Daftar Mata Uang Online, Free

Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.
Latest Posts

Saturday, July 05, 2014

Keutamaan Tauhid dan Bahaya Syirik

Oleh: Alahuddin, S.Fil.I., M.Pd.I.
* Pendidik di MAN Palopo

Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri saya pribadi dan kepada kamu muslimin semuanya, agar kita selalu meningkatkan kualitas iman dan taqwa kita, karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di akhirat kelak.
Telah banyak penjelasan yang menerangkan makna taqwa. Di antaranya adalah pernyataan Thalq bin Habib: “Apabila terjadi fitnah, maka padamkanlah dengan taqwa”. Mereka bertanya: “Apakah taqwa itu?” Beliau menjawab: “Hendak-nya engkau melaksanakan ketaatan kepada Allah, di atas cahaya Allah, (dengan) mengharap keridhaan-Nya; dan hendaknya engkau meninggalkan kemaksiatan terhadap Allah, di atas cahaya Allah, (karena) takut kepada siksaNya”.
Ketaatan terbesar yang wajib kita laksanakan adalah tauhid, sebagaimana kemaksiatan terbesar yang mesti kita hindari adalah syirik. Sesungguhnya tauhid yang murni dan bersih adalah inti ajaran dari semua risalah samawiyah yang diturunkan Allah Ta’ala.
Tauhid adalah tiang penopang yang menegakkan bangunan Islam. Tauhid adalah syi’ar Islam yang terbesar yang tak dapat terpisahkan dari Islam itu sendiri. Inilah pesan utama Allah kepada Rasulnya yang diutus kepada ummat manusia.
Allah swt. berfirman: “Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap ummat seorang rasul (untuk menyampaikan): Sembahlah (oleh kalian) akan Allah dan jauhilah thaghut.” (Q.S. An-Nahl: 36)
Itulah misi utama para Rasul, menegakkan penyembahan dan penghambaan hanya kepada Allah swt. serta menafikan dan menjauhi segala bentuk thaghut. Dan yang dimaksud dengan thaghut adalah segala sesuatu yang menyebabkan seorang hamba melampaui batas-batas yang seharusnya tak boleh ia langgar, baik berupa sesembahan, panutan dan ikutan.
Sehingga thaghut setiap kaum/komunitas adalah siapapun yang mereka jadikan sumber dasar hukum selain Allah dan RasulNya, yang mereka jadikan Tuhan selain Allah swt. yang mereka ta’ati meskipun dimurkai dan tidak diridloi Allah Ta’ala.
Allah swt. berfirman, “Tidakkah engkau melihat kepada orang-orang yang menyangka bahwa mereka telah beriman kepada apa yang telah diturunkan kepadamu dan yang diturunkan sebelummu, (padahal) mereka ingin bertahkim (mengambil hukum) dari thaghut padahal sungguh mereka telah diperintah untuk kafir kepadanya.” (Q.S. An-Nisa: 60)
Di atas kalimat Tauhid yang murni dan mulia itulah Rasulullah saw. membangun ummatnya dengan landasan yang kokoh. Dari situlah beliau menegakkan generasi yang hanya meng-Esa-kan Allah swt. dan membebaskan diri mereka dari cengkraman makhluk-makhluk lain yang dianggap sekutu bagi Allah Ta’ala.
Dan ketika seorang muwahhid (orang-orang yang menjaga tauhid) mengucapkan dan melantunkan kalimat Tauhid itu, maka seharusnya ia meyakini dua hal yang menjadi tujuan dari kalimat suci tersebut.
Apa dua tujuan itu? Tujuan pertama adalah menegakkan yang haq dan membersihkan yang bathil. Sebab, makna yang sesungguhnya dari kalimat la ilah Illallah itu adalah tidak ada yang berhak untuk disembah selain Allah. Sehingga, segala sesuatu selain Allah adalah bathil dan tidak berhak mendapatkan hak-hak ilahiyyah (hak-hak untuk disembah).
Lihatlah bagaimana Rasulullah saw. membersihkan Jazirah Arab dari kotoran-kotoran dan kekuasaan thoghut dan patung-patung sesembahan. Ingatlah bagaimana batu besar saat itu yang bernama Hubal yang dikelilingi 360 berhala dihancurkan oleh Rasulullah saw. dengan tangan beliau yang mulia pada saat beliau memasuki kota Makkah dengan penuh kemenangan, seraya mengulang-ulang firman Allah:“Dan Katakanlah (wahai Muhammad) telah datang Al-Haq dan hancurlah yang bathil. Sesungguhnya yang bathil itu pasti hancur.” (Q.S. Al-Isra’: 81)
Tujuan yang kedua adalah untuk mengatur dan meluruskan perilaku manusia agar selalu dalam lingkaran Tauhid yang murni kepada Allah yang terpancar dari kalimat Tauhid. Agar semua tindak-tanduk manusia dilandasi oleh keyakinan bahwa Allah-lah satu-satunya Tuhan Yang Maha Kuasa.
Agar kalimat Tauhid itu dapat “berhasil guna” dalam mengatur perilaku manusia maka ada tujuh syarat yang harus dipenuhi, yaitu: al-’ilm (mengetahui) maknanya yang benar, al-yaqin (meyakini) kandungan-nya tanpa ada keraguan, al-ikhlas (ikhlas) tanpa ternodai oleh syirik, ash-shidq (membenarkan) tanpa mendustakannya, al-qabul (menerimanya) dengan penuh kerelaan tanpa menolaknya, tunduk pada konsekwensi kalimat Tauhid (al-inqiyad), dan semua itu harus dilandasi dengan al-mahabbah (cinta) kepada Allah swt.
Bila ketujuh syarat tersebut telah terpenuhi maka insya’Allah seluruh ibadah dan amal kita akan selalu terhiasi dan diterangi oleh kemurnian Tauhid.
Sehingga, semuanya dikerjakan hanya karena Allah, tidak ada lagi permintaan tolong selain kepada Allah, tidak ada lagi tawakkal kecuali kepada Allah, tidak ada lagi pengharapan dan rasa takut selain kepada Allah, tidak ada lagi kekuatan selain pertolongan Allah swt. Dari sinilah, seorang muwahhid akan merasakan dari lubuk hatinya yang terdalam bahwa segala sesuatu selain Allah adalah lemah dan tidak berdaya.
