mendatang.
Pemeriksaan tulang dimulai pada Minggu 25 November 2012, mulai pukul 10.00 Wita hingga 16.00 Wita, di halaman RS Bintang Laut Palopo.
Kepala Rekam Medik RS Bintang Laut Palopo, dr Luisa, mengatakan pada umumnya, masyarakat lebih banyak memeriksakan tulang. "Banyak peminat pemeriksaan tulang. Umumnya mereka mengalami tulang keropos. Itu disebabkan pola konsumsi gizi yang tidak seimbang, dan pola hidup kurang bagus. Seperti kurang olahraga, merokok, dan sebagainya," katanya, Minggu 25 November.
Dalam bakti sosial pengobatan murah itu, masyarakat terlihat sangat antusias mengikuti pengobatan murah tersebut. Terutama pemeriksaan tulang. Jumlahnya bahkan mencapai ribuan peserta pasien yang memadati pelataran rumah sakit tersebut.
Bakti sosial itu melayani paket pemeriksaan dokter umum dan ahli. Diantaranya, ahli penyakit dalam dr Risna Rajab SpPD, ahli anak dr Rasdianah SPA, ahli kulit dr Selis Friska SpKK, ahli bedah dr Mesak Sule SpB, dan melibatkan 7 dokter umum. Seperti dr Dany, dr Silvia, dr Sherly, dr Husna, dr Jeni, dan dr Liza.
dr Luisa menjelaskan, pengobatan murah itu meliputi pemeriksaan dan pengobatan, pembagian makanan sehat, dan pemeriksaan tulang dengan bone scan. "Pengobatan Rp10.000 per pasien, sudah dapat pemeriksaan dan pengobatan gratis oleh dokter ahli dan umum, juga mendapat makanan sehat, dan juga pemeriksaan tulang. Itu sebagai wujud kepedulian kami kepada masyarakat Palopo pada HUT ke-41 tahun RS Bintang Laut," kuncinya. (*)

Palopo Pos edisi 27 November 2012. http://palopopos.co.id/
read more...