Monday, March 09, 2015

The History of The Qur'anic Text


Buku The History of The Qur'anic Text atau Sejarah Teks Al-Qur’an, Sejak Turunnya Wahyu Hingga Kompilasi, Kajian Perbandingan dengan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru merupakan karya monumental Prof. Dr. Muhammad Mustafa Al-A’zami.

Dengan buku ini Prof. A ‘zami menempatkan dirinya di garda depan sebagai ulama terkemuka pembela kemurnian dan kautentikan Al-Qur’an di tengah-tengah upaya serius kaum orientalis menggempur Al-Qur’an. Prof. A ‘zami membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah Kalamullah, mukjizat abadi hingga akhir zaman. Selama empat belas abad kaum Muslimin berhasil menjaga Al-Qur’an terhadap perubahan, menghafal setiap ayatnya dan merenungkan tiap-tiap bagiannya.

Silahkan Download buku ini. Bagian II klik ini dan bagian I klik ini. (**)
read more...

Saturday, March 07, 2015

The Wall Street Diet


Buku ini ditulis Charles C Poirier, Michael J Bauer, dan William F Houser. The Wall Street Diet; Menuju Perusahaan Langsing dan Sehat, mengulas bagaimana agar perusahaan bisa ramping dan sehat, dengan menggunakan analogi bagaimana agar tubuh sehat dan ramping.

Dalam buku ini, beragam tips dan trik yang diuraikan penulis. The Wall Street Diet, Dengan konsep-konsep yang telah teruji, para penulis mengemukakan bahwa perubahan budaya bisnis akan mampu memicu peningkatan pendapatan, perkembangan perusahaan, dan akan menjadi nilai terbesar bagi semua stakeholder dalam jangka panjang.

Baca gratis dengan klik download e-book ini.
read more...

Saturday, January 31, 2015

Petaka Sendok 'Emas' Pemkot


Pengajuan anggaran untuk kebutuhan rumah tangga Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar sempat menjadi heboh masyarakat Makassar. Betapa tidak, untuk anggaran sendok, anggaran yang diajukan hampir Rp1 miliar. Dan untuk ranjang di tiga rumah jabatan (rujab), yakni rujab Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Sekkot Makassar, sekitar Rp220 juta.