Maka ia tidak lagi takut kebengisan dan kekuatan para makhluq, tidak lagi terpedaya oleh kilau duniawi, dan baginya tidak mungkin ada yang dapat manandingi Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apapun yang dikehendaki Allah swt. Sehingga baginya bergantung kepada selain Allah adalah suatu kelemahan dan berharap kepada selain Allah adalah sebuah kesesatan: “Dan bagi Allah-lah segala hal ghaib yang ada di langit dan di bumi, dan kepadaNya-lah segala perkara dikembalikan.” (Q.S. Hud: 123).
Dari sini jelaslah perbedaan yang sangat jauh antara seorang muwahhid  dengan seorang musyrik. Seorang muwahhid adalah orang yang mengetahui Dzat yang menciptakannya sehingga ia pun beribadah dan menghamba padaNya dengan sebenar-benarnya.
Sebaliknya seorang musyrik adalah orang yang buta mata hatinya, kehilangan arah dan jauh meninggalkan Dzat yang melimpahkan ni’mat padanya. Na’udzu billah min dzalik.
Sejak dahulu hingga sekarang, begitu banyak manusia yang tersesatkan oleh keyakinan berbilang “tuhan” yang disembah, yang dapat dimintai pertolongan, yang dapat dijadikan sumber hukum dan yang berhak mendapatkan kekhususan-kekhususan ilahiyah.
Dan keyakinan ini adalah sebuah kesesatan yang nyata yang telah diperangi oleh Islam dengan keras. Sehingga, tidaklah mengherankan bila Tauhid yang murni kemudian menjadi syi’ar terpenting Islam yang selalu ada dalam aspek I’tiqad dan amaliyah.
Dan sesungguhnya kemunduran dan musibah-musibah yang selama ini menimpa umat Islam adalah disebabkan mereka tidak lagi memperhatikan syi’ar yang penting ini. Lemahnya ikatan tauhid dalam jiwa-jiwa mereka adalah sebab utama dari berbagai kekalahan kaum muslimin dan kemenangan musuh-musuh mereka yang kita saksikan dalam kurun waktu yang cukup lama.
Banyak di antara kaum muslimin yang tenggelam dalam kebodohan terhadap tauhid ini, sehingga mereka mendatangi penghuni-penghuni kubur, berdoa didepan batu-batu nisannya, meminta pertolongan penghuninya saat susah dan sedih. Bahkan lebih dari itu, seringkali mereka memuji dan mengagungkan panghuni kubur itu dengan ungkapan-ungkapan yang hanya pantas diberikan kepada Allah Rabbul ’alamin.
Dikarenakan lemahnya keyakinan akan pertolongan Allah, banyak di antara kaum muslimin yang kemudian menggunakan jimat dengan menggantungkan di tubuh mereka karena yakin hal itu akan mendatangkan keselamatan dan menghindarkannya dari marabahaya.
Padahal Allah telah menegaskan: “Dan jika Allah menimpakan musibah atasmu maka tidak ada yang dapat menyingkapnya selain Ia, dan jika Ia memberikan kebaikan padamu maka Ia Maha Kuasa terhadap segala sesuatu.” (Q.S. Al-An’am: 17).
Nabi Muhammad saw. pernah melihat lelaki yang mengenakan jimat di tangannya, lalu beliau berkata: “Cabutlah (benda itu) karena ia hanya akan semakin membuatmu lemah/takut. Karena sesungguhnya jika engkau mati dalam keadaan memakainya maka engkau tidak akan beruntung selamanya.” (HR. Ahmad dengan sanad “la ba’sa bih”). Juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad, bahwa Rasulullah saw. Bersabda: “Barangsiapa yang menggantungkan tamimah (jimat) maka sungguh ia telah berbuat syirik.”
Di antara kaum muslimin juga terdapat orang yang terfitnah oleh para tukang sihir dan peramal yang katanya dapat meramal masa depan, padahal Nabi Muhammad saw. yang mulia telah menyatakan: “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun lalu mempercayai apa yang dikatakannya, maka sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan pada Muhammad.” (HR. Abu Dawwud, An-Nasai, At-Tirmidzy, Ibnu Majah dan Al-Hakim).
Semua yang disebutkan di atas adalah sekedar contoh terhadap model-model kesyirikan yang dilakukan sebagian kaum muslimin. Dalam kenyataan sehari-hari kita akan menemukan model-model lain dari perilaku syirik itu dalam berbagai aspek kehidupan kaum muslimin, yang kemudian disadari atau tidak menyebabkan lemahnya keyakinan mereka terhadap kemahabesaran, kemahakuasaan, kemahaperkasaan Allah.
Karena Tauhid mereka lemah, maka merekapun tidak begitu yakin lagi dengan pertolongan Allah, sehingga dengan amat sangat mudahnya musuh-musuh mereka menyebarkan rasa takut lalu mengalahkan mereka.
Dengan demikian telah jelaslah, bahwa rahasia kejayaan kaum muslimin terletak pada sejauh mana mereka menegakkan Tauhid yang murni dalam segala kehidupan mereka. Bukankah kejayaan dan kemengangan itu telah diraih oleh generasi pendahulu ummat ini, ketika mereka telah terlebih dahulu menghujam nilai-nilai Tauhid tersebut ke dalam kalbu mereka?
Bukankah kejayaan dan kecemerlangan itu mereka dapatkan ketika mereka meyakini bahwa misi utama mereka adalah mengeluarkan ummat manusia dari penghambaan kepada sesama makhluk menuju penghambaan hanya kepada Sang khaliq?
Oleh sebab itu, bila kita sekalian bertekad mengulang kembali kesuksesan dan kejayaan generasi As-Salaf Ash-Shaleh itu, maka tidak ada jalan lain selain menapaki jejak mereka; menegakkan kemurnian Tauhid dalam pribadi kita masing-masing. Imam Malik: “Generasi akhir ummat ini tak akan baik kecuali dengan (jalan hidup) yang telah menjadikan baik generasi pendahulunya.”
Akhirnya, semoga kita sekalian terpanggil untuk mengembalikan kejayaan dan kehormatan ummat Islam. Semoga kita sekalian tergugah untuk menebarkan rahmat Islam yang dibangun di atas kemurnian Tauhid ke seluruh penjuru dunia, sehingga terwujudlah kehidupan yang diridhoi oleh Allah saw. Amin ya Rabbal’Alamin. (*)
read more...

