Latest Posts

Wednesday, May 27, 2015

Mendesak Direvisi; Ditemukan Banyak Kejanggalan Dalam Perda Miras Makassar


Para pedagang eceran tradisional minuman beralkohol (minol) hanya bisa pasrah dengan pemberlakuan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2014 tentang Pengawasan dan Pengendalian Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol, di Kota Makassar.


Aparat gabungan saat merazia sejumlah barang dagangan para pedagang ini tak mampu berbuat apa-apa. Mereka menyerahkan saja semua yang ingin disita aparat gabungan polisi dan Satpol PP.
Dengan pemberlakuan Perda nomor 4 tahun 2014 ini, berarti tidak ada lagi pedagang eceran minol. Minol hanya bisa ditemukan di supermarket dan hypermarket, untuk minol yang bisa dibawa pulang. Tidak ada lagi minol boleh dijual di minimarket dan pedagang eceran.
Sementara minol juga hanya bisa ditemukan di bar, hotel bintang 3, 4, dan 5. Juga di pub, karaoke, dan diskotik. Minol yang dijual di sana pun hanya boleh diminum di sana, tidak boleh untuk dibawa pulang.
Masalah minol atau minuman keras (miras) belakangan ini menjadi isu nasional. Sebab pemberlakuan efektif Permendag pada 16 April 2015 ini, mendapat banyak tanggapan dari para pelaku usaha hiburan dan industri minol. Pasalnya, dinilai banyak kejanggalan dan merugikan pelaku usaha.
Begitupun dengan Perda tentang minol di Kota Makassar. Perda inisiatif dewan ini dinilai banyak yang janggal dan bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi.
Melihat banyaknya masalah dan yang dinilai janggal dengan masalah Perda ini, Media Duta Express bekerjasama dengan Lembaga Pelatihan dan Kajian Informasi Publik Tupanrita Makassar, berinisiatif menggelar dialog bersama antara pelaku usaha, Pemkot Makassar, DPRD Makassar, dan menghadirkan pakar hukum tata negara Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo, Prof Dr H Lauddin Marsuni, MH.
Namun sayangnya, tak satupun anggota dewan yang menyempatkan diri untuk hadir. Panitia berharap, agar ketidakhadiran wakil rakyat terhormat tersebut, bukan bentuk lari dari tanggungjawab dari aturan yang telah dibuatnya. Alasan anggota dewan ini melakukan rapat paripurna pertanggungjawabab wali kota, mulai pagi sampai sore, Jumat 17 April 2015 lalu.
Begitupun juga dengan pihak pemkot. Tak satupun pengambil kebijakan yang hadir pada dialog yang bertema 'Mencari Win-win Solution Pengendalian Miras di Kota Makassar' di Grand Clarion and Convention Hotel, Jumat 17 April 2017 lalu.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kota Makassar Ismail Tallu Rahim, hanya mengutus Kabid Pedagangan Muhammad Fadli. Alasannya, karena Kadis ada perjalanan dinas ke Jakarta. Sementara dari Satpol PP hanya diwakil Kaur Opsdal Edward. Tidak ada penjelasan apa-apa kepada panitia perihal ketidakhadiran Kasatpol PP Imam Hud.
Dari dialog yang dihadiri puluhan pelaku usaha tersebut, Prof Lauddin, memaparkan sejumlah kejanggalan dalam Perda Minol inisiatif DPRD Makassar itu.
Tenaga ahli DPRD Sulsel ini menilai, Perda Minol itu banyak bertentangan dengan peraturan atau regulasi yang lebih tinggi. Salah satu peraturan yang jelas bertentangan adalah Permendag RI nomor 20 tahun 2014.
Tenaga ahli Biro Hukum Setda Provinsi Sulsel ini menjelaskan, dalam Permendag RI No 20 tahun 2014 tentang pengendalian dan pengawasan peredaran serta penjualan minuman beralkohol, sudah sangat jelas menyebutkan, jika tidak ada larangan dalam penjualan miras bagi pengusaha ritel dan supermarket.
Hanya saja, lanjut dia, dalam perda No 4 tahun 2014, memberikan larangan kepada pengusaha ritel dan supermarket di Kota Makassar.
"Intinya adalah, pengendalian dan pengawasan miras, bukan pelarangan. Harus diapakan Perda No 4 tahun 2014 ini? Ini dapat direvisi dengan menyesuaikan aturan yang lebih tinggi, supaya ada instrumen pengendalian," jelas konsultan ahli di sejumlah daerah ini.
Menurut Prof Lauddin, para pengecer mestinya juga ikut diakomodir dalam Perda miras tersebut. Sebab, dalam perda yang hanya memberikan kebebasan penjualan di lima tempat seperti hotel, karaoke, bar, pub, dan restoran saat ini tidak efektif.
Hal itu, kata dia, cenderung mematikan para pengecer yang juga punya hak dalam regulasi untuk mengembangkan usahanya, tanpa mengabaikan pengendalian, pengawasan, dan pembatasan bagi mereka.
"Para pengecer termasuk dalam pelaku usaha yang juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD). Kegiatan usaha adalah hak asasi manusia dan sesuai UU RI tahun 1945 Pasal 28 d ayat (1) dan pasal 28 i ayat (2) UUD. Pemerintah harus tetap mengakomodir mereka dalam aturan tanpa mengabaikan pengendalian, pengawasan, dan pembatasan," katanya.
Olehnya itu, kata Prof Lauddin, harus ada solusi yuridis dari pemerintah kota (Pemkot) serta DPRD Makassar sebagai pembuat regulasi. DPRD dapat melakukan revisi terhadap perda No 4 tahun 2014 tersebut dengan tetap memberikan ruang kepada pengecer untuk melanjutkan usaha mereka.
"Ini saya lakukan untuk membela kemanusian. Bukan membela miras. Sebab dengan pelarangan penjualan pengecer tradisional ini, maka akan ada orang yang kehilangan pekerjaannya. Padahal, UU telah menjamin setiap orang berhak melakukan kegiatan usaha, namun tetap harus diawasi, bukan dilarang," tandasnya.
Selain Permendag, Perda ini juga bertentangan dengan sejumlah regulasi yang ada, Prof Lauddin menilai, Perda nomor 4 tahun 2014 tentang Pengawasan dan Pengendalian Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol, di Kota Makassar, tidak singkron atau bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi.
Bukan hanya Permendag 20 tahun 2014, namun ada beberapa regulasi lain yang dikesampingkan dalam Perda tersebut.
Peraturan yang bertentangan dengan Perda nomor 4 tahun 2014, yang dibuat DPRD Kota Makassar, yakni pasal 28 d ayat (1) dan pasal 28 i ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia (hak asasi manusia). Dalam UU ini, pasal 28 d ayat (1), menyebutkan, setiap orang berhak untuk bekerja serta mendapatkan imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja.
Kemudian dalam pasal 28 i ayat (2) menyebutkan, setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap yang bersifat diskriminatif itu.
"Ini berarti, menjalankan usaha adalah hak asasi manusia. Namun perlu ada pengawasan, bukan pelarangan menjalankan usaha," tandasnya.
Selanjutnya, Perda Minol Makassar juga bertentangan dengan pasal 4 huruf a UU nomor 8 tahun 1962 tentang perdagangan barang-barang dalam pengawasan.
Dalam pasal tersebut menyebutkan, bahwa siapapun dilarang tanpa izin melakukan perdagangan barang-barang dalam pengawasan. "Karena miras atau minol termasuk dalam pengawasan, maka tidak boleh menjual tanpa izin. Ini berarti tidak dilarang jika ada izin. Dibolehkan tapi ada prosedur," jelasnya.
Kemudian dalam Perda ini juga melupakan pasal 1 angka 3 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, yang menyebutkan, pelaku usaha adalah setiap orang perseorangan atau badan usaha, baik berbentuk badan hukum maupun bukan badan hukum yang didirikan dan berkedudukan atau melakukan kegiatan dalam wilayah hukum Negara Republik Indonesia, baik sendiri maupun bersama-sama melalui perjanjian menyelenggarakan kegiatan usaha dalam berbagai bidang ekonomi.
"Namun dalam Perda, hanya yang berbadan hukum yang boleh melakukan kegiatan usaha. Padahal dalam UU ini, yang boleh melakukan usaha tidak harus perseroan, tapi juga bisa perseorangan," terangnya.
Selain itu, Perda ini juga bertentangan dengan Peraturan Presiden (Perpres) RI nomor 74 tahun 2013.
"Solusi yuridis yang bisa ditempuh adalah, ajukan revisi Perda nomor 4 tahun 2014 ke dewan. Dan yang kedua, akomodir hak para pelaku usaha kecil, seperti pengecer minol namun dengan pengawasan yang lebih baik," sarannya, memberi solusi.