Anggaran yang dinilai sebagian orang fantastis ini, menuai protes dari beberapa kalangan, khususnya dari kalangan mahasiswa.
Meski niat baik dari Pemkot, terkait pengadaan alat dapur di tiga rujab dan satu ruang pola ini adalah sebagai bagian dari penghematan, namun tetap saja menuai gelombang protes dari mahasiswa.
Gelombang protes ini berbuntut panjang. Aksi demonstrasi yang digelar beberapa kali ini, berdampak pada beberapa persoalan hukum.
Seperti pada aksi unjuk rasa yang berujung anarkis, di rujab Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, di Jalan Penghibur, Jumat sore, 9 Januari 2015. Seorang pendemo dilaporkan tertikam. Ia diduga ditikam pria tak dikenal.
Pendemo tertikam di tangan kanan itu diketahui bernama Rahmat, 25 tahun, warga BTN Hamsi. Seperti dikutip Fajar Online, dia dilaporkan mengalami luka sedalam dua centimeter. Rahmat lalu dilarikan ke RS Stellamaris, tidak jauh dari rujab wali kota, untuk mendapatkan perawatan.
Kapolsekta Ujungpandang, Kompol Nawu Thaiyeb, di TKP mengatakan, pria yang menikam pendemo itu adalah warga yang kesal terhadap ulah mahasiswa yang terus meneriaki wali kota dengan kata-kata kasar.
“Hanya tergores di tangan kanan pendemo. Pelaku merupakan masyarakat, kayaknya menggunakan senjata tajam. Ada juga kita amankan tiga pendemo ke Polrestabes Makassar. Kalau dari lawannya pendemo, kita tidak ada amankan karena dari masyarakat. Lagi pula dari kalangan masyarakat itu langsung kabur ketika polisi datang,” ujarnya.
Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Barisan Elemen Mahasiswa dan Masyarakat Makassar (BEMM) melakukan aksi demonstrasi mulai pukul 16.50 Wita. Mahasiswa itu menolak keras pembelian sendok seharga hampir Rp1 miliar, pembelian ranjang rujab seharga Rp220 juta, pembelian selimut Rp80 juta, pembelian kulkas untuk rumah jabatan 15 juta, pembelian Jet ski Rp700 juta, dan pembuatan website per kecamatan seharga Rp60 juta.
Buntut dari aksi demonstrasi ini, yang beberapa demonstran meneriaki wali kota dengan kata-kata jorok dan tidak etis. Akibat dari teriakan dengan kata-kata tidak sopan terebut, beberapa demonstran harus berurusan dengan hukum.
Beberapa demonstran telah dilaporkan pihak pemkot ke aparat kepolisian dengan tindak pidana penghinaan.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto, melalui tiga kuasa hukumnya sekaligus, secara resmi melapor ke Kantor Polrestabes Makassar, Minggu 11 Januari 2014, atas peristiwa yang terjadi di rumah jabatan (rujab) belum lama ini.
Laporan itu diterima langsung oleh anggota yang bertugas di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Makassar, Aiptu Jaelani. Melalui tiga kuasa hukum, yakni Salasa Albert, M Syakir, dan Aminul Rahman. Kuasa hukum ini diketuai langsung oleh Prof Aminuddin Ilmar yang saat itu tak turut hadir.
Menurut Salasa Albert, dalam rilisnya yang diterima Media Duta, kedatangannya di Polretabes Makassar, belum menyentuh terkait adanya tindakan ancaman di rujab saat aksi unjuk rasa pada Jumat dini hari 9 Januari lalu. Tetapi, melaporkan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik Wali Kota Makassar.
Penghinaan saat aksi demonstrasi yang digelar Barisan Elemen Mahasiswa Masyarakat (BEMM). Berujung aksi yang dianggap bentuk ancaman di rujab, Jumat dini hari lalu. Menyikapi soal besaran anggaran pengadaan sendok Rp1 miliar di tiga rujab petinggi Pemkot Makassar.
Meski demikian, lanjut Albert, soal teror hingga adanya indikasi massa bayaran untuk merusak citra pemerintahan, telah diserahkan kepada aparat kepolisian untuk menindak lanjuti laporan awal ini.
Dalam laporan itu, ada dua nama yang telah disebutkan telah melakukan pelanggaran hukum. Masing-masing, Ahmad Riyadi dan Syam Ali Mangkona.
"Kalau soal massa bayaran, kita tidak tau soal itu. Kita hanya mengawal laporan awal ini saja. Mungkin ada masuk aspek politik soal massa itu," ujarnya.
Kalau memang ada indikasi lain, tindak pidana lain, wali kota punya hak untuk melaporkan. Tidak hanya dua pasal ini, tapi kemungkinan ada yang terlibat. "Kalau itu memungkinkan ada pelanggaran hukum, kita lapor lagi," pungkas Albert.
Lebih lanjut, mereka berdua yang dilapor memiliki peran yang berbeda. Kata Albert, Ahmad Riyadi selaku koordinator lapangan aksi dan Syam Ali Mangkona selaku Mahasiswa UVRI melakukan penghinaan kepada Danny Pomanto dengan ucapan 'wali kota anjing'.
"Mereka ini kita laporkan. Ahmad selaku korlap yang membuat pernyataan sikap yang isinya penghinaan. Dan, yang mengatakan 'wali kota anjing', itu Syam Ali Mangkona, mahasiswa pertambangan UVRI," pungkas Albert.
Laporan yang diharap ditingkatkan statusnya menjadi proses penyelidikan hingga ke penyidikan, itu disertai dengan barang bukti. Berupa rekaman video, pernyataan sikap, dan keterangan saksi yang disiap dipertanggung jawabkan.
Upaya selanjutnya yang akan dilakukan kuasa hukum, tambah Albert, adalah tetap melakukan pengawalan atas laporan ini hingga ada yang ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal tindak pidana miring.
"Iya memang, pasalnya hanya tipiring saja. Tapi, yang kita mau minta adalah pertanggungjawaban mereka atas kata penghinaan. Saya pikir adalah hak konstitusional mereka untuk menyampaikan aspirasi. Tetapi, substansinya isi dari pada pernyataan sikap mereka kalau ternyata melanggar koridor hukum ada pihak penegak hukum. Oleh karena itu, melihat peristiwa ini ada kata-kata yang merupakan pelanggaran hukum," jelas Albert.
Sementara, Danny Pomanto yang dimintai keterangannya, telah menyerahkan sepenuhnya kepada empat kuasa hukum yang ditunjuknya langsung untuk mengawal laporan tersebut.
Dimana sebelumnya, Danny menilai jika aksi tersebut merupakan bentuk ancaman teror terhadap simbol negara dan masyarakat Makassar secara umum.
Terpisah, Hamzah Hamid selaku anggota DPRD Makassar sangat mendukung upaya yang dilakukan orang nomor satu Pemkot Makassar itu.
Menurut anggota fraksi Partai PAN ini, mereka yang melakukan aksi unjuk rasa sudah menodai masyarakat Makassar. Apalagi dilakukan di rumah jabatan secara tidak beretika dan sopan dalam menyampaikan aspirasi.
"Saya lihat ini sudah melanggar mekanisme. Apalagi, sudah dilakukan malam hari. Dan penyampaian aspirasi ini tanpa melalui penyampaian ke polisi. Ini sudah melanggar," ujarnya.
Olehnya itu, Hamzah sangat berharap agar aparat kepolisian menindak tegas para pelaku. Dan ia pun berharap kepada masyarakat agar memberikan kesempatan kepada wali kota yang baru menjabat 8 bulan ini untuk menujukkan eksistensinya selaku pemimpin daerah.
Sekadar diketahui, dalam rilis Pemkot Makassar, menegaskan jika issu anggaran sendok Rp1 miliar itu tidak benar. Dimana, Pemkot Makassar melalui bagian umum telah melakukan rasionalisasi terhadap besaran anggaran.
Pada dasarnya, anggaran Rp1 miliar tersebut anggaran untuk seluruh kebutuhan rumah tangga Pemkot Makassar. Seperti pengadaan gelas dan yang lainnya di tiga rumah jabatan petinggi Pemkot Makassar. Termasuk untuk tiga ruangan pertemuan.
"Kita sudah rapat kerja. Komisi A telah melakukan rekomendasi ke Pemkot untuk rasionalisasi. Issu itu tidak benar. Karena anggaran untuk item sendok itu kecil. Rp1 miliar itu untuk seluruh kebutuhan rumah tangga. Dan sudah disepakati anggaran sebesar kurang lebih Rp500 juta. Kita memang minta untuk pengurangan anggaran sebanyak 50 persen,"terang Anggota DPRD Makassar, Wahab Tahir, belum lama ini. (***)