Toko Raja Oleh-oleh Palopo; Panen Saat Musim Mudik

Toko Raja Oleh-oleh Palopo
Oleh-oleh sepertinya menjadi menu wajib bagi setiap orang yang akan mudik. Hal inilah membuat toko yang menyediakan oleh-oleh khas Palopo panen pembeli saat musim mudik tiba. Seperti Toko Raja Oleh-oleh yang ada di Jalan Rambutan Kota Palopo.

Laporan: Resky Nur Amaliah Muchlis

Toko oleh-oleh yang terletak tepat di depan perwakilan PO Bintang Prima dan beberapa kantor perwakilan bus angkutan kota dalam provinsi ini menyiapkan beragam oleh-oleh khas Palopo. Mulai dari bagea, souvenir, sampai baju yang berciri khas Palopo dan Tana Luwu.
"Keuntungan penjualan dari oleh-oleh khas ini akan sangat terasa saat musim mudik tiba. Banyak orang yang mau pulang kampung, pasti membawa oleh-oleh untuk keluarganya. Salah satu yang paling banyak laku adalah kue khas Palopo yang terbuat dari sagu, yakni bagea," ujar owner Raja Oleh-oleh Palopo, Jumat 4 Juli 2014.
Untuk awal bulan suci Ramadan ini, omset penjualan toko oleh-oleh ini cenderung berkurang dibandingkan dua pekan lalu, saat menjelang Ramadan tiba. Hal itu dikarenakan masyarakat jarang bepergian, sebab saat ini dalam suasana bulan Ramadan.
"Diperkirakan nanti akan kembali ramai saat hendak lebaran tiba," tandasnya.
Ia mengungkapkan, omset yang didapatkan pada hari pertama Ramadan cenderung berkurang dari dua pekan menjelang Ramadan.
"Berbeda saat awal dua pekan menjelang Ramadan, masyarakat berbondong-bondong bepergian, sehingga mereka membeli kenang-kenangan atau oleh-oleh khas Palopo," ujarnya.
Ditambahkannya, barang-barang banyak diminati masyarakat pada dua pekan menjelang Ramadan, ialah oleh-oleh khas Palopo, berupa bagea', roti, dan baju kaos khas Palopo, utamanya yang bertuliskan Palopo Kota Idaman.
Pada awal berdirinya Toko Raja Oleh-oleh ini sekitar dua tahun lalu, sampai waktu menjelang bulan Ramadan lalu, sangat banyak diminati masyarakat yang ingin mudik, disebabkan terdapat beberapa makanan dan baju yang sulit mereka dapatkan di daerah lain.
Keberhasilannya membangun Toko Raja Oleh-oleh ini juga ditunjang dengan pelatihan kewirausahaan yang telah diikutinya di Bandung sekitar tiga pekan lalu. Sehingga pelatihan itu membuat keterampilan dan kemampuan pemilik toko menjadi lebih berkembang dari sebelumnya.
"Saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada bapak Wali Kota Palopo dan Kadis Koperindag atas kepercayaannya memberikan pelatihan demi pengembangan usaha yang dimiliknya," ujarnya. (*)
read more...