PELAKU USAHA
Ketua Forum Industri Pariwisata dan Pengecer Tradisional Kota Makassar, Ir Zulkarnaen Ali Naru, menyebutkan, sangat banyak kejanggalan dalam Perda nomor 4 tahun 2014 ini.
Menurutnya, sempat setelah disahkan, Perda Miras yang beredar ke para pelaku usaha masih memakai waktu Indonesia Barat (WIB). Diduga Perda hasil jiplakan alias copy-paste, atau tidak konsistenan penggunaan waktu. Sebab setelah disadari, perda yang berdar itu kemudian ditarik lalu diganti dengan Wita (Waktu Indonesia Tengah).
"Kemudian, pedagang pengecer minol tradisional tidak pernah dilibatkan selama dalam pembahasan. Padahal mereka yang terkena dampak langsung dari Perda ini. Ini jelas melanggar aturan," tandas Zulkarnaen, yang juga Ketua Asosiasi Usaha Hiburan Makassar (AUHM) ini.
Selanjutnya, sesuai dengan ketentuan pasal 10 ayat (2) dan ayat (3) Perda Miras ini, yang terkait masa berlaku SIUP-MB untuk penjual langsung hanya berlaku selama 1 tahun. Padahal di Permendag RI 20 tahun 2014, pasal 24 ayat (1) dan ayat (2), disebutkan SIUP-MB berlaku 3 tahun.
"Pasal 7 ayat (4) Perpres nomor 74 tahun 2014 perihal kewenangan daerah sesuai dengan isi pengaturannya adalah kewenangan dalam menetapkan pembatasan peredaran minuman beralkohol di tempat-tempat sebagaimana disebut pada ayat (1) dan (3) bukan palarangan, tapi hanya pengawasan dan pengaturan. Olehnya, larangan penjualan eceran yang diatur padal 18 Perda nomor 4 tahun 2014, telah melampaui kewenangan yang diberikan dan bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, yaitu Perpres nomo 74 tahun 2014," terangnya.
Pasal 22 huruf f Perda Miras Makassar terkait pembentukan tim terpadu yang melibatkan unsur organisasi keagamaan, ormas, dan LSM, malah akan menimbulkan dampak yang serius. Sebab hal ini seolah memberi mandat tersendiri dan memberikan pembenaran bagi ormas untuk melakukan penegakan hukum sepihak dan main hakim sendiri terhadap pedagang. Padahal, dalam pasal 33 huruf d Permendag 20 tahun 2014, disebutkan tim terpadu hanya dari unsur pemerintah dan keamanan, tidak ada pelibatan ormas atau LSM dan yang lainnya.
Dikatakannya, dampak penghapusan pedagang pengecer minol dalam Perda ini dikhawatirkan akan menimbulkan beredarnya minol oplosan, karena minol sulit ditemukan, sementara sebagian orang minol sudah menjadikan kebutuhan.
"Kemudian juga mengurangi pendapatan daerah, menyebabkan juga pengangguran atau kehilangan pekerjaan bagi karyawan dan pengecer minol," tandasnya.
Mantan jurnalis ini juga menyebutkan, pelarangan pengecer juga berarti membunuh pelaku usaha kecil (pengecer) dan membesarkan pengusaha besar (supermarket dan hypermarket).
"Dengan sulitnya minol ditemukan, maka akan mengurangi kunjungan wisatawan tertentu ke Makassar. Sebab orang-orang tertentu biasanya enggan datang jika tidak ada minol dijual," tandasnya.
Jadi, kata dia, solusinya yang ditawarkan adalah, tetap mengakomodir 20 pengecer tradisional yang tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kota Makassar. Mereka inilah yang diawasi ketat. Jika melanggar, cabut izinnya, dan jangan keluarkan aturan baru lagi. Kalau 20 pengecer ini melanggar, maka tidak usah lagi ada pengecer.
"Memang ada 150 lebih pengecer yang pernah ada. Tapi setelah kami survei, hanya ada 20 yang pantas. Selainnya, ada yang dekat dengan sekolah, rumah ibadah, dan tempatnya tidak memenuhi syarat," jelasnya.
Sekaitan dengan banyaknya anggapan miras atau minol yang menjadi penyebab kriminalitas, Zulkarnaen membantah hal itu. Menurutnya, minol saat ini bukan penyebab kriminal, sebab tidak ada data yang menyebutkan hal itu. Contohnya, Jalan Nusantara jarang ada kasus kriminal yang diakibatkan semata oleh minol.
Dikatakannya, saat ini pihaknya telah mengajukan ke dewan agar Perda ini segera direvisi. Sebab menurutnya, Perda ini sudah mendesak direvisi. Banyak hal yang janggal. "Kami juga sudah audiens dengan para pemangku kepentingan untuk segera merevisi ini. Sebab idealnya menurut kami, pengecer tidak boleh dimatikan. Cukup diawasi dengan baik, sehingga pendapatan daerah bisa bertambah," ujarnya.

DISPERINDAG: ITU INISIATIF DEWAN
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Makassar dan Satpol PP Kota Makassar, mengaku setuju saja dengan usulan revisi Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2014 tentang Pengawasan dan Pengendalian Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol, di Kota Makassar.
Perda inisiatif anggota DPRD Kota Makassar, mengurangi pendapatan daerah. Sebab ada pelarangan penjualan minuman beralkohol (minol) di tingkat pengecer. Selain itu, mendengar banyak keluhan dari masyarakat pengecer, karena usaha mereka ditutup. Selain dampak lain.
Kabid Pedagangan Disperindag Makassar, Muhammad Fadli, yang mewakili Kadisperindag Ismail Tallu Rahim, pada kesempatan itu, mengaku, jika keluhan pelaku usaha tersebut cukup masuk akal.
"Saya kira apa yang menjadi keluhan pelaku usaha ini adalah benar. Perda ini adalah inisiatif dewan, sehingga kami cukup ikut dengan aturan yang ada. Kalau mau diusul revisi, kami setuju saja," katanya.
Dikatakannya, target PAD yang ditargetkan Disperindag sebesar Rp5,6 miliar tahun ini harus menggenjot dari sektor yang dibolehkan aturan. Ia mengaku, jika penghapusan pedagang pengecer ini jelas mengurangi potensi pendapatan yang ada.
Sementara itu, Kaur Operasional dan Pengendalian Satpol PP Makssar, Edward, pada kesempatan itu juga, mengatakan, jika selama Perda ini belum direvisi, maka pihaknya tetap akan menindak. "Jadi kalau mau ada perubahan, sebaiknya ini direvisi. Sebelum itu direvisi, maka kami tidak ada kompromi," tandasnya.
Saat ini, kata dia, sudah ada 4.076 botol yang disita. Kebanyakan dari penjualan eceran, dan SITU SIUP-nya tidak ada. "Semua yang kami lakukan ini, semuanya berdasar investigasi. Jadi sebelum menggerebek, kami sudah investigasi memang. Jadi mohon maaf kepada para pengusaha ini, karena itulah tugas kami, mengawal Perda," tandasnya.
Ia juga mengaku, masalah minol ini persoalan dilematis. Di sisi lain menuju kota dunia, tapi di sisi lain, kota dunia biasanya ada minol. Ini juga sebenarnya bisa mengurangi investor yang masuk. (up-jy)


>>> Grafis <<<


Mengapa Harus Direvisi?

Dugaan Kejanggalan Perda Makassar

Versi Pelaku Usaha
- Setelah disahkan, Perda Miras yang beredar ke para pelaku usaha masih memakai waktu Indonesia Barat (WIB). Diduga Perda hasil jiplakan alias copy-paste.
- Pedagang pengecer minol tradisional tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan. Padahal mereka yang terkena dampak langsung dari Perda ini.
- Ketentuan pasal 10 ayat (2) dan ayat (3) Perda Miras ini, yang terkait masa berlaku SIUP-MB untuk penjual langsung hanya berlaku selama 1 tahun. Padahal di Permendag RI 20 tahun 2014, pasal 24 ayat (1) dan ayat (2), disebutkan SIUP-MB berlaku 3 tahun.
- Pasal 7 ayat (4) Perpres nomor 74 tahun 2014 perihal kewenangan daerah sesuai dengan isi pengaturannya adalah kewenangan dalam menetapkan pembatasan peredaran minuman beralkohol di tempat-tempat sebagaimana disebut pada ayat (1) dan (3) bukan palarangan, tapi hanya pengawasan dan pengaturan. Olehnya, larangan penjualan eceran yang diatur padal 18 Perda nomor 4 tahun 2014, telah melampaui kewenangan yang diberikan dan bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi, yaitu Perpres nomo 74 tahun 2014.
- Pasal 22 huruf f Perda Miras Makassar terkait pembentukan tim terpadu yang melibatkan unsur organisasi keagamaan, ormas, dan LSM, malah akan menimbulkan dampak yang serius. Sebab hal ini seolah memberi mandat tersendiri dan memberikan pembenaran bagi ormas untuk melakukan penegakan hukum sepihak dan main hakim sendiri terhadap pedagang. Padahal, dalam pasal 33 huruf d Permendag 20 tahun 2014, disebutkan tim terpadu hanya dari unsur pemerintah dan keamanan, tidak ada pelibatan ormas atau LSM dan yang lainnya.


Versi Pakar Hukum Tata Negara
- Bertentangan dengan Pasal 28 d ayat (1) dan pasal 28 i ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia terkait masalah Hak Asasi Manusia (HAM).
- Tidak singkron pasal 4 huruf a UU nomor 8 tahun 1962 tentang perdagangan barang-barang dalam pengawasan.
- Pasal 1 angka 3 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.
- Peraturan Presiden RI nomor 74 tahun 2013.


Tanggapan Disperindag
- Perda itu adalah inisiatif DPRD Kota Makassar.
- Sepakat jika ada yang mengajukan revisi Perda.
- Siap memberikan pelayanan yang sama kepada semua pihak, tanpa membeda-bedakan.
- Mengakui jika penghapusan pedagang eceran minol kurangi pendapatan daerah.


Tanggapan Satpol PP
- Siap menegakkan Perda Miras ini sampai setelah ada perubahan.
- Kalau keberatan, silahkan ajukan revisi ke DPRD.
- Seluruh tindakan penggerebekan berdasar investigasi.


Dampak penghapusan pedagang pengecer minol
- Dikhawatirkan akan beredar minol oplosan, karena sulit ditemukan, sementara sebagian orang sudah menjadikannya kebutuhan.
- Mengurangi pendapatan daerah.
- Pengangguran atau kehilangan pekerjaan bagi karyawan dan pengecer minol.
- Membunuh pelaku usaha kecil (pengecer) dan membesarkan pengusaha besar (supermarket dan hypermarket).
- Akan mengurangi kunjungan wisatawan tertentu ke Makassar.
- Miras atau minol saat ini bukan penyebab kriminal, sebab tidak ada data yang menyebutkan hal itu. Contohnya, Jalan Nusantara jarang ada kasus kriminal yang diakibatkan semata oleh minol.