------------
Buat grafis:
------------

Petaka Sendok 'Emas' Pemkot Makassar

* Berawal saat pembahasan APBD 2015 di DPRD
- Ditemukan anggaran fantastis
- Diblow up media massa
- Mendapat gelombang protes dari berbagai kalangan
- Saat pembahasan, DPRD memangkas dan melakukan rasionalisasi
- Meski sudah ditetapkan, aksi unjuk rasa tetap saja terjadi
- Akhirnya terjadi beberapa insiden
- Dari penghinaan wali kota sampai demonstrasi tengah malam di rujab
- Wali Kota Makassar diteriaki kata-kata kotor
- Karena merasa dihina, tiga kuasa hukum wali kota melaporkan dua orang ke polisi
- Satu orang demonstran diduga ditikam oleh orang tak dikenal

* Korban Sendok 'Emas'

- Diduga ditikam saat unjuk rasa
> Rahmat (25), warga BTN Hamsi

- Dilapor pencemaran nama baik:
> Ahmad Riyadi (korlap)
> Syam Ali Mangkona (Mahasiswa UVRI)

* Tuntutan Mahasiswa (Anggaran kontroversi)
- Harga Sendok (alat dapur) hampir Rp1 M (Rp965 Juta)
- Ranjang Wali Kota Makassar Rp220 Juta
- Selimut Rp80 Juta
- Kulkas untuk 3 rujab Rp15 Juta
- Jet ski Rp700 Juta
- Pembuatan website per kecamatan Rp60 Juta

* Setelah Pembahasan, disetujui DPRD hanya setengah dari yang diajukan

*( Sumber: Diolah dalam berita

============================

Selama Ini, Pemkot Hanya Pinjam Sendok
* Albert: Pengadaan Alat Dapur Ini Sebagai Gerakan Penghematan