Friday, July 04, 2014

Air dan Cinta

Air dan Cinta. Air, sifat dasarnya adalah mengalir dan mencari tempat terendah. Jika air itu tidak punya sumber mata air yang jelas, atau air itu hanya berasal dari botol yang ditumpahkan, maka ia akan habis dan kering dalam perjalanannya.

Namun jika air itu berasal dari mata air, maka perjalanannya akan lama dan kemungkinan akan terus mengalir sampai membentuk lautan sekalipun, dan akan menciptakan lebih banyak mata air. Sehingga nyaris tidak akan kering sampai semuanya dikeringkan atas keinginan Tuhan dengan berbagai sebab. Bisa seperti menimpakan kemarau panjang sehingga semua kering oleh teriknya mentari.

Begitupun dengan cinta. Jika kita analogikan seperti air, maka cinta yang datangnya dari nafsu, maka waktunya hanya sebentar, hingga dalam perjalanannya akan kering dengan sendirinya oleh panasnya nafsu.

Namun jika cinta itu berangkat dari hati yang tulus tanpa ada keinginan macam-macam, atau sumbernya dari mata air kehidupan, maka cinta itu akan sulit kering dan nyaris tidak akan bisa kering sampai ajal memisahkan. Sebab cinta itu akan mengalir terus menerus sampai membentuk cinta dalam wujud lain.

Maka dari itu, jika merasa mencintai, kenalilah dari mana asal cinta itu. Jika cinta timbul dari ketertarikan fisik, maka boleh jadi itu hanya air yang tumpah dan kemungkinan akan kering saat fisik sang yang dicinta mulai pudar.

Namun jika cintanya bersumber dari hal yang sulit dimengerti, maka bisa jadi itu cinta dari mata air yang akan terus mengalir sampai waktu yang panjang, sampai Tuhan mencabutnya dengan berbagai sebab. Bisa mengeringkannya dengan tidak adanya perhatian, atau cinta itu mengalir ke tempat lain. Namun satu hal yang pasti, air tempat mengalir pertama tidak akan terlupakan begitu saja.

Cinta itu juga tidak selamanya harus memiliki. Cinta itu tidak stagnan. Selalu keluar masuk. Saat diminum, maka akan keluar dalam wajah lain. (*)

For someone...

Balandai, Jumat, 4 Juli 2014, 6 Ramadan 1435 H
read more...

Thursday, July 03, 2014

Melirik Pedagang Buah Musiman di Bulan Ramadan; Disuplai dari Luar, Raih Keuntungan Lumayan

Penjual buah di PNP
Seperti tahun-tahun sebelumnya, bulan suci Ramadan selalu diramaikan oleh para pedagang musiman. Mereka menjamur di sekitaran pasar dan pinggir jalan yang ramai dilewati masyarakat. Keutungan para pedagang ini pun termasuk menggiurkan.

Laporan: Resky Nur Amalia Muchlis

Para pedagang ini tampak terlihat menghiasi sekitaran Pusat Niaga Palopo (PNP), Pasar Tradisional Andi Tadda, dan di pinggir jalan. Dagangan pun beragam yang ditawarkan. Seperti macam-macam buah, jualan takjil, dan pakaian muslim.
Khusus untuk penjual buah musiman, yang banyak adalah buah kelapa, kurma, dan pepaya. Semua buah ini kebanyakan didatangkan dari luar Kota Palopo. Untuk kelapa muda, banyak didatangkan dari Padangsappa, untuk buah pepaya ada yang didatangkan dari Belopa. Sementara untuk kurma, diambil dari Pulau Jawa.
Beragam buah ini dijajakan untuk digunakan masyarakat santapan saat berbuka puasa. Para pedagang ini muncul saat bulan Ramadan.
Salah seorang pedagang buah kelapa yang mangkal di Jalan Mangga, Samsuddin, Rabu 2 Juli 2014, mengatakan, buah kelapan yang dia dagangkan diambil dari Padangsappa. Setiap harinya laku sekitar 60 buah per hari.
Samsuddin menambahkan, buah kelapanya itu dijual seharga Rp5 ribu per biji, dan keuntungan yang diraih pun termasuk menggiukan, sampai sekitar Rp70 ribu per hari.
Sementara seorang pedagang kurma, Umi, mengatakan, kurma dagangannya disuplai dari Pulau Jawa, dengan dijual seharga Rp50 ribu per kilonya. "Kalau masalah keuntungan, yah lumayan," ujarnya.
Pedagang musiman lainnya, yang menjual buah pepaya, Murni, yang menjajakan dagannya di Jalan Mangga, mengatakan, buah pepaya miliknya berasal dari Kota Belopa. "Lumayan per hari laku sekitar 5-10 biji perhari. Keuntungannya bisa sampai Rp50 ribu," tandasnya. (*)
read more...