Solusi yang ditawarkan
- Ajukan revisi Perda nomor 4 tahun 2014 ke dewan.
- Akomodir hak para pelaku usaha kecil, seperti pengecer minol namun dengan pengawasan yang lebih baik.
- Asosiasi mengajukan hanya mengakomodir 20 pengecer yang tersebar di seluruh kecamatan di Kota Makassar. Sehingga pengawasannya lebih gampang.


*( Sumber: Diolah dalam berita

read more...

Saturday, May 09, 2015

Perda Miras Sebaiknya Hanya Memperketat, Bukan Melarang

Suasana Dialog Miras yang digelar Media Duta di Hotel Clarion Makassar

Masalah minuman beralkohol (minol) adalah masalah yang kompleks. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian orang sudah menjadikannya kebutuhan sehari-hari. Minol juga tidak dilarang dijual di Indonesia, hanya saja termasuk dalam barang-barang pengawasan. Hanya yang perlu dilakukan adalah pengawasan ketat terhadap peredarannya.

Pada edisi kali ini, redaksi mengangkat topik utama terkait masalah aturan pengendalian minol atau miras di Kota Makassar.

Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2014 tentang minol di Kota Makassar banyak menuai protes, utamanya dari kalangan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini menjual eceran minol. Sebab dalam Perda ini, pengecer tradisional dilarang menjual lagi. Tapi hanya dibolehkan dijual dan diminum langsung di lima tempat, yakni hotel berbintang 3, 4, dan 5, pub, karaoke, diskotik, dan cafe.

Hal ini tentu mendapat perlawanan dari para pelaku usaha kecil, yang mengecer minol namun tetap diawasi ketat aparat.

Kami ingin menegaskan, bahwa kami bukan membela minol atau membiarkan minol ini dijual bebas tanpa pengawasan, tapi setidaknya membela pelaku UMKM ini. Karena dengan pelarangan ini, maka mereka akan kehilangan pekerjaan dan penghasilannya sudah pasti berkurang. Ibarat sudah kecil ditindis pula. Hanya pengusaha besar yang dibolehkan menjual, sementara pelaku usaha kecil dilarang.

Kami sepakat dengan apa yang diutarakan Prof Lauddin Marsuni, bahwa ini bukan membela minol, tapi demi keadilan dan kemanusiaan.
Selain itu, dengan pelarangan pedagang minol ini, maka PAD Kota Makassar akan berkurang dari sektor riil ini. Di tengah pemkot menggenjot PAD Rp1 triliun, kini harus memutar otak lagi untuk mencari sumber PAD yang lain.

Pabrik minol di Kota Makassar setidaknya ada empat pabrik yang aktif beroperasi. Jika mereka tidak punya pengecer, lalu mau dijual kemana. Selain itu, para pelaku usaha mengkhawatirkan, sulitnya diperoleh minol ini, akan berdampak pada munculnya minol oplosan, yang dampaknya akan jauh lebih besar. Bahkan sampai menghilangkan nyawa orang.
Kemudian, tidak adanya minol yang dijual eceran, juga dikhawatirkan akan memicu masuknya minol dari daerah lain yang dijual dengan sembunyi-sembunyi alias ilegal. Ini jelas merugikan kota.

Pada dialog yang kami gelar di Hotel Clarion, 17 April lalu, solusinya adalah perda minol Makassar harus direvisi. Sebab selain merugikan pelaku usaha kecil, juga banyak kejanggalan dan bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi.

Perda nanti ini, diharapkan agar bisa mengakomodir pengecer tradisional, tapi dengan catatan izin penjualan itu harus diseleksi ketat. Tidak boleh dekat dengan sarana pendidikan, masjid, dan tempatnya harus 12 meter persegi, sebagaimana diatur dalam Permendag 20 tahun 2014. Juga minol harus disimpan terpisah dari barang jualan lainnya. Sebaiknya bukan melarang, tapi memperketat pengawasan dan pemberian izin menjual.

Selain itu, tentunya semoga tidak lagi ada poin-poin yang bertentangan dengan aturan yang lebih tinggi. Sekali lagi, kami tidak membela minol, tapi membela kemanusiaan, seperti yang disampaikan Prof Lauddin Marsuni, saat membedah regulasi minol, pada dialog bersama para pelaku usaha hiburan dan pengecer minol di Makassar. Terima kasih. (***)

Edisi April 2015, Tabloid Media Duta Express
read more...

Wednesday, May 06, 2015

Anak Jokowi Pengikut Illuminati?

Mural Illuminati terpajang menghiasi kafe milik
anak Presiden Jokowi di Solo
Belakangan ini, kafe milik putra sulung Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming, yang bernama Markobar (Martabak Kotta Barat) di Solo, Jawa Tengah, ramai diperbincangkan, utamanya di dunia maya. Pasalnya, kafe yang dibuka April 2015 lalu itu, terdapat simbol penganut atau anggota aliran organisasi rahasia illuminati.

Di kafe tersebut, terdapat mural berupa gambar orang bermata satu yang dikelilingi oleh segitiga. Gambar tersebut identik dengan salah satu organisasi yang menggunakan gambar mata satu yaitu illuminati. Istilah ini juga sering diidentikkan dengan Dajjal.

Hal ini menimbulkan persepsi dan speskulasi di masyarakat. Apakah 'sang pangeran' adalah anggota illuminati? Entahlah, sebab belum ada bukti kongkrit untuk menjelaskan ini. Namun demikian, simbol-simbol itu sudah tampak di kafe miliknya. Entah karena iseng, atau karena hanya pengagum, atau karena memang sudah menjadi anggota organisasi rahasia tersebut.

Lantas apakah makna sebenarnya dari lambang pria bermata satu dan bentuk piramid tersebut? Dikutip dari berbagai sumber, yang dilansir Merdeka.com, simbol piramida dan mata satu disebut-sebut terkait dengan Amerika Serikat. Hal itu disinyalir dari uang USD 1 merupakan simbol Freemason.

Benar tidaknya AS memiliki kaitan dengan Freemason masih menjadi perdebatan hingga kini. Namun, memaknai simbol Piramida dan mata satu pada uang 1 USD, terlihat saat menggambarkan sebuah heksagram di atasnya adalah sebuah anagram yang membentuk kata Mason. Beberapa sumber itu mensinyalir, para pendiri AS juga disebut-sebut sebagai anggota Mason.

Pemakaian Piramida dan mata satu simbol pada uang 1 USD merupakan ide presiden AS saat itu, Franklin Delano Roosevelt. Franklin disebut merupakan seorang Mason level 32.

Kelompok ini percaya di lindugi Tuhan. Simbol mata satu adalah sebuah representasi Mason atas The Great Architect of the Universe atau Tuhan.

Lalu apa itu illuminati? Dikutip dari laman Wikipedia, illuminati adalah bentuk plural dari bahasa Latin illuminatus, yang berarti tercerahkan. Illuminati adalah nama yang diberikan kepada beberapa kelompok, baik yang nyata (historis) maupun fiktif. Secara historis, nama ini merujuk pada Illuminati Bavaria, sebuah kelompok rahasia pada Zaman Pencerahan yang didirikan pada tanggal 1 Mei tahun 1776.

Sejak diterbitkannya karya fiksi ilmiah postmodern berjudul The Illuminatus! Trilogy (1975-7) karya Robert Shea dan Robert Anton Wilson, nama Illuminati menjadi banyak digunakan untuk menunjukkan organisasi persekongkolan yang dipercaya mendalangi dan mengendalikan berbagai peristiwa di dunia melalui pemerintah dan korporasi untuk mendirikan Tatanan Dunia Baru. Dalam konteks ini, Illuminati biasanya digambarkan sebagai versi modern atau keberlanjutan dari Illuminati Bavaria.

Dalam fanpage Facebook, Berbagi Cerita Misteri, diulas sejumlah simbol illuminati dari sejumlah bangunan di Indonesia. Dalam fanpage Facebook tersebut, dijelaskan, para penganut illuminati sangat gencar dalam menyebarkan pengaruhnya ke seluruh elemen masyarakat, dengan berbagai cara mereka lakukan agar manusia masuk dalam genggaman mereka, baik itu melaui simbol - simbol illuminati yang mereka sisipkan dalam berbagai aspek.

Seperti melalui lagu yang mereka buat, melalui film - film layar lebar, maupun kartun untuk anak - anak, dan masih banyak lagi cara yang mereka gunakan untuk menjerumuskan manusia kedalam lembah setan. (***)
read more...

Saturday, May 02, 2015

[Hasil Penelitian] Meski Dianggap Bagus, Animo Aktivis Mahasiswa Menonton Program Acara Apa Kabar Indonesia di tvOne Masih Kurang

Pembawa Acara Program Apa Kabar Indonesia di tvOne/net

ABSTRAK

Aktivis mahasiswa adalah orang yang dianggap cerdas dalam memilah-milah program acara di televisi. Tidak sembarang mengkonsumsi media. Melainkan mereka menonton dengan tujuan yang dianggapnya mampu menopang wawasan keilmuan, dalam artian mendidik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana animo menonton dan persepsi aktivis mahasiswa terhadap program acara Apa Kabar Indonesia di tvOne. Sumber data yang peneliti peroleh adalah dari hasil wawancara langsung dengan informan, yakni aktivis mahasiswa yang berada pada lingkup Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.

Metode yang digunakan adalah metode studi deskriptif kualitatif. Peneliti terjun langsung ke lapangan untuk mengamati dan menggali informasi dari informan yang dianggap penting dan relevan dengan peneltian ini. Jumlah informan yang peneliti ambil adalah sebanyak 13 aktivis dari berbagai organisasi kemahasiswaan yang ada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.
Hasil penelitian ini menemukan, pertama; animo menonton aktivis mahasiswa sangat kurang.