Anggaran untuk kebutuhan rumah tangga Pemkot Makassar memang terbilang fantastis, hampir Rp1 miliar atau sekitar Rp965 juta. Sebab, anggaran yang diajukan adalah untuk tiga rumah jabatan dan satu ruang pola. Yakni rujab wali kota, wakil wali kota, dan Sekkot Makassar.
Nilai fantastis ini tentunya menuai kontroversi. Ada yang melihat ini realistis karena jumlah alat dapur yang memang banyak, ada juga yang menilai terlalu besar.
Namun alasan dari pengadaan alat dapur ini adalah penghematan anggaran. Sebab selama ini, Pemkot Makassar, utamanya di rujab petinggi pemkot, alat dapur, seperti sendok ini hanya pinjaman. Sehingga setiap tahun dianggarkan. Dan jika ada yang rusak, menjadi tanggungjawab pemkot menggantinya.
Kuasa hukum Wali Kota Makassar, Salasa Albert, saat ditemui di rujab wali kota Makassar, Minggu 11 Januari 2015, menjelaskan, jika pengadaan alat dapur ini adalah untuk menghemat anggaran. Sebab jika diadakan, maka alat dapur ini tidak akan dianggarkan tiap tahun.
"Selama ini, rujab untuk tiga petinggi pemkot ini, alat dapurnya hanya disewa alias dipinjam. Jadi setiap tahun harus dianggarkan. Anggarannya akan jauh lebih besar jika setiap tahun, dibanding pengadaan hanya sekali, dan akan bertahan lama. Jadi bagian dari penghematan sebenarnya. Harganya pun tidak sampai Rp1 miliar. Ini juga untuk tiga rujab dan satu ruang pola. Jadi menurut saya, ini cukup realistis," tandasanya.
Dikatakannya juga, semua anggaran yang menuai kontroversi ini, dipangkas di DPRD Makassar. Hanya setengahnya disetujui. Jadi sebenarnya tidak perlu lagi dipermasalahkan.
Dikatakannya juga, soal mewahnya kamar dan ranjang karena harganya, anggarannya besar karena kamarnya banyak. Jika rata-rata satu rujab 9 kamar, untuk tiga rujab saja sudah 27 kamar. Sehingga membutuhkan anggaran yang terbilang besar.
"Lagi pula, pak wali kota tidak pernah mempermasalahkan mau pakai yang lama atau yang baru. Beliau hidupnya sederhana dan tidak muluk-muluk. Untuk diketahui, di ruangan pak wali kota, yang baru hanya piala penghargaan. Yang lainnya masih barang lama semua," tandasnya.
Bicara soal anggaran yang ada dalam rencana kerja dan anggaran (RKA), Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku gelisah mendengar struktur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Makassar tahun 2015 yang diusulkan setiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD) jauh dari harapannya.
Sebab biaya pengadaan barang masih menyedot anggaran yang besar, seperti pengadaan sendok hingga mencapai Rp965 juta, pengadaan ranjang Sekda Makassar Rp220 juta, pengadaan jet ski Rp700 juta serta pengadaan handuk wali kota Rp4 juta, pengadaan kulkas Rp100 Juta, pengadaan kipas angin Rp15 juta.
"Saya tidak tahu-menahu usulan aneh-aneh dari SKPD yang terkesan tidak wajar. Masa handuk saja harus menggunakan anggaran APBD, Saya merasa tidak nyaman dengan adanya usulan yang gila-gila seperti itu," ujar Danny, sapaan Moh Ramdhan Pomanto, seperti BKM, belum lama ini.
Mantan Konsultan Tata Ruang Pemkot Makassar ini, mengaku, jika penggunaan uang negara selama dirinya menjabat sudah mulai turun. "Bayakji handukku saya, masa yang seperti itu diusulkan juga, yang sewajarnya sajalah di usulkan. Selama ini, saya memerintahkan pegawai untuk mengurangi menggunakan anggaran negara. Alhamdulillah selama ini penggunaan anggaran negara sudah menurun tidak seperti tahun sebelumnya. Sebab kalau itu masih berlangsung maka usulan gila-gilaan dari SKPD tetap ada," tandasnya.
Kapala Sub Bagian (Kasubag) Rumah Tangga dan Perlengkapan Bagian Umum Pemkot Makassar, Andi Alian, kemarin menegaskan jika pengadaan sendok dalam RKA untuk alat rumah tangga, hanya Rp250 juta.
Koordinator Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Syamsuddin Alimyas menegaskan, APBD pro rakyat secara esensial merupakan konsep anggaran yang menjadikan rakyat sebagai subjek utama pembangunan. Dalam APBD tersebut alokasi anggaran sepenuhnya diperuntukkan bagi pemenuhan hak-hak dasar rakyat dan pengentasan kemiskinan. Beberapa sektor krusial yang harus diutamakan dalam pengembangan kesejahteraan masyarakat sebaiknya mendapat porsi anggaran yang besar, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur serta penyediaan lapangan kerja. Pendidikan gratis dan kesehatan gratis yang saat ini populis merupakan wujud riil dari APBD pro rakyat. “Secara umum pembiayaan publik masih terbenturnya anggaran minim. Alokasi anggaran di APBD masih lebih banyak menyerap anggaran belanja pegawai dan kebutuhan kantor," jelas Syamsuddin. (***)
read more...

Sunday, January 18, 2015

Istilah Gambo dan Wali Kota Palopo


Istilah 'gambo' tergolong sangat populer di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Hampir setiap saat kita mendengar kata 'gambo'.

Istilah 'gambo' sudah menjadi tranding topik di daerah asal surek terpanjang di dunia I Lagaligo itu. Kata 'gambo' di semua kalangan sangat populer. Mulai dari anak-anak, sampai orang tua. Dari tukang ojek sampai konglomerat. Dan yang paling populer adalah di lingkungan birokrasi dan warung kopi (warkop).

Lalu apa yang dimaksud gambo? Berdasarkan dari pengamatan penulis, arti gambo paling tidak punya beberapa makna. Ada yang bermakna sedikit positif, namun kebanyakan bermakna agak negatif. Positifnya adalah dipakai untuk seru-seruan dan main-main semata.

Ada beberapa kalimat yang sering diucapkan: "Gamboko memang. Na gamboiko. Carita gambo-gambo." Dan masih banyak lagi.

Kalimat gambo yang ditujukan kepada seseorang biasanya untuk bercanda-canda. Namun terkadang juga serius. Dan kebanyakan diperuntukkan untuk teman yang sudah akrab.

Kata gambo sering disandingkan dengan hal-hal yang tidak terlalu serius. Kalimat "kau gamboika", diartikan "kamu mengerjain saya." Artinya, seseorang mengerjain temannya.

Kalimat 'carita gambo-gambo' adalah obrolan atau cerita-cerita yang tidak benar, yang diceritakan dengan maksud seru-seruan. 'Carita gambo-gambo' ini banyak di warung-warung kopi, yang dimaksudkan untuk main-main dan seru-seruan setelah seharian letih dan lelah dengan rutinitasnya.

Gambo biasa diartikan dengan bohong, mengelabui, mengerjain, cerita dibuat-buat, janji-janji tidak ditepati, dan beberapa kata sifat yang biasa disandingkan dengan istilah gambo.

Lalu dari mana asal istilah gambo ini? Mayoritas orang Tana Luwu mengatakan, jika istilah ini populer dari HM Judas Amir, yang telah terpilih menjadi Wali Kota Palopo periode 2013-2018.

Judas lah yang mempupelarkan istilah gambo ini. Saat ini, istilah gambo tengah sangat populer di pergaulan masyarakat Palopo. Istilah gambo ini juga selalu diungkapkan di hampir semua sambutan-sambutan Judas Amir saat ada acara yang tidak terlalu resmi. Dengan gaya khasnya, Judas Amir selalu mengiringi candaan di setiap sambutannya.