Wednesday, July 02, 2014

Kota Palopo di Tahun ke-12

Aswar Hasan
Oleh: Aswar Hasan
Ketua KIP Sulsel, Wija To Luwu
(Spesial Hari Jadi Kota Palopo ke-12)

Tidak terasa, usia kepemimpinan Walikota Palopo HM Judas Amir dan Wakil Walikota Akhmad Syarifuddin telah memasuki bulan ke-12 bersamaan dengan ulang tahun Kota Palopo yang ke-12. Adakah ini sebagai sesuatu yang kebetulan? Sebagai orang beriman, kita tentu meyakini, bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja, tanpa sepengetahuan dan seizin sang Maha Pencipta.

Karenanya, kita sejatinya memahami bahwa tidak ada kejadian di alam semesta ini yang terjadi secara kebetulan, karena semuanya terjadi tidak dengan sendirinya, Kecuali atas seizin Tuhan Sang Pencipta yang Maha Pemelihara. Bahkan telah digariskan, bahwa dedaunan pohon takkan jatuh selembar pun, tanpa seizin sang Maha Pencipta. Hanya saja memang, semuanya terjadi melalui sebuah sebab. Penyebab sebuah sebab (cuaca prima) inilah yang menjadi misteri.
Angka 12 mengandung makna yang dalam. Meski pun, misterinya tidak seheboh dengan angka 13 yang oleh masyarakat umum dianggap sebagai angka sial yang selalu dihindari. Padahal, bagi kaum Paganis, terutama bagi Aktifis Premasonry sekte politik militan kaum Yahudi, angka 13  justru dijadikan sebagai angka sakral.
Lantas bagaimana halnya dengan angka 12 dalam kajian semiotik  simbolisme dan makna misterinya? Diantara makna simbol angka 12 adalah dinisbahkan pada jumlah sahabat setia dan pembela Nabi Isa yang disebut kaum Hawariyun.
Kita diberi waktu yang sama, yaitu 12 jam siang hari dan 12 jam malam hari, dan 12 bulan dalam setahun. Dalam sistem pencernaan, kita pun masing-masing memiliki sebuah istilah yang sama, yaitu usus 12. fungsinya, menyalurkan makanan ke usus halus. Dinding usus 12 jari tersusun atas lapisan-lapisan sel yang yang sangat tipis yang membentuk mukosa otot.
Angka 12 juga terdapat dalam sastra Melayu yaitu Gurindam 12. Gurindam 12 merupakan karya sastra Raja Ali Haji, seorang sastrawan yang melegenda asal Melayu yang ternyata nenek moyang keturunannya, berasal dari Tanah Luwu. Ada yang menyebut Gurindam 12 merupakan cikal bakal bahasa Indonesia.
Jadi, secara semiotika komunikasi, angka 12 membawa makna pesan yang penting dan positif. Dengan demikian, Ulang Tahun Kota Palopo yang memasuki tahun ke 12 di bawah kepemimpinan Wali Kota HM Judas Amir dan Wakil Wali Kota Akhmad Syarifuddin yang juga memasuki bulan ke 12, sejatinya dimaknai secara optimis dengan tidak lupa melakukan refleksi atas apa yang telah dilakukan untuk melakukan apa yang belum dilakukan.