Hal ini disebabkan beberapa faktor, diantaranya mereka mengaku tidak mempunyai televisi di rumah, kesibukan kuliah dan organisasi, bukan acara favorit, dan acaranya terlalu pagi (mereka belum bangun pagi). Kedua; Persepsi, dalam hal ini penilaian dan komentar aktivis mahasiswa terhadap Apa Kabar Indonesia di tvOne, mereka menilai sangat bagus. Karena narasumber yang berkompeten, aktual dan informatif, kemasannya khas dan interaktif, dan yang paling penting adalah dapat memperluas wawasan dan pengetahuan mereka.

Dari kedua hasil penelitian yang ditemukan ini, dapat dikatakan bahwa faktor penilaian, menyukai dan bagus tidaknya sebuah program acara tidak berpengaruh terhadap animo aktivis mahasiswa untuk menonton. Hal itu menunjukkan bahwa dalam penelitian ini menemukan semua aktivis mahasiswa yang menjadi informan mengaku menyukai dan mengatakan Apa Kabar Indonesia  itu sangat bagus. Namun pada keyataannya, sebagaian besar dari mereka jarang menonton. (***)

Nama : Abd Rauf
NIM : 50500106021
Jurusan : Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar
Judul Skripsi : Persepsi Aktivis Mahasiswa Terhadap Program Acara Apa Kabar Indonesia di tvOne (Studi Deskriptif Terhadap Aktivis Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar)

read more...

Thursday, April 30, 2015

Miliaran Diduga Bocor, Ditengarai Mengalir ke Mafia Parkir


Masalah perparkiran di Kota Makassar ibarat gunung es. Masalah yang tampak ke permukaan hanyalah sebagian kecil. Ditengarai banyak penyimpangan dalam masalah perparkiran di Kota Makassar ini. Mulai dari tarif parkir yang menyalahi Peraturan Daerah (Perda), sampai pada maraknya parkir liar, yang diduga ada mafia parkir di belakangnya.

Setumpuk masalah perparkiran di Kota Makassar. Mulai dari persoalan ketidaktertiban parkir, sampai adanya dugaan mafia parkir dan kebocoran pendapatan daerah dalam sistem perparkiran yang dikelola Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya.
Pengamat perkotaan dan pemerintahan dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Aspiannor Masrie, menilai, banyak sekali masalah perparkiran di Kota Makassar ini.
Untuk itu, ia berharap, agar lelang direksi PD Parkir ini, adalah betul-betul orang yang mampu memberikan solusi atas permasalahan ini.
Sebab menurutnya, direksi PD Parkir saat ini tidak mampu memecah masalah parkir di Kota Makassar. Menurutnya, direksi PD Parkir saat ini tidak bekerja dengan baik. Ia tidak mampu menerapkan aturan parkir di Kota Makassar.
"Masalah parkir ini sangat banyak di lapangan. Salah satunya adalah masalah tarif parkir. Dalam Perda ditetapkan hanya Rp1.000, tapi di lapangan sudah Rp2.000 untuk motor. Belum lagi masalah parkir liar, yang diduga dimanfaatkan mafia parkir yang merampok pendapatan daerah lewat parkir ini," tandasnya, kepada Media Duta Express, saat dihubungi, Minggu 22 Maret 2015.
Akademisi Unhas ini memperkirakan, ada miliaran rupiah per bulan pendapatan daerah yang bocor dari parkir ini. Uang yang bocor tersebut dinikmati mafia parkir di Kota Makassar.
"Untuk itu, dengan lelang jabatan direksi Perusda ini, PD Parkir nanti kami harapkan adalah orang yang benar-benar berani dan mampu memberantas mafia parkir dan menjalankan tarif parkir sesuai dengan Perda," harapnya.
Menurutnya, di PD Parkir, dibutuhkan orang-orang kuat dan berani menerapkan Perda dan memberantas mafia, untuk menjadi direksi nanti. Ia merasa prihatin akan masalah parkir ini.
"Ada sekitar miliaran bocor per bulan untuk parkir yang dikelola PD Parkir. Itu belum termasuk perparkiran yang tidak dikelola. Tapi parkir yang dikelola mafia atau preman. Mereka ini merampok daerah sebenarnya," tandasnya.
Aspiannor kemudian bercerita, pernah suatu malam, saat singgah di salah satu rumah makan. Dirinya melihat ada seseorag yang menjemput uang setoran dari tukang parkir itu kepada orang yang diduga bukan dari PD Parkir.
"Saya tanya tukang parkir itu, katanya ia menyetor Rp73 per hari. Jadi ini baru satu rumah makan. Kalau dikali banyak, ini kan luar biasa. Memang sangat besar kebocorannya. Direksi sekarang ini tidak mampu dan tudak cukup berani untuk memberantas mafia parkir ini, yang rata-rata preman. Ini kan sama saja merampok PAD," tandasnya.
Ia memperkirakan, hampir 3/4 bocor uang parkir itu bocor. Hanya 1/4 yang disetor. Bayangkan saja, yang pakai karcis saja sudah setengahnya dia ambil. Sebab dalam Perda hanya Rp1.000, tapi tarif parkir dikenakan Rp2.000 per motor. "Itukan sudah setengahnya dia ambil. Ini belum lagi yang tidak pakai karcis," ucapnya.
Masalah parkir ini memang sudah banyak dikeluhkan masyarakat. Sebab para juru parkir (jukir), banyak juga yang tidak memperlihatkan karcis parkirnya, dan tarifnya naik 100 persen dari Perda yang ada.
Seperti yang dikeluhkan salah seorang pengendara sepeda motor, Kamal. Ia mengeluhkan karena di karcisnya hanya Rp1.000 tapi dimintai Rp2.000.
“Berapakah sebenarnya biaya parkir motor. Kenapa kalau dikasi uang Rp2.000 tidak pernah ada kembaliannya. Padahal, setau saya, belum ada aturannya kalau biaya parkir itu naik sampai Rp2.000,,” keluhnya.
Melihat hal itu, Pemkot Makassar, melalui PD Parkir Makassar Raya, diharapkan bisa melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap jukir di lapangan. Direksi harus menegakkan aturan tarif parkir sesuai dengan Perda yang ada.
Selain itu, PD Parkir juga diharap terus berupaya melakukan penertiban jukir liar. Mereka selain mematok tarif secara sepihak, beberapa jukir di sejumlah tempat-tempat resmi juga tidak dilengkapi oleh tanda pengenal, seperti rompi dan kartu resmi dari PD Parkir, sebagaimana yang diatur dalam SK Walikota nomor 935 tahun 2006 serta Peraturan Daerah (Perda) Nomor 17 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Parkir Tepi Jalan Umum Dalam Daerah Kota Makassar.
Terkait masalah ini, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Adi Rasyid Ali, mengatakan, banyaknya jukir liar itu, lantaran sistem pengawasan di PD Parkir tidak berjalan baik.
Menurutnya sesuai ketentuan yang berlaku dalam Perda, jukir diwajibkan menataati ketentuan jasa dan tarif parkir yang berlaku, termasuk pememberian karcis parkir kepada pengguna tempat parkir.
“Direksi bertanggung jawab melakukan pembinaan, baik kepada jukir maupun pengguna tempat parkir itu sendiri. Sejauh ini belum ada keputusan resmi terkait penetapan tarif parkir kendaraan bermotor. Sampai hari ini parkir motor masih Rp1.000 dan mobil Rp2.000. Tapi faktanya di lapangan ada oknum jukir menetatapkan tarif sepihak. Ini terindikasi pidana,” jelas ARA, sapaan akrab Legislator Demokrat dua priode itu.
ARA juga melihat indikator lain soal penetapan sepihak tarif parkir. Antara lain, adanya faktor pembiaran oleh pengguna jasa parkir membayarkan Rp2.000, karena edaran pecahan uang Rp1.000 sudah mulai berkurang.
Faktor lain, karena adanya paksaan dari jukir itu sendiri, serta minimnya penindakan dan sosialisasi pihak terkait soal aturan tarif parkir.
“Kalau memang kondisinya karena uang pecahan Rp1.000 itu sudah langka, maka harus ada kebiajakan untuk penyesuaian tarif parkir roda dua. Tapi kalau kajianya tarif parkir Rp1.000 masih rasional, maka pengguna lahan parir harus membiasakan diri menyediakan pecahan uang Rp1.000. Saya yakin jukir itu tidak menolak, karena sebenarnya mereka paham berapa tarif parkir yang ditetapkan dalam Perda,” jelasnya.
Dari data PD Parkir saat ini, jumlah jukir resmi di Makassar mencapai 1.200 orang. Mereka beroperasi di 940 titik parkir Kota Makassar, di luar jumlah tersebut maka liar.
Menanggapi banyaknya masalah parkir Kota Makassar di lapangan, Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Parkir Makassar Raya, Aryanto Dammar, mengaku selama ini, dirinya senantiasa turun melakukan pembinaan ke para juru parkir (jukir) di Kota Makassar.
Aryanto menyebutkan, jika masalah adanya tarif parkir yang dikenakan melebihi dari aturan yang ada, ia mengaku jika hal itu sudah pungli. Untuk itu, pihaknya mengaku akan terus turun ke para jukir untuk melakukan pembinaan kepara mereka.
Namun 2014 silam, Aryanto pernah berjanji akan menerapkan program kartu Karcis Bebas Parkir.
Karcis Bebas ini berfungsi sebagai pengganti uang tunai biaya jasa parkir kepada Jukir yang rencananya diberlakukan tahun 2015.
Kartu ini dinilai dapat memperkecil dan mematikan jukir liar yang berdampak negatif ke PD Parkir Makassar.
Selain itu dapat menghindari terjadinya pungutan dan omset dana jasa parkir lebih transparan, terstruktur, dan mencegah terjadinya tindak kriminal seperti yang dikeluhkan beberapa warga kota Makassar. (jy-up)


Dugaan Masalah di Parparkiran

- Dugaan pungli Rp1.000 per karcis, di karcis parkir dan sesuai Perda hanya Rp1.000 untuk motor, tapi jukir mamatok harga Rp2.000 per motor.
- Aspainnor Masrie memperkirakan sampai miliaran per bulan kebocoran uang parkir.
- Ia juga menduga ada permainan mafia parkir di tempat yang tidak dikelola pemerintah.
- Akademisi dan DPRD berharap Direksi PD Parkir lakukan pembinaan kepada jukir.
- Diharap PD Parkir yang baru nanti berani dan mampu memberantas semua masalah perkiran.
- Direktur PD Parkir Makassar Raya mengaku telah rutin turun, namun diakui jika memang banyak yang nakal.

read more...