Menurut cerita yang berkembang, istilah gambo ini mulai populer saat gerbong Judas Amir menjadi pejabat. Istilah gambo ini ibarat kata sandi atau 'password' untuk permintaan atau perintah yang sifatnya rahasia. Disposisi dengan tanda 'GMB', menjadi perhatian serius dari kalangan pejabat, jika kode itu ditulis dalam sebuah disposisi.

Sebagai penghormatan Judas Amir atas jasa mempopulerkan istilah 'gambo', orang-orang di Palopo biasa bercanda, ingin membangun tugu 'gambo'.

Yang perlu menjadi catatan, jika ada yang menyebut anda 'gambo', itu biasanya bercanda. Makanya, sebaiknya ditanggapi bercanda. Satu lagi, salah satu tanda keakraban dalam pergaulan di Sulsel, jika saling mengejek tapi bercanda dan tidak ada yang tersinggung, karena mereka sadar, kalau itu hanya candaan.

Penulis juga memohon maaf atas kekeliruan dalam memaknai istilah gambo ini. Tulisan 'gambo-gambo' ini diharapkan sedikit memahami arti gambo, jika ada orang luar yang berkunjung ke Palopo. Selamat 'bergambo-gambo'. (***)
read more...

Saturday, January 17, 2015

Contoh Proposal Jasa Pengelolaan Website

                                           


                                                                                               Kepada Yth.
Nomor : 01/IX/p-web/2014                                Bapak Sekwan DPRD
Lamp. : 1 (satu) rangkap
Perihal : Proposal Pengelolaan Website Di,-
        Sekretariat DPRD                                            T e m p a t

Dengan Hormat!
Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Internet saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Semua aspek kehidupan telah mulai memanfaatkan fasilitas internet, tidak hanya perusahaan yang ingin memasarkan produknya secara global, tetapi juga pemerintahan, organisasi, partai politik, yayasan, lembaga, dan bahkan individu juga telah menggunakan internet untuk mendapatkan kemudahan dalam memberikan layanan dan informasi, juga untuk kemudahan perluasan dan pengembangan bisnis.

Setiap waktunya internet semakin memasyarakat di Indonesia, hal ini ditandai dengan semakin banyaknya pengguna internet dari tahun ke tahun, dan akan terus bertambah. Diprediksikan setiap tahunnya pengguna internet di Indonesia meningkat tajam. Ini sangat masuk akal mengingat era globalisasi yang sudah berjalan.

Website adalah salah satu alat penunjang, sebagai media informasi dan promosi di internet. Sekarang ini website bukan lagi menjadi “barang mewah” untuk perusahaan, pemerintahan, orgranisasi, maupun pribadi. Tetapi sudah merupakan keharusan bagi mereka yang siap untuk Go Public, siap untuk memulai perluasan dan penyebaran informasi apapun bidangnya. Website, juga  sebagai simbol kredibilitas dan prestige yang menunjukkan bahwa pemerintahan yang dipimpin selangkah lebih maju dari dari daerah lain dan  lebih siap dalam menghadapi pasar global.

Dengan memiliki website dan mengelolahnya secara maksimal, maka semua orang, semua pihak, dan semua komponen dari seluruh penjuru Indonesia dan dunia dapat dengan mudah mendapatkan informasi mengenai daerah yang dipimpin.

Melalui proposal ini kami ingin mengajukan penawaran pengelolaan website dan senantiasa mengupdate dalam bentuk pemberitaan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh DPRD Kabupaten Morowali.

Demikian Proposal pengelolaan website yang kami ajukan, semoga bermanfaat, dan dapat menjadi pertimbangan.

Sekian dan atas perhatian bapak/ibu kami ucapkan terima kasih.  Wassalam.


Morowali, 8 September 2014
Hormat Kami


Renggong

=======================================


PROPOSAL JASA PENGELOLAAN WEBSITE 
SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN 

A. PENDAHULUAN
Di era globalisasi sekarang ini, pemanfaatan internet sudah merambah di setiap bidang kehidupan manusia, termasuk instansi pemerintahan yang kini hampir seluruhnya telah mempunyai fasilitas internet dan website sebagai salah satu bentuk pelayanan informasi Masyarakat. Website itu sendiri adalah salah satu bentuk media massa yang publikasinya melalui jaringan internet, yang dapat diakses 24 jam dari belahan bumi manapun. Kelebihan lain dari publikasi melalui website adalah kemampuan interaktif dan penyebarannya yang sangat cepat.

Demikian pula dengan Sekretariat DPRD Kabupaten Morowali. Melalui website, dapat mempublikasikan profilnya, Profil Anggota Dewan, Fraksi, dan bagian yang terkait untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatannya. Oleh karena itu, kami mencoba menawarkan kerja sama dengan instansi Bapak/Ibu dalam rangka pengelolaan website, untuk mempublikasikan DPRD Kabupaten Morowali menjadi semakin go public.