TANTANGAN KOTA IDAMAN
Kota Palopo adalah kota yang bersejarah dan budaya dengan potensi ekonomi kreatif berupa home industri, jasa, kuliner,  agro industri, serta atmosfir yang mendukung sebagai kota pendidikan dengan nuansa religius. Kesemuanya itu, memerlukan sentuhan kepemimpinan yang transformatif dengan partisipasi masyarakat untuk maju bersama.
Di samping itu, Kota Palopo berada dalam posisi strategis yang menjadi perlintasan jalur antar kota dan antar provinsi di jalur trans Sulawesi. Penduduknya Multi kultur dalam kohesi budaya yang menjungjung tinggi harmoni dalam keragaman.
Kesemuanya itu, menjadi kekayaan bawaan yang sejatinya menjadi modal dasar yang potensial untuk dikembangkan memajukan masyarakat Palopo untuk lebih sejahtera dan beradab.
Namun, saat ini, masyarakat Kota Palopo bukannya tidak mengalami sejumlah tantangan yang menjadi problematika yang serius untuk segera diatasi. Sebagaimana halnya kota lainnya dalam perkembangannya,  Palopo juga sedang dilanda sejumlah patologi sosial, efek samping  kemajuan pembangunan ekonomi, penyakit birokrasi yang menunggu kesempatan menggerogoti organisasi pemerintahan secara sistematis, serta masyarakat yang gampang tersulut secara anarki karena sudah muak atas dipertontonnya ketidakadilan secara kasat mata. Kesemuanya itu, menjadi tantangan menyata untuk kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palopo dalam rentang waktu pasca 12 bulan ke depan.
Dalam pada itu, maka ke depan, masyarakat Kota Palopo patut berharap untuk menikmati sebuah kota yang yang menjamin penghuninya bisa hidup secara nyaman, baik di ruang privat maupun di ruang publik.
Standar kenyamanan adalah menyangkut tiga hal, yaitu: nyaman secara psikologi, sosial, dan privasi. Kenyamanan secara sosial berhubungan dengan ruang-ruang di kota, seperti jalanan, fasilitas publik, dan sebagainya. Unsur privasi ada pada ranah rumah tinggal masing-masing tanpa merasa terancam atau terusik dari lingkungannya.
Hal lainnya yang juga secara mendasar harus hadir bagi masyarakat Kota Palopo, adalah rasa aman dari gangguan keamanan baik datangnya dari manusia maupun alam. Khusus ancaman dari alam, adalah masih menghantuinya langganan banjir tahunan yang merendam Kota Palopo, yang membuat masyarakatnya tidak bisa berbuat apa-apa, selain pasrah dan tawakkal. Dalam hal ini, mungkin Pemerintah Kota Palopo tak perlu malu dan sungkan untuk belajar ke Pemkab Bantaeng yang sukses mengamankan dan menyamankan warganya dari langganan banjir bandang. Hal tersebut, telah pernah penulis sampaikan secara langsung ke Wali Kota HM. Judas Amir, Mengingat hal tersebut telah pernah penulis diskusikan dengan Bupati Bantaeng, mengingat posisi Kota Palopo memiliki kemiripan dengan Kota Bantaeng.
Hal lainnya yang juga patut untuk mendapat perhatian serius, adalah dengan menjadikan Kota Palopo sebagai Kota Pendidikan. Untuk itu, Kota Palopo perlu Icon perguruan tinggi yang patut dibanggakan dan menjadi Icon pendidikan Kota Palopo. Dalam hal ini, maka relevan untuk mendorong proses penegerian Universitas Andi Djemma.
Hal terakhir, adalah pentingnya keterlibatan Pemerintah Kota dalam merevitalisasi makna dan fungsi Istana Kedatuan sebagi simbol budaya warisan leluhur. Istana Kedatuan hendaknya tidak hanya menjadi simbol wahana seremoni budaya tanpa makna dan wibawa.
Masih banyak hal yang perlu dibenahi untuk menjadikan Kota Palopo sebagai Kota Idaman. Diperlukan kerja keras sekaligus kerja cerdas. Tetapi tidak kalah pentingnya, adalah bagaimana mensyukuri yang sudah ada, dengan memeliharanya, dan meningkatkannya dengan cara bekerja sambil berdoa dengan senantiasa melibatkan serta masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama.Kata tetua kita, Resopa temmangnginggi, namalomo naletei pammase Dewata. Selamat Ulang Tahun Kota Kelahiranku, selamat menyongsong masa depan yang lebih baik. Semoga. (*)
read more...

Tuesday, July 01, 2014

12 Tahun Palopo, 12 Bulan JA

Zulham A Hafid
Oleh: Zulham A Hafid
* Kasubag Humas Pemkot Palopo
(Spesial Hari Jadi Palopo ke-12)

 Ada berbagai macam terobosan dan pendekatan baru yang dilakukan Pemerintah Kota Palopo setahun belakangan ini. Mulai dari penghapusan iuran wajib Komite Sekolah, hingga penerbitan dokumen kependudukan yang tanpa biaya administrasi. Mulai dari pendekatan diskusi, hingga mencoba menciptakan calon-calon musisi.

Inilah wajah Palopo di usianya yang ke-12 tahun. Bertepatan dengan itu, momentum ini juga kita peringati sebagai 12 bulan pemerintahan HM Judas Amir-Akhmad Syarifuddin. Banyak capaian positif yang diraih, dan masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.
Dua belas bulan masih sangat singkat untuk mewujudkan semua ide dan visi perubahan.
Palopo memang tidak serta merta hadir menjadi sebuah komunitas urban yang maju. Eksistensi masyarakat yang mendiami Palopo, paling tidak sudah ada sejak abad ke-17 dengan bukti Masjid Jami Tua sebagai monumennya. Masyarakat mengalami proses mengkota, yang dari tahun ke tahun semakin memperlihatkan ciri modernitasnya.