Tuesday, March 31, 2015

Proposal Business Plan Jasa Reseller Domain and Hosting (Web Hosting, Web Design, and Domain)


PROPOSAL BUSINESS PLAN
JASA RESELLER DOMAIN DAN HOSTING
(WEB HOSTING, WEB DESIGN AND DOMAIN)

A. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi pada saat ini khususnya teknologi internet telah mengalami perkembangan yang begitu pesat, tidak menutup kemungkinan banyak potensi dan peluang yang dapat dimanfaatkan. Sekarang ini, pemanfaatan teknologi informasi tidak sekedar sebagai fasilitas suatu perusahaan untuk menjalin hubungan dengan relasinya tetapi juga dapat memberikan kesan baik dan profesionalisme sebuah kinerja perusahaan.

Adanya website dan begitu banyaknya komunitas bloger mulai membuat banyak peluang untuk melakukan bisnis di dunia maya. Banyaknya instansi-instansi pemerintah, instansi swasta, organisasi dan individu dalam arti para bloger membuat peluang bisnis di dunia maya begitu menjanjikan. Hal tersebut dikarenakan masih sedikit dan jarangnya kemampuan para pengguna internet untuk memanfaatkan bisnis dalam dunia maya sehingga dipastikan membutuhkan orang-orang yang berpengalaman dalam memberikan jasa pelayanan dibidang pembuatan web beserta desainnya.

Pengguna teknologi informasi khususnya di bidang internet semakin meningkat setiap waktu. Banyaknya kaum bloger yang ingin menuliskan idealisme-idealismenya dan menunjukkan kepada khalayak umum tentang pemikiran, interesting, hingga membuat komunitas-komunitas untuk menyatukan visi dan misi membuat kebutuhan akan web sebagai media penghubung sangat penting. Hal ini kami lihat sebagai sebuah peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Setiap orang yang membutuhkan web yang akan mencari jasa layanan web hosting dan domain untuk memenuhi keinginan mereka. Jika kemampuan mereka dalam desain hingga mengatur blog belum mumpuni maka akan membutuhkan jasa desain web untuk mengatasi hal tersebut.

Bagi perusahaan swasta dan instansi keberadaan web akan banyak membantu dalam berbagai kebutuhan seperti memperlihatkan profil dan latar belakang perusahaan atau instansi, pemasaran produk, jumlah kapasitas teknologi yang dimiliki perusahaan atau instansi, jumlah informasi yang akan dipublikasikan kepada khalayak umum akan mempengaruhi perkembangan dari perusahaan atau instansi tersebut.

Peluang yang besar dalam bisnis ini akan membantu berbagai pihak dalam hal informasi dan pemasaran. Bagi para pemilik UKM yang ingin memasarkan produknya hingga luar negeri agar lebih banyak dikenal orang sehingga membutuhkan media web sebagai salah satu cara untuk mempromosikan produknya.
Oleh karena kebutuhan akan layanan penjualan domain, hosting, dan web design semakin meningkat seiring kemajuan bidang teknologi informasi maka wirausaha ini layak mendapat perhatian untuk dapat dikembangkan.

B. Analisis Produk
Produk yang menjadi pilihan dalam bidang usaha jasa ini antara lain:

1. Pembuatan Web dan Design Web
Untuk instansi, perusahaan, organisasi, UKM hingga blogger yang ingin memiliki website dapat memesan sesuai dengan keinginan sehingga kami selaku web developer dapat memberikan layanan sesuai yang diinginkan. Selain sebagai web developer kami juga memberikan jasa pembuatan design web.

2. Sewa Domain dan Hosting.
Domain atau biasa disebut dengan Domain Name atau URL adalah alamat unik di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah website, atau dengan kata lain domain name adalah alamat yang digunakan untuk menemukan sebuah website di dunia maya. Contohnya http://www.tomalolo.net. Nama domain diperjualbelikan secara bebas di internet dengan status sewa tahunan. Setelah Nama Domain itu terbeli di salah satu penyedia jasa pendaftaran, maka pengguna disediakan sebuah kontrol panel untuk administrasinya.

Jika pengguna lupa/tidak memperpanjang masa sewanya, maka nama domain itu akan di lepas lagi ketersediaannya untuk umum. Nama domain sendiri mempunyai identifikasi ekstensi/akhiran sesuai dengan kepentingan dan lokasi keberadaan website tersebut. Contoh nama domain ber-ekstensi internasional adalah com, net, org, info, biz, name, ws. Contoh nama domain ber-ekstensi lokasi Negara Indonesia adalah :

.co.id : Untuk Badan Usaha yang mempunyai badan hukum sah.
.ac.id : Untuk Lembaga Pendidikan.
.go.id : Khusus untuk Lembaga Pemerintahan Republik Indonesia.
.mil.id : Khusus untuk Lembaga Militer Republik Indonesia.
.or.id : Untuk segala macam organisasi yand tidak termasuk dalam kategori “ac.id”,”co.id”,”go.id”,”mil.id” dan lain lain.
.war.net.id : untuk industri warung internet di Indonesia.
.web.id : Ditujukan bagi badan usaha, organisasi ataupun perseorangan yang melakukan kegiatannya di World Wide Web.

Web Hosting dapat diartikan sebagai ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan berbagai data, file-file, gambar, video, data email, statistik, database dan lain sebagainya yang akan ditampilkan dalam website tersebut.

Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya web hosting yang disewa/dipunyai, semakin besar web hosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam website. Web Hosting juga diperoleh dengan menyewa. Pengguna akan memperoleh kontrol panel yang terproteksi dengan username dan password untuk administrasi websitenya.

Besarnya hosting ditentukan ruangan harddisk dengan ukuran MB (Mega Byte) atau GB (Giga Byte). Lama penyewaan web hosting rata-rata dihitung per tahun. Penyewaan hosting dilakukan dari perusahaan-perusahaan penyewa web hosting yang banyak dijumpai baik di Indonesia maupun Luar Negeri. Lokasi peletakan pusat data (datacenter) web hosting bermacam-macam. Ada yang di Jakarta, Singapore, Inggris, Amerika, dll dengan harga sewa bervariasi.

3. Transfer, Perpanjangan dan Parkir Domain
Untuk pelanggan yang telah memiliki domain dan hosting dapat melakukan transfer ke penyedia jasa hosting lain maupun dari penyedia jasa hosting lain untuk menjadi pelanggan jasa kami. Hal ini disebut sebagai transfer domain atau hosting.
Bagi para pelanggan yang masa aktif domain dan hostingnya telah habis dapat melakukan perpanjangan dengan sistematika yang ada pada web usaha kami. Perpanjangan domain dan hosting dapat dilakukan sesuai tingkat materi pelanggan sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Layanan parkir domain dapat dilakukan pelanggan agar domain miliknya tidak di lelang bebas sehingga saat masa aktif domain habis dan belum memiliki biaya untuk memperpanjang dapat melakukan parkir domain. Keunggulan dari produk kami dibandingkan produk lain yang sudah beredar di pasaran adalah dengan memberikan kemudahan dalam pengaksesan teknologi ini karena server yang handal. Server ini yang akan melayani kebutuhan akan kapasitas serta kecepatan akses dalam mengeksplorasi web pelanggan. Selain itu terdapat demo c-panel yang akan memberikan informasi tentang penggunaan dan pemanfaatan c-panel sehingga lebih memudahkan konsumen menggunakannya.

4. VPS Hosting
VPS hosting adalah Virtual Private Server. Dimana server disewakan kepada pihak tertentu dengan brand yang mereka bawa sehingga pelanggan dapat membeli hosting kepadanya dengan demikian dapat meningkatkan pula pendapatan pada server utama.

5. Bikin Website Otomatis
Bikin Website adalah sebuah CMS yang dibuat untuk membantu mereka yang ingin membuat website tapi tidak memiliki kemampuan untuk membuat website dari nol atau tidak memiliki modal besar untuk menyewa programmer untuk membuatkan website mereka. Fitur website ini antara lain dapat membuat website toko online, website sekolah, website personal, website official, website portal berita sampai pada website pemasaran. Mereka yang menggunakan fasilitas ini nantinya akan membayar setiap bulan sesuai dengan paket yang diambil.

C. Analisis Pasar
Pasar internet untuk desain, hosting web dan domain di Indonesia masih memiliki potensi yang besar. Pengguna internet Indonesia yang masih di kisaran angka 30 persen pada tahun 2008 memiliki potensi besar untuk wirausaha di bidang desain, hosting web dan domain. Konsumen utama pengguna jasa domain dan hosting umumnya rata-rata usia 15 – 40 tahun untuk orang Indonesia dan 13 – 50 tahun untuk orang-orang luar negeri sesuai dengan tingkat kebutuhan penggunaan dimana mereka memerlukan layanan hosting dan domain untuk berbisnis, berorganisasi, maupun media komunikasi dan berbagi informasi.

Konsumen hosting dan domain khususnya paling banyak kalangan usia 16 – 30 tahun dengan tidak membedakan gender, tingkat ekonomi dan domisili. Memang secara umum pelanggan jasa ini adalah orang dengan tingkat ekonomi menengah hingga atas dengan di dukung tingkat pendidikan minimum sekolah lanjutan atau sekolah menengah ataupun dengan pengetahuan yang cukup di dunia maya.