B. GAMBARAN PENGELOLAAN WEBSITE
Gambaran pengelolaan website bagi Sekretariat DPRD Kabupaten Morowali yang akan kami tawarkan adalah:

1. Brosur / Leaflet Online
  Mempublikasikan profil lembaga kepada masyarakat umum.
  Pada momen tertentu, dapat mempublikasikan press release kepada media massa, birokrat, dan masyarakat umum.

2. Pusat Dokumentasi Digital
  Mendigitalkan arsip kegiatan kegiatan pemerintahan sesudah acara, sehingga dapat diakses kapanpun dan dimanapun dari internet.
  Pusat pameran foto kegiatan yang ditampilkan sebagai album foto galeri online.

3. Menyajikan informasi uptodate
  Mempublikasikan berita terbaru baik liputan sendiri maupun cuplikan dari media massa.
  Mensosialisasikan agenda kegiatan DPRD Kabupaten Morowali Maupun Instansi Instansi yang terkait.
  Memberikan pencerahan kepada masyarakat terkait fungsi dan peran DPRD.

4. Pelayanan Interaktif
  Forum dan mailing list, yaitu diskusi bersama melalui email dengan anggota yang terdaftar.
  Buku tamu online. Pengunjung dapat memberikan komentar/kritik dan saran melalui website.

C. PENGELOLA
Kami memiliki tenaga ahli di bidangnya untuk mengelola website Sekretariat DPRD Kabupaten Morowali, diantaranya :

1. Koordinator Tim, Renggong (Bertanggung Jawab Secara keseluruhan pengelolaan website DPRD Kabupaten Morowali)
2. Sekretaris, Cinta (Editor)
3. Anggota, Calo (Reporter)
4. Anggota, Korek (Reporter)
5. Anggota, Dirus (Admin)

Website Instansi anda akan kami kelola secara profesional dan bertanggung jawab, seperti dijelaskan diatas.

D. BIAYA
Biaya jasa pengelolaan website ini adalah sebagai berikut dengan rincian:
1. Honor Koordinator Tim Rp. 1.750.000,-/bulan X 12 bulan = Rp21.000.000,-
2. Honor Sekretaris Redaksi Rp. 1.500.000,-/bulan X 12 bulan = Rp18.000.000,-
3. Honor Anggota Rp. 1.250.000,-/bulan X 12 bulan= Rp15.000.000,-
4. Honor Administrator Rp. 1.350.000,-/bulan X 12 bulan = Rp16.200.000,-
5. Biaya ATK Rp. 250.000,-/bulan X 12 bulan = Rp3.000.000,-
6. Biaya Maintenance Rp. 1.500.000,-/bulan X 12 bulan= Rp18.000.000,-
T O T A L = Rp. 91.200.000,-

(Terbilang : Sembilan Puluh Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah)

E. PENUTUP
Demikian Proposal paket pengelolaan website yang kami tawarkan kepada Bapak/Ibu dan dapat manjadi pertimbangan. Besar harapan kami untuk dapat bekerja sama dengan bapak/ibu dalam pengelolaan website ini.
Sekian dan atas perhatian bapak/ibu kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,


(Renggong)


read more...

Wednesday, January 07, 2015

Maulid dan Tahun Baru

Pergantian tahun dari 2014 ke 2015 dirayakan begitu meriah. Hampir seluruh energi dan perhatian orang terserap ke sana. Beragam acara dibuat untuk memeriahkan tahun baru tersebut.

Rabu 31 Desember 2014, dimana hari terakhir di 2014. Malam itu pula, akan menjadi malam pertama di tahun 2015. Orang merayakannya dengan beragam cara. Mulai dari zikir sampai foya-foya dan pesta miras.

Indonesia, di negeri yang mayoritas muslim ini, hampir semua kalangan memeriahkan tahun baru. Ustaz merayakan dengan zikir. Para ustaz kebanjiran job memimpin zikir dan ceramah. Artis banjir job manggung. Pemerintah sibuk mempersiapkan pesta dan sibuk memenuhi undangan acara tahun baru.

Meriahnya tahun baru ini seakan menenggelamkan hari bersejarah dalam Islam. Hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Tepat Sabtu 3 Januari 2015 atau 12 Rabiul Awal 1436 H.

Maulid ini nyaris disita oleh perayaan tahun baru. Hampir tidak ada peringatan Maulid tepat di hari 12 Rabiul Awal, khususnya yang diperingati pemerintah. Sebab persiapan acara Maulid juga butuh persiapan. Namun karena energi terserap ke perayaan pergantian tahun, maka perayaan maulid harus ditunda. Meski demikian, perayaan maulid masih perdebatan soal boleh tidaknya, namun minimal maulid bisa dijadikan sebagai syiar Islam.

Meriahnya perayaan natal dan tahun baru dan sepinya perayaan Maulid Nabi saw. Ini memiriskan hati sebagai umat Muslim. Sebab syiar agama Islam sudah sepi dilindas perayaan pesta kaum Nasrani.

Semoga di waktu mendatang tidak lagi terjadi hal seperti ini. Syiar Islam harus digencarkan, sebagai upaya menyebarkan Islam dan memantapkan keislaman kita semua. (**)
read more...

Tuesday, January 06, 2015

Catatan Awal Tahun; 2015 Tahun Kemakmuran Daerah Terpinggir

Tahun 2014 sudah berlalu. Kini kita menyongsong tahun baru 2015. Menurut zodiak dan kepercayaan orang China, tahun 2015 adalah tahun kambing kayu. Tanda kedelapan dari zodiak China dari 12 shio.
Menurut kepercayaan orang China, angka delapan '8' adalah angka yang melambangkan kedamaian dan kemakmuran. Pepatah China mengatakan, 'tiga kambing membawa kemakmuran dan kedamaian.'
Untuk itu, harapan dari redaksi tahun 2015 ini, diharapkan Pemkab Morowali dan Morowali Utara (Morut) tahun 2015 ini, beserta semua masyarakatnya, bisa merasakan kedamaian dan kemakmuran. Terutama daerah terpencil dan terpinggirkan selama ini.
Daerah Morowali dan Morut, termasuk banyak memiliki wilayah terpencil dan sulit terjangkau. Pulau-pulau yang jarang mendapat perhatian, dan juga desa atau perkampungan yang nyaris tak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Dengan anggaran miliaran rupiah yang mengalir ke desa tahun ini, diharapkan bisa dimanfaatkan untuk perbaikan akses transportasi, sarana pendidikan, dan juga sarana kesehatan di daerah terpencil, serta pemberdayaan masyarakat yang bisa menggairahkan ekonomi di desa.
Anggaran ini diharapkan bisa tepat sasaran, bukan malah disalahgunakan oleh aparat desa dan segelintir orang atau pemerintah daerah serta para wakil rakyat. Namun dana ini diharapkan benar-benar bisa tepat sasaran. Dengan adanya dana ini, bisa memberikan efek domino di desa. Ekonomi makin meningkat karena perputaran uang yang baik di desa. 
Jika aparat pemerintah punya niat baik dan bisa memikirkan kepentingan masyarakatnya, maka dengan dana yang ada, pembangunan masyarakat dari desa bisa terwujud. Tak akan ada lagi yang mau ke kota mengadu nasib. Sebab kesejahteraan di desa jauh lebih menjanjikan dibanding di kota.
Untuk menunjang dan membantu terwujudnya kemakmuran dan pembangunan di desa, Redaksi koran bulanan Radar Metro Morowali, tahun ini akan menfokuskan pemberitaan pada pembangunan desa dan daerah terpencil.
Dengan tetap mendukung kebijakan pro rakyat dan mensinergikan pemberitaan dengan Pemkab Morowali dan Morut, untuk turut andil dalam membangun daerah ini.
Kerjasama antara pemerintah dan pers akan tetap dijaga, namun tidak melupakan fungsi kritis dari pers itu sendiri, yang tujuannya agar pemerintahan tidak melenceng dari aturan dan masyarakat bisa merasakan kemakmuran. Semoga!
Apa yang terjadi tahun lalu semoga dijadikan pelajaran. Yang baik terus ditingkatkan dan yang buruk ditinggalkan. Tidak ada sesuatu yang sempurna. Untuk itu, harus terus berbenah dan introspeksi diri.
Akhirnya, kami dari segenap redaksi dan karyawan Radar Metro Morowali, mengucapkan selamat tahun baru 2015. Semoga tahun ini bisa menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Meski ramalan tahun kambing kayu sebagai tahun kedamaian dan kemakmuran, namun semuanya tidak akan terwujud tanpa usaha dan kerja keras. (***)
read more...

Tuesday, November 11, 2014

Catatan Perjalanan Direktur Malindo di Sulbar (4-selesai); Jokowi akan Kirim 2.000 Orang ke Malindo


Catatan Perjalanan Direktur Malindo di Sulbar (4-selesai)
Jokowi akan Kirim 2.000 Orang ke Malindo

Program agroindustri pangan yang dikembangkan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mendapat perhatian Presiden Jokowi. Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat Guna (LPTTG) Masyarakat Lokal Indonesia (Malindo), sebagai mitra Pemprov Sulbar dalam pengembangan tersebut, dipercaya untuk mengembangkan program agroindustri pangan ini di Indonesia.

Laporan: Abd Rauf

Sebagai tindak lanjut dari hasil ekspose, Presiden Jokowi usai mendengar penjelasan Direktur Malindo H Sakaruddin, langsung memerintahkan menterinya untuk merespon tawaran pengembangan program tersebut.
Salah satu bentuk respon tersebut, adalah akan mengirim sekitar 2.000 orang, utamanya dari kalangan masyarakat yang tergolong miskin, dari 10 kabupaten/kota se Indonesia untuk dilatih agroindustri pangan di LPTTG Malindo, Luwu Utara.
Selain itu,
"Pak Presiden berjanji akan mengirim 2.000 orang dari 10 kabupaten/kota se Indonesia, ke Malindo. Ini sebagai salah satu inovasi kompensasi subsidi BBM. Mereka akan mengirim atas nama kementerian," ujar Sakaruddin.
Selain itu, presiden juga telah memerintahkan kementerian teknis terkait, untuk mendukung pemasaran produk agroindustri pangan ini, sampai pada pasar ekspor.
Untuk saat ini, produk Sulbar, telah dieskpor ke beberapa negara, seperti ke China, Malaysia, dan Afganistan, dalam bentuk tortila setengah jadi. Harganya antara 6-10 dolar per kg.
"Khusus di Sulbar, telah ada 800 orang telah dilatih di Malindo, menyusul 1.500 orang nanti. Gubernur telah membuat rakyat terharu. Kita ingin secara nasional merasakan ini," tandas kandidat bupati Lutra ini. (**)
read more...

Monday, November 10, 2014

Catatan Perjalanan Direktur Malindo di Sulbar (3); Presiden Tertarik, Sakaruddin Dipanggil ke Rapat Kabinet


Letihnya 7 jam menunggu untuk 7 menit bertemu Presiden Jokowi terbayar dengan respon yang diperlihatkan presiden. Ekspose Direktur LPTTG Malindo, H Sakaruddin, berhasil membuat Presiden Jokowi tertarik. Salah satu bukti ketertarikannya, setelah eskpose, Presiden Jokowi langsung memanggil Sakaruddin untuk hadir di rapat kabinet kerja di Jakarta nanti.

Laporan : Abd Rauf

Mendengar penjelasan Sakaruddin terkait program Agroindustri Pangan (AIP) di Sulawesi Barat (Sulbar), Presiden Jokowi terlihat manggut-manggut. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tampak tertarik dengan konsep yang ditawarkan Sakaruddin.
Setelah mendengar penjelasan program AIP di Sulbar dan beberapa daerah yang telah bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat Guna (LPTTG) Masyarakat Lokal Indonesia (Malindo) yang berkedudukan di Luwu Utara, Sulsel, Presiden Jokowi langsung memanggil Sakaruddin untuk hadir di rapat kabinet di Jakarta.
"Saya kira ini bagus sekali. Saya tunggu di rapat kabinet kerja di Jakarta nanti," ujar Jokowi, usai ekspose, kepada Sakaruddin, Kamis 6 November 2014, di ruang VVIP Bandara Mamuju.
Sakaruddin mengaku, sangat puas dengan respon Presiden Jokowi. Ia mengaku akan berusaha untuk memanfaatkan kesempatan itu, guna daerah yang telah menjadi mitra Malindo selama ini, utamanya Pemprov Sulbar.
Kandidat Bupati Luwu Utara yang disebut-sebut kuat ini, mengaku, jika alasan dirinya diundang untuk eskpose di Sulbar karana Malindo sudah 11 tahun bergerak di bidang agroindustri di bidang pangan.
Selain itu, Sakaruddin menjelaskan, saat ini Sulbar telah mempunyai produk agroindustri, yang diberi nama Tortila To Mandar, yang dibuat dari bahan baku, jagung, rumput laut, ikan, kelapa, dan pisang (Jaripas).
"Lima macam bahan baku ini sangat mudah didapati. Dengan program ini, telah mampu menyerap tenaga kerja sekitar 15 ribu orang, yang terdiri dari penghasil bahan baku, pengrajin, dan pedagang," tandasnya. (*/bersambung)
read more...

Sunday, November 09, 2014

Catatan Perjalanan Direktur Malindo di Sulbar (2); Ekspose 7 Menit, Hasilkan Rp7 M



Setelah protokoler kepresiden memberikan waktu 10 menit untuk ekspose Progam Agroindustri Pangan di depan Presiden Jokowi, Direktur Malindo H Sakaruddin merasa lega dan bertekad memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Laporan: Abd Rauf

Bertemu dengan presiden terbilang sangat susah. Harus sabar menunggu dan menyesuaikan jadwal presiden yang sangat padat.
Rombongan Malindo, yang mendapat waktu bertemu khusus Presiden Jokowi, harus menunggu sekitar 7 jam.
Mulai dari Kamis 6 November pagi, sekira pukul 08:00 wita, tiba di tempat ekspose, ruang VVIP Bandara Mamuju, menunggu sampai sekira pukul 15:00 wita, baru bisa bertemu dengan presiden.
Waktu menunggu 7 jam hanya untuk waktu 7 menit bertemu untuk ekspose program agroindustri pangan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Namun waktu 7 menit tersebut berhasil dimanfaatkan Sakaruddin untuk meyakinkan Presiden Jokowi, bahwa program agroindustri tersebut benar-benar bagus dan meyakinkan untuk mengembangkan daerah, serta menyejahterahkan masyarakatnya.
Setelah mendengar presentase Sakaruddin, yang juga merupakan tim pakar Pemprov Sulbar, Presiden Jokowi langsung membantu sekitar alat unit finishing agroindustri sebanyak 20 paket seharga Rp350 juta per paket.
Waktu 7 menit tersebut berhasil mendapatkan bantuan sekitar Rp7 miliar untuk Pemprov Sulbar, yang akan diberikan lewat APBN.
"Dengan adanya bantuan tersebut, maka akan bisa meningkatkan produksi Tortila To Mandar, yang merupakan program agroindustri pangan Pemprov Sulbar. Dengan demikian, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena dengan adanya alat tersebut, maka bisa menaikkan nilai tambah dari bahan baku diatas 200 persen," ujar Sakaruddin. (*/bersambung)
read more...