Mengelola Kelas Menengah ke Bawah
Palopo mengalami evolusi dan mengalami arus besar urbanisasi beberapa tahun ini. Peningkatan status menjadi kota otonom menjadi faktor besar terhadap gejala tersebut. Kini, Palopo telah menampung 152 ribu jiwa warga. Hal ini berarti sejak 2005, penduduk Kota Palopo telah bertambah sebanyak 25 ribu jiwa. Jika mau dikomparasikan, jumlah pertambahan penduduk sejak 2006 itu hampir sama dengan jumlah penduduk di Kecamatan Bara saat ini.
Pertambahan jumlah penduduk tersebut memberi dinamika tersendiri kepada kehidupan urban di Palopo. Seiring dengan makin bergairahnya perekonomian di Palopo, lahir pula kelas menengah baru. Kelas menengah baru inilah yang meningkatkan permintaan konsumsi barang dan jasa di Palopo. Mereka juga bekerja pada sektor itu, sektor perdagangan dan jasa, yang kini menjadi motor penggerak PDRB Kota Palopo.
Tantangan yang masih dihadapi saat ini memang masih adanya fakir miskin yang mencapai 6 persen dari total penduduk. Pemerintah Kota Palopo berusaha mengelola kelas menengah ke bawah ini dengan baik. Hal ini penting, agar kelas menengah baru setidaknya mampu survive, dan masyarakat ekonomi lemah keluar dari perangkap kemiskinan.
Oleh karena itu, berbagai program yang berorientasi pada penanggulangan kemiskinan digelontorkan. Sebut misalnya program kesehatan dan pendidikan gratis paripurna. Selain itu, ada pula pembukaan lapangan kerja baru melalui diklat kecakapan hidup melalui KHILAN dan diklat kepelautan.
Pemerintah Kota Palopo sadar bahwa untuk menanggulangi kemiskinan, maka kemudahan akses pendidikan dan kesehatan mutlak diwujudkan. Program pendidikan gratis paripurna menjadi jawaban atas permasalah itu. Demikian pula dengan program kesehatan gratis. Dua program andalan ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat miskin kita agar tidak terlalu berat. Dengan demikian, maka perangkap kemiskinan yang masih dialami 9.000 lebih masyarakat Kota Palopo dapat segera terselesaikan.

Membangun dengan Diskusi
Dalam satu tahun terakhir, Wali Kota Palopo, HM Judas Amir tak terhitung lagi berapa kali menghadiri acara dialog dan seminar. Hal itu dilakukannya karena platform pembangunan Kota Palopo telah diarahkannya dengan pendekatan diskusi-implementatif.
Hasilnya, ada berbagai macam permasalahan yang muncul ke permukaan. Identifikasi masalah di akar rumput terpetakan dengan jelas. Dan kadang, solusi praktis langsung terjawab disitu. Komitmen wali kota dengan diskusi juga terlihat dengan kerapkali bertandang di warung kopi.
Di sana, Wali Kota Palopo menggali isu sembari meluruskan berita-berita yang keliru, yang sering berseliweran di warung kopi. HM Judas Amir menyebut berita keliru itu sebagai berita yang 'tak utuh'. Dia ingin menjadi narasumber pertama bagi pengunjung warung-warung kopi. Di tempat itulah, semua pertanyaan para 'parlemen jalanan' kerap terjawab dengan clear dan 'utuh'.
Kedekatan Wali Kota Palopo juga amat terlihat dengan para insan pers. Sudah sekitar 5 kali, wali kota menggelar jumpa pers dengan para awak media. Isunya beragam, mulai dari penangangan proyek, kesehatan gratis hingga sampai kasus video porno. Semua dijelaskan wali kota dengan amat cair melalui gaya bahasa Palopo 'selatanan' yang kental. Wajar jika insan pers memang menjadi sahabat dan mendapat perhatian wali kota. Menurut penuturan pribadi wali kota, dirinya adalah bagian dari dunia kewartawanan.
Kecepatan dan keterbukaan akses terhadap pemerintahan memang menjadi atensi besar Pemerintah Kota Palopo. Implementasi dari atensi ini ialah dengan dibukanya Saoktae pada pukul 08.00 sampai dengan 09.00 wita setiap paginya.
Warga dapat bertemu dengan wali kota, dan bisa menyampaikan pendapatnya langsung kepada wali kota. Selain itu, wali kota juga menginstruksikan untuk membuka akun informasi pelayanan publik Pemerintah Kota Palopo di media sosial. Sebagai implementasinya, lahirlah akun twitter @HumasPalopo dan fanpage Humas Pemkot Palopo di laman facebook.
 
Menggairahkan Investasi & Kewirausahaan

Keterbukaan, kedekatan dan makin bersahabatnya Pemerintah Kota Palopo dengan masyarakat ini kemudian diikuti dengan kepercayaan dunia usaha atas penyelenggaraan pemerintahan di Kota Palopo. Inilah yang membentuk iklim investasi yang kondusif di Palopo.
Indikasi ini bisa dilihat dengan makin bertumbuhnya investasi di sektor swasta yang mencapai angka Rp 164 Miliar di akhir tahun 2013. Perizinan yang mudah melalui Kantor Pelayanan Terpadu dan Badan Penanaman Modal Daerah juga adalah faktor kunci dalam pencapaian tersebut.
Investasi yang terus bertumbuh ini mendorong pertumbuhan ekonomi mencapai 8,8 persen di tahun 2013. Sektor perdagangan menjadi motor penggerak ekonomi Kota Palopo. Investasi yang semakin bertambah dan pertumbuhan ekonomi yang semakin positif tentu liniear dengan terbukanya lapangan-lapangan pekerjaan yang baru. Dengan tertekannya angka pengangguran yang selama ini masih ada di Kota Palopo, maka hal itu tentu meningkatkan pendapatan masyarakat. Muara dari semua ini adalah dengan berkurangnya kemiskinan di Kota Palopo.
Berbagai program pengentasan kemiskinan memang patut untuk didukung. KHILAN misalnya. Program ini telah mencetak 1.000 wirausahawan baru di Kota Palopo. Pemberdayaan masyarakat yang didominasi perempuan ini memang mujarab meningkatkan produktifitas masyarakat.
Program-program inilah yang menjadikan Pemerintah Kota Palopo kian dekat dengan masyarakatnya. Dengan kedekatan itu, maka dukungan yang besar untuk mewujudkan visi Palopo yang lebih maju sangat diharapkan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami tunggu peranserta warga Kota Palopo. Marilah ikut menjadi bagian dari ikhtiar besar ini. (*)
read more...