Potensi usaha yang begitu menjanjikan dikarenakan pengguna jasa layanan internet di dunia terus meningkat membuat bisnis ini begitu prospektif. Apalagi bisnis di dunia maya tidak terbatas waktu dan tempat. Bisnis dapat dilakukan dimanapun dengan mendapat konsumen dari negara manapun tanpa batas. Target market ada dua macam yakni :

1. Target Offline
Target offline adalah konsumen yang belum memiliki website dan belum memiliki akun web atau blog di dunia maya contohnya UKM, SMA, SMP, SD, perusahaan, toko online, portal berita dan e-learning hingga perusahaan yang akan berkembang sehingga memerlukan layanan dibidang domain, hosting bahkan web design. Untuk takaran UKM, SMA, SMP, SD, perusahaan, toko online, portal berita dan e-learning biasaya menggunakan paket 2 GB dengan biaya sewa Rp. 500.000 (Lima Ratus Ribu Rupiah) Per Tahun.

2. Target Online
Target online adalah konsumen yang telah memiliki akun blog yang masih free (gratis) dimana akun tersebut disediakan oleh web-web yang ingin mendapatkan pengikut yang banyak sehingga dapat menaikkan nilai jual web yang bersangkutan contohnya wordpress.com, blogger.com, blogspot.com, blogsome.com, dll. Selain itu target online juga konsumen yang memiliki akun web dengan brand-brand lain yang membuka jasa domain dan hosting lainnya.

Persaingan di bisnis domain dan hosting memerlukan perjuangan untuk membesarkan “brand bisnis” dengan brand lain yang telah ada dan telah mapan. Namun keuntungan dari persaingan yang ada adalah persaingan tersebut terjadi secara sehat tanpa ada pengaruh dari pihak-pihak ketiga yang coba memanfaatkan persaingan bisnis.

Dengan pengguna internet 30 % dari 220 juta penduduk Indonesia maka peluang pasar yang dapat dimanfaatkan sangat banyak jika dapat merekrut hanya 0,001 % dari 30 % maka dapat dipastikan ada sekitar 660 pelanggan yang terdaftar dalam jasa ini. Perhitungan ini hanya untuk jumlah penduduk di Indonesia dan bagaimana jika brand bisnis ini telah terkenal dan dapat bersaing dengan brand-brand lain di dunia maka dipastikan konsumen akan terus meningkat sesuai tingkat popularitas brand bisnis yang dapat di nilai melalui jumlah pelanggannya.

Jika suatu brand bisnis telah terkenal tentunya dapat menarik banyak sponsor yang ingin tampil dalam web brand bisnis sehingga dapat menambah pemasukan.

Media promosi tentunya ada dua macam berdasarkan target marketnya yaitu :
1. Target Offline
Target offline dapat direkrut dengan cara sosialisali pamplet, pembuatan stiker brand bisnis, hingga mengirim surat-surat kepada instansi atau perusahaan yang hendak di rekrut. Untuk sekolah-sekolah dapat dilakukan dengan mengirim surat atau dengan mendatangi langsung sekolah tersebut dan mensosiaisaikan kepada pimpinan sekolah untuk bergabung.

2. Target Online
Target online dapat di rekrut dengan cara membuat website official yang SEO nya ditingkatkan sehingga mendapat rating yang tinggi di mesin pencari. Dengan cara itu maka setiap orang yang menggunakan mesin pencari web tersebut dengan mengetikkan hal yang berhubungan dengan brand bisnis maka akan direkomendasikan untuk mengunjungi ke alamat brand bisnis. Selain berdasarkan target marketnya tentunya media promosi dapat dilakukan sesuai dengan trend, budaya, hingga kebiasaan konsumen sehingga diharapkan cara-cara promosi yang efektif dan efisien.

Target rencana penjualan satu tahun diperkirakan dapat mencapai hingga 150 pelanggan untuk tahun pertama dan meningkat 50 % dari tahun pertama hingga 225 pelanggan sehingga total dapat mencapai 220 pelanggan tetap untuk tahun kedua baik berupa layanan pembuatan domain, hosting hingga desain web.

Strategi pemasaran yang dilakukan adalah melakukan promosi-promosi dengan memberikan harga yang murah daripada brand-brand lain yang serupa. Selain itu dapat diberikan berupa paket-paket ekonomis sehingga lebih cepat di pilih oleh pelanggan. Pemasangan iklan-iklan pada facebook atau friendster milik teman-teman dapat mempermudah sosialisasi brand bisnis agar lebih dikenal. Selain itu strategi pemasaran dapat dilakukan dengan cara promosi sesuai target marketnya. Selain itu target market yang kami harapkan adalah dengan memanfaatkan media social sebagai salah satu kekuatan marketing.

D. Analisis Produksi
Bahan baku, bahan penolong dan peralatan yang digunakan.
1. Perangkat Keras
a. Perangkat Server (PC Server)
b. Mikrotik RB 450 G
c. Switch HP 8 Port
d. Access Point TP-Link
e. Kabel UTP dan PIN RJ 45
f. UPS
2. Perangkat Lunak
a. Linux Debian
b. WHM
c. Cpanel
d. WHMCS
e. Website E-Commerce
f. Softaculous
g. CMS Website Otomatis (bikinwebsite.co.id)
3. Lain-lain
a. Koneksi internet dengan IP Statis dari Telkom
b. Domain Name

Perangkat lunak, perangkat keras maupun perangkat lain-lain tersebut kemudian dirancang sehingga terbangun sebuah server yang siap digunakan. Langkah awal adalah instalasi server dan instalasi jaringan kemudian melakukan konfigurasi agar server dapat diakses dari internet. Setelah poses tersebut, kemudian langkah berikutnya adalah mengkoneksikan antara server yang dimiliki dengan domain name yang telah dibeli. Kemudian menjadikan domain name sebagai name server baru.

Setelah itu, menghubungkan WHM dan CPANEL serta SOFTACULOUS pada server sehingga para client nantinya akan mudah dalam mengakses server hosting. Langkah selanjutnya adalah membuat website official untuk pemasaran dan WHMCS untuk website jual-beli serta kemudahan konfigurasi domain oleh pelanggan. Setelah semua selesai maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemasaran. Adapun analisis biaya untuk pengadaan server diluar biaya bulanan adalah sebagai berikut :

Perangkat Harga Keterangan
Server XEON Rp.   6.500.000
Mikrotik Rp.      800.000
Switch Rp.      500.000
AP TP-Link Rp.      400.000
Kabel UTP Rp.   1.000.000
PIN RJ 45 Rp.      300.000
UPS Rp.   2.500.000
Website Official Rp.   3.500.000
Domain Name Rp.      130.000
CMS Website Otomatis Rp. 15.000.000
Total Rp. 30.630.000

Selain biaya-biaya di atas, ada beberapa biaya software yang license dapat dibeli one time atau sewa bulanan. Adapun rinciannya adalah sebagai berikut :

Perangkat Bulanan Tahunan One Time Keterangan
WHM / Cpanel Rp.    585.000 Rp. 5.525.000 Not Wajib
WHMCS Rp.    208.000 Not Rp3.250.000 Optional
Softaculous Rp.      32.500 Rp.312.000 Rp1.950.000 Wajib
Internet IP Statis Rp. 2.100.000 Not Not Wajib
Listrik Rp.    500.000 Not Not Wajib

E. Target Konsumen
Target konsumen untuk tahun pertama adalah sebagai berikut :
1. Sewa Domain dan Hosting.
Pelanggan Plan Paket Plan Harga Plan Sub Total Keterangan
UIM 1 Rp. 700.000 Rp. 700.000 Fixed Juli 2015
Spirit Sulawesi 1 Rp. 500.000 Rp. 500.000 Fixed Ags 2015
Website Sekolah 50 Rp. 300.000 Rp. 15.000.000 -
Website Perusahaan 10 Rp. 500.000 Rp. 5.000.000 -
Website Organisasi  5 Rp. 300.000 Rp. 1.500.000 -
Toko Online 15 Rp. 500.000 Rp. 7.500.000 -
Website Personal 50 Rp. 200.000 Rp. 10.000.000 -
Lain-lain 13 Rp. 300.000 Rp. 3.900.000 -
Total 182 Rp.44.100.000

2. VPS Hosting
Plan Pelanggan Plan Harga Plan Sub Total Keterangan
10 3.600.000 Rp. 36.000.000

3. Bikin Website Otomatis
Plan Pelanggan Plan Harga Plan Sub Total
120 Rp. 500.000 Rp. 60.000.000

F. Analisis Keuangan

1. Kebutuhan Investasi
Analisis kebutuhan investasi pengadaan hosting seperti yang dipaparkan sebelumnya adalah Rp. 30.630.000

2. Kebutuhan Bulanan
Kebutuhan bulanan untuk sewa license aplikasi, internet, listrik, honorarium adalah sebagai berikut :
Pembiayaan Harga
WHM / Cpanel Rp.    585.000
WHMCS Rp.    208.000
Softaculous Rp.      32.500
Internet IP Statis Rp. 2.100.000
Listrik Rp.    500.000
Karyawan Customer Service (3 Orang) Rp.  1.500.000
Karyawan Maintenance Server Rp.  800.000
Total Rp. 5.725.000

3. Analisis Penghasilan Tahun Pertama
Total Penghasilan adalah Rp. 140.100.000 dibagi satu tahun adalah Rp. 11.675.000
Total Pengeluaran Investasi Rp 30.630.000 dibagi satu tahun adalah Rp. 2.552.500
Total Pengeluaran Bulanan Rp. 5.725.000 + Rp. 2.552.500 = Rp. 8.277.500
Total Rata-Rata Profit setiap Bulan di tahun pertama adalah Rp. 11.675.000 – Rp. 8.277.500 = Rp. 3.397.500
Ruang lingkup keuangan untuk 3 tahun pertama terlampir.



read more...