Thursday, June 26, 2014

Memulai Investasi Tanpa Melihat Penghasilan

Rayner Tannya, CFP
Oleh : Rayner Tannya, CFP
* Konsultan Keuangan Genius Financial di Palopo.

Kebanyakan orang menunda investasi karena mengira diperlukan uang dalam jumlah besar untuk memulainya. Dan seiring dengan semakin banyaknya kebutuhan dan keinginan, semakin tertunda pula investasi dilakukan. Padahal, investasi penting untuk mempertahankan bahkan meningkatkan gaya hidup di masa mendatang. Investasi merupakan kewajiban bagi mereka yang tidak ingin daya belinya menjadi berkurang di kemudian hari karena tergerus inflasi.

Apabila Anda merasa penghasilan anda pas-pasan untuk menutupi biaya hidup saat ini, coba lihatlah kembali catatan pengeluaran yang terjadi beberapa bulan terakhir. Lakukan efisiensi dengan membuat "anggaran pengeluaran" agar 10% dari penghasilan bisa dialokasikan untuk dana investasi.
Efisiensi dilakukan dengan merevisi rencana pengeluaran yang bersifat kenyamanan. Misalnya, mengurangi jalan-jalan akhir pekan di pusat perbelanjaan dengan tetap berada di rumah bersama keluarga. Kegiatan bersama keluarga di rumah pasti akan lebih menghemat biaya tanpa mengurangi kebersamaan. Penggunaan mobil pribadi bisa diganti menjadi kendaraan umum atau diganti menggunakan motor, sehingga biaya bahan bakar bisa diturunkan.
Biaya listrik pun bisa dihemat dengan penggunaan AC seperlunya, atau menghentikan penggunaan dispenser pemanas air. Cara lain adalah mengurangi biaya makan diluar rumah dengan membawa bekal dari rumah.
Setelah merencanakan penghematan, pola pikir harus diubah dengan menganggap bahwa penghasilan hanya sebesar 90% dari total dana yang diterima setiap bulannya. Anda hanya dapat membelanjakan sebesar maksimal 90% dan sisa 10% merupakan nilai yang harus diinvestasikan untuk membiayai kenikmatan di masa depan.
Setelah siap melakukan penghematan dan menyisihkan dana investasi sebesar 10% dari penghasilan, investasi harus dilakukan sesegera mungkin. Bila dananya masih sedikit, bisa digunakan dengan membeli reksadana yang hanya membutuhkan investasi minimal Rp.300.000.
Lakukan investasi secara berkala dengan memilih reksadana yang dikelola oleh manajer investasi yang tercatat di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Reksadana juga bisa dibeli di sejumlah bank.
Selain berinvestasi di produk keuangan, anda juga bisa melakukan investasi langsung. Bila anda memiliki aset yang bisa diberdayakan, misalnya rumah di lokasi keramaian, dapat dipergunakan untuk membuka usaha, kios, atau warung, atau apapun sesuai kebutuhan di daerah tersebut.
Keuntungan dari investasi bisa dialokasikan kembali ke reksadana, atau instrument investasi lainnya seperti Obligasi Ritel Indonesia (ORI) atau membeli emas. Dengan demikian anda sebagai investor telah melakukan diversifikasi investasi ke pasar modal, sektor riil, dan komoditas (emas). Diversifikasi investasi penting dilakukan untuk meminimalkan risiko.
Filosofi investasi jangan menyimpan telur di dalam satu keranjang harus selalu menjadi pegangan investor. Dana investasi yang dialokasikan investor perlu dievaluasi secara berkala, misalnya setiap tiga bulan sekali.
Selain itu, investor juga harus menetapkan batasan alokasi untuk tiap jenis produk investasi, sesuai dengan profil risiko masing-masing. Panduan untuk mengetahui profil risiko bisa diperoleh di tempat investor membeli produk investasi atau berkonsultasi dengan Perencana Keuangan bersertifikat.
Ketika komposisi portofolio investasi sudah berubah karena nilai salah satu jenis produk menjadi lebih tinggi, maka investor harus melakukan penyesuaian alokasi investasi (rebalancing) agar kembali sesuai dengan profil risiko. Cara ini berguna untuk menekan risiko investasi. Dan selalu ingat pula bahwa investasi untuk jangka panjang, jangan terlalu melihat fluktuasi harga produk investasi yang dibeli. (*)

* Penulis Adalah Praktisi Perencanaan Keuangan Bersertifikat Internasional, CFP (Certified Financial Planner).
read more...