Tukin Kemenag Memanas


Rasa kesal dilontarkan salah seorang staf Bimbingan Agama Islam (Bimmas) di Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar. Dengan wajah yang tampak kesal dan kecewa, saat ditemui Media Duta, di Kantor Kemenag Makassar, belum lama ini, ia menuturkan masalah yang dialaminya.

Ia mengaku kesal karena tunjangan kinerja (tukin) yang harusnya masuk ke kantong pribadinya, terpaksa tidak sampai. Sebab, tunjangannya dipotong di bendahara sekitar Rp200 ribu. Padahal tukin tersebut baru pertama kali diterimanya, termasuk pegawai lain. Jumlah tukin itu dibayar satu kali selama enam bulan pada akhir 2014 lalu.
Dengan nada kesal, ia mengaku, tidak tahu menahu alasan pemotongan tukin tersebut. Mimik suara tampak jelas jika ia sangat kecewa, makanya ia mempertanyakan masalah ini.
"Alasan pemotongan untuk tunjangan kinerja ini tidak jelas. Tidak pernah ada penjelasan terkait hal itu. Adapun alasan yang beredar dari mulut ke mulut, dipotong karena alasan untuk bayar listrik. Kalau ini alasannya, sangat tidak masuk akal," tandasnya.
Anehnya lagi, staf yang enggan dikorankan namanya ini, menuturkan, pemotongan tukin ini hanya berlaku bagi pegawai yang ada di seksi Bimmas sampai ke KUA. "Pemotongan yang saya dengar dari rekan-rekan di Bimmas bervariasi. Mulai dari Rp200 ribu sampai Rp500 ribu," bebernya.
Karena merasa haknya dirampas, maka ia memberanikan diri untuk mempertanyakan masalah ini ke pimpinan. Ia mengaku pernah mengkritisi masalah ini. Namun, saat ini dirinya telah dipindahkan. "Mungkin salah satu alasan saya dimutasi karena saya pernah mengkritisi masalah ini," tandasnya.
Masalah yang dikemukakan staf Kemenag tersebut, membuat tim Media Duta tertarik untuk menelusurinya. Beberapa hari kemudian, tim lalu menemui sejumlah pegawai di beberapa Kantor Urusan Agama (KUA) yang ada di Kota Makassar.
Tim kemudian memilih KUA Kecamatan Makassar untuk mempertanyakan masalah yang ada di Kemenag. Di sana tim memperoleh tambahan informasi. Disebutkan, jika selain pemotongan tukin, ada juga dugaan pemotongan biaya Alat Tulis Kantor (ATK) di KUA tersebut.
Ia juga membenarkan adanya pemotongan tukin untuk para pegawai di seksi Bimmas. Menurutnya, alasan pemotongan tukin juga tidak jelas apa alasannya. Namun informasi yang didapat juga untuk bayar listrik.
Saat ditemui Media Duta, di KUA Makassar, ia mengaku jika memang banyak masalah. Dengan muka santai dan nada yang cukup pelan, ia menyebutkan beberapa masalah. Ia membeberkan jika memang banyak masalah pasca pergantian Kepala Kemenag ini. Hanya saja, pegawai dalam internal Kemenag seakan bungkam. Mereka taku bersuara.
"Sebenarnya ada beberapa masalah. Tapi tidak ada yang berani bicara terus terang. Mereka mengeluh tapi takut. Kalau saya sudah tidak ada masalah, karena sudah mau pensiun. Sudah tidak ada beban," bebernya.
Saat berbincang-bincang, sambil diselingi bahasa bugis, ia juga menyebutkan jika ada pemotongan dana Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). Ada beberapa persen yang dipotong. "Ada juga pemotongan SPPD beberapa persen. Tapi saya tidak tahu jelas berapa, orang keuangan yang tau itu," ceritanya lagi.
Media Duta sempat bercerit panjang lebar soal masalah tilep menilep di Kemenag Makassar, dan juga diselingi beberapa masalah lain untuk menghidupkan suasana. Dengan mata menatap keluar ruangan, sumber ini menuturkan berbagai uneg-unegnya. Ia juga menyebutkan, jika pernah lain jumlahnya yang ditandatangani, lain jumlah yang diterima.
Setelah sempat berbincang sekitar 15 menit, Media Duta kemudian pamit untuk pulang. Tim kemudian mengolah iformasi masalah tersebut.
Belum puas informasi itu, Media Duta beberapa hari kemudian, mengunjungi KUA Tamalanrea. Saat sampai di salah satu ruangan di KAU tersebut, pegawai yang ditemui di sana menyambut dengan ramah. Tim kemudian memulai percakapan dengan memperkenalkan diri. Setelah perkenalan, kemudian menjelaskan maksud dan tujuan kedatangan tersebut.
Namun saat mendengar pertanyaan dari Media Duta, sumber tersebut tampak ragu menjawab pertanyaan demi pertanyaan. Ia mengaku tidak tahu pasti masalah tersebut. Ia hanya menyebut, jika kemungkinan yang mengetahui pasti masalah itu adalah orang keuangan.
Saat ditanya masalah ada kabar beredar jika alasan adanya dugaan pemotongan tukin, karena untuk dipakai pembayaran listrik kantor Kemenag, ia menyebut, jika mungkin saja dana untuk listrik yang disiapkan tidak cukup karena listrik belakangan ini, tiap bulan mengalami kenaikan.
"Kalau untuk pembayaran listrik, bisa saja, mungkin karena listrik naik, sehingga anggaran tidak sesuai dengan yang telah dianggarkan," katanya, dengan nada yang datar, dan mimik ragu.
Namun ia mengaku, jika baru beberapa hari itu, pernah inspektorat melakukan pertemuan, yang membahas masalah tunjangan kinerja tersebut, yang harus ditransfer ke rekening pegawai bersangkutan.
Setelah berbincang-bincang beberapa menit, karena tampak ragu menjawab pertanyaan, Media Duta kemudian mengalihkan pembicaraan. Selang beberapa menit berlalu, Media Duta kemudian meninggalkan kantor tersebut.
Guna mendapatkan berita yang berimbang, tim berusaha untuk melakukan konfirmasi kepada Kepala Kemenag Makassar,Drs H Isman Nurdin, SAg, MA, namun menurut penjelasan staf Kemenag, jika Kepala Kemenag melaksanakan ibdah umrah. Sehingga tidak bisa dihubungi.

REAKSI KAKANWIL KEMENAG SULSEL
Melihat masalah adanya dugaan praktek tilep menilep di Kemenag Makassar, Media Duta menyampaikan masalah ini kepada Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Sulsel, H Gazali Suyuti. Mantan Rektor III UIN Alauddin Makassar ini mengaku akan menindak tegas bawahannya jika memang benar terjadi, ada pemotongan hak pegawai di lingkup Kemenag Makassar tersebut.
"Saya sarankan agar dicek dulu kebenarannya kepada bendahara. Apakah benar ada pemotongan atau tidak. Kalau benar ada, untuk apa? Apa alasannya. Ini perlu supaya berimbang," sarannya.
Namun jika benar ada tanpa ada alasan yang benar, dan tidak sesuai aturan, ia berjanji akan menindak dengan tegas siapa saja yang terlibat dalam masalah itu.

PENJELASAN BENDAHARA
Saat dikonfirmasi persoalan tunjangan kinerja yang memanas di internal pegawai Kemenag Makassar, kepada Bendahara Kemenag Makassar, H Saidiman, membenarkan adanya pemotongan tersebut. Namun menurutnya, pemotongan itu adalah untuk pajak penghasilan.
"Memang ada pemotongan, tapi sebenarnya bagi saya itu buka pemotongan, tapi untuk pajak. Pemotongan itu berlaku bagi golongan III dan golongan IV. Bagi golongan III sebesar 5 persen dari total yang diterima, golongan IV sebesar 15 persen. Setahu saya, ini berlaku bagi semua pegawai dan instansi," terangnya.
Ia juga mengakui, jika masalah tunjangan kinerja yang baru pertama kali diterima di Kemenag Makassar ini, belakangan ini memanas dibicarakan. Namun demikian, sampai saat ini belum ada yang pernah menyampaikan langsung masalah ini kepada dirinya, selaku bendahara.
"Ini memang agak memanas di teman-teman pegawai. Tapi belum pernah ada yang menyampaikan langsung kepada saya mengenai hal ini," ujarnya.
Saidiman menjelaskan, mengapa sampai masalah tukin ini terasa di Bimmas, sebab menurutnya, anggaran Bimmas dari pusat kurang. Dirinya mengaku tidak tahu menahu berapa kekurangannya dan mengapa sampai anggaran untuk Bimmas kurang. "Masalah kekurangan itu saya tidak tahu menahu. Itu ukuran pusat," tandasnya.
Sementara itu, mengenai masalah adanya informasi, yang menyebutkan, jika pernah terjadi jumlah anggaran yang ditanda tangani berbeda dengan yang diterima, Saidiman mengaku, dirinya mengeluarkan uang sesuai dengan jumlah yang tertera.
"Kalau mengenai masalah itu, saya keluarkan sesuai dengan yang diteken. Tapi uang itu diantar orang, keluarganya salah seorang pejabat di Kemenag ini. Jadi saya tidak tahu menahu mengapa sampai berbeda yang diteken dengan yang diterima," bebernya. (tim)


==========================================

>>>>>>>>> Grafis


Dugaan Masalah di Kemenag Makassar:
- Dugaan pemotongan tunjangan kinerja antara Rp200 ribu sampai Rp500 ribu per orang
- Dugaan pemotongan SPPD
- Alasan tidak jelas, alasan yang beredar, untuk pembayaran listrik Kantor Kemenag
- Dugaan pemotongan ATK di KUA Makassar
- Tak dapat dikonfirmasi langsung ke Kepala Kemenag Makassar, karena sementara Umrah

Reaksi Kakanwil:
- Janji akan ditindak tegas dan diproses sesuai dengan hukum

Penjelasan Bendahara Kemenag:
- Pemotongan itu untuk pajak, golongan III 5 persen dan golongan IV 15 persen
- Pemotongan pajak sangat terasa di Bimmas karena anggarannya Bimmas dari pusat kurang
- Soal dugaan pemotongan ATK di KUA Makassar, yang dikeluarkan di bendahara sama dengan yang tertera
- Bendahara menyebutkan jika uang ATK KUA itu diantar keluarga pejabat Kemenag

*( Sumber: Diolah dalam berita

read more...

Sunday, March 29, 2015

Wajah Baru Media Duta

Logo baru Media Duta
Sejak Desember 2014 lalu Tabloid Media Duta Express dan portal Media-Duta.Com 50 persen sahamnya dialihkan ke Hj Nunung Dasniar ST, yang sebelumnya dimiliki Syamsiar Syam (Syiar Mano ) sebagai pemilik saham tunggal. Pembagian saham itu membuat manajemen Media Duta Express mengalami perubahan . Mulai dari kantor pusat hingga manajemen.
Hal itu dilakukan untuk pengembangan Media Duta Express kedepannya. Dengan pembagian saham tersebut, diharapkan mampu terkelola secara profesional. Syamsiar Syam atau biasa yang dipanggi Manohara melihat peluang bisnis yang lebih besar jika ada pembagian saham.Sebagai pemilik saham tunggal, Syamsiar mengajak Hj Niar bekerjasama mengelola dan mengembangkan Media Duta hingga ke pelosok nusantara.
Dan diharapkan mampu membawa perubahan dari sisi kualitas, kuantittas, dan bisnis. Persaingan ketat bisnis media, diharapkan Media Duta Express bisa muncul ke permukaan di Kota Makassar dan Sulsel pada umumnya.
Serta senantiasa ingin mencari tampilan dan suasana yang fresh dalam setiap terbitannya. Dengan menyajikan beberapa hal yang dianggap bisa memberikan pengetahuan dan referensi serta inspirasi sesuai dengan taglinenya.
Kami sadari, masih banyak kekurangan dalam setiap terbitan. Sebab banyak kendala yang kami hadapi dalam penyajian informasi. Namun demikian, kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi pembaca.
Berita-berita yang disajikan dalam versi cetak, adalah sebagian adalah dari saripati berita yang disajikan di media online, Media-Duta.com. 
Terkait penyebaran tabloid versi cetak, kami sudah tersebar di wilayah Sulsel. Daerah yang terbesar penyebarannya ada di wilayah Luwu Raya. Sebab, Media Duta Express ini memang lahir pertama di wilayah Luwu Raya, yakni di Kota Palopo.
Dengan perubahan manajemen ini, terus diupayakan mampu bertambah oplahnya.Selain dari sisi bisnis, masalah idealisme juga terus berupaya untuk dipertahankan. Kontrol pemerintah dan memperjuangkan kepentingan orang banyak, berusaha untuk selalu dijunjung tinggi. Wassalam. (***)

Edisi Maret 2015
read more...

Sunday, March 15, 2015

Kajian Tentang Falsafah Cinta

ilustrasi/internet

FALSAFAH CINTA

Dalam buku The Art of Loving, atau Seni Mencinta, Erich Fromm menulis bahwa para manusia modern sesungguhnya adalah orang-orang yang menderita. Penderitaan tersebut diakibatkan karena kehausan mereka untuk dicintai oleh orang lain.

Mereka berusaha keras melakukan apa saja agar dapat dicintai. Anak-anak muda akhirnya terjerumus ke dalam pergaulan bebas karena mereka ingin dicintai dan diterima oleh kawan-kawan sebayanya. Para istri berjuang untuk menguruskan tubuh mereka agar dicintai oleh para suami mereka. Para politisi tidak segan-segan berdusta dan menipu orang agar dicintai oleh para pemilih dan pengikut mereka.

Yang dilakukan oleh manusia modern adalah upaya untuk dicintai, bukannya upaya untuk mencintai. Dalam dunia modern, kita menemukan bahwa semakin keras manusia berusaha untuk dicintai, semakin sering pula mereka gagal dan dikecewakan.

Adalah sangat sulit untuk memperoleh kecintaan seluruh manusia. Kecintaan semacam ini adalah tujuan yang takkan pernah bisa dicapai karena selalu saja ada orang yang membenci orang yang lain. Manusia selalu dikelilingi oleh dua jenis orang; yang mencintai dan yang membenci dirinya.

Oleh sebab itu, manusia modern mengalami gangguan psikologis karena kegagalan untuk dicintai. Buku The Art of Loving mengisahkan para istri yang akhirnya harus mengisi malam-malam mereka dengan tangisan dan penderitaan karena tak kunjung memperoleh cinta suami mereka. Pada satu bagian dalam buku itu, Fromm menulis: "Mungkin sudah waktunya kita beritahu mereka untuk belajar mencintai."

Di dalam buku lain yang berjudul The Mismeasures of Women, atau Kesalah-ukuran Perempuan. Buku ini bercerita bahwa sepanjang sejarah, kecantikan wanita itu diukur bukan oleh wanita itu sendiri, melainkan oleh kaum lelaki. Pernah pada satu masa, yang disebut sebagai wanita jelita adalah perempuan yang bertubuh gemuk. Lukisan-lukisan di zaman Renaissans menggambarkan wanita-wanita telanjang dengan berbagai gumpalan lemak di tubuh mereka.

Pada zaman itu, perempuan berusaha menggemukkan tubuhnya dengan obat-obatan, yang terkadang amat berbahaya, agar dianggap rupawan dan dicintai lawan jenisnya. Lalu datanglah satu masa ketika seorang perempuan disebut cantik bila tubuhnya kurus kering. Dunia kecantikan internasional pernah mengenal seorang model ternama yang disebut dengan Miss Twiggy, Nona Ranting.

Perempuan cantik adalah mereka yang bertubuh seperti ranting kayu, tinggi dan langsing. Seluruh perempuan di dunia kemudian berlomba-lomba menguruskan tubuhnya dengan menahan nafsu makan dan melaparkan diri. Mereka melakukan puasa yang khusus dijalankan untuk memperoleh kecintaan lelaki; mereka menyebutnya diet.

Jika target kita dalam hidup ialah untuk memperoleh kecintaan sesama manusia, kita akan selalu menemui kekecewaan. Hal ini disebabkan karena kecintaan makhluk itu bersifat sangat sementara atau temporer. Dalam Manthiq Al-Thayr, atau Musyawarah Para Burung, Fariduddin Attar berkisah tentang kelompok para burung yang tengah mencari imam mereka.

Burung-burung itu memilih Hudhud sebagai pemimpin karena ia dianggap burung yang paling kaya akan pengalaman. Hudhudlah yang menjadi penyampai pesan dari Nabi Sulaiman kepada Ratu Bilqis dan Hudhud pulalah yang menjadi utusan Nabi Nuh untuk mencari sebidang daratan kering ketika sebagian dunia yang lain dilanda air bah.

Meskipun seluruh burung meminta Hudhud menjadi pemimpin mereka, Hudhud tetap berkeberatan. Ia malah berkata, "Sesungguhnya pemimpin kalian berada di Bukit Kaf, namanya Simurgh. Ke sanalah kalian pergi menuju." Hudhud lalu menggambarkan keindahan Simurgh sedemikian rupa sehingga para burung yang lain jatuh cinta.

Para burung pun memohon agar Hudhud mau mengantarkan mereka ke hadapan Simurgh. Namun sebelum mengajak mereka ikut serta, Hudhud terlebih dahulu menceritakan beratnya perjalanan yang harus ditempuh untuk menuju Simurgh. Setelah mendengar betapa sukarnya jalan yang akan dilalui, sebagian besar burung mengurungkan niatnya.

Burung Bulbul mengajukan keberatannya, "Aku mencintai Simurgh dan ingin menjumpainya, namun sekarang ini cintaku telah terpatri kepada setangkai bunga mawar. Jika kupikirkan tentang kelopak mawar yang merekah, kurasa aku tak perlu lagi berpikir akan Simurgh. Cukuplah bagiku keindahan mawar itu. Kuyakin sepenuhnya mawar itu akan selalu megembangkan putik-putik sarinya karena kecintaannya jua kepadaku. Aku tak bisa hidup bila harus meninggalkannya. Aku tak mau hidup bila tak dapat lagi memandang rekahan mawar itu."

Lalu Hudhud berkata, "Ketahuilah, kecintaan kamu terhadap mawar itu adalah kecintaan yang palsu. Janganlah engkau terpesona akan keindahan lahiriah. Mawar hanya merekah di musim semi. Begitu tiba musim gugur, mawar akan menggugurkan kelopaknya. Ia akan menertawakan cintamu...."

Melalui kisah ini, Fariduddin Attar mengajarkan bahwa sesungguhnya kecintaan makhluk itu adalah sementara. Seseorang  yang berusaha keras untuk meraih cinta kekasihnya, akhirnya akan menemukan bahwa cinta kekasihnya itu datang dan pergi. Kekasuhnya tak mencintai ia untuk sepanjang masa. Ada masa ketika cintanya berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Demikian pula sebaliknya. Kecintaan manusia takkan pernah ada yang abadi.

Menurut Erich Fromm, para mubaligh pun adalah manusia-manusia modern yang tertipu. Mereka berusaha keras mencari kecintaan dari sesama manusia. Boleh jadi, mereka berhasil mendapatkan cinta tersebut. Tetapi keberhasilan itu hanyalah sementara. Dalam khazanah tabligh Indonesia, selalu ada mubaligh populer yang muncul ke permukaan dan memperoleh cinta dari jutaan umat. Namun sedikit demi sedikit, ia akan tenggelam dan ditinggalkan oleh umatnya. Kita tak akan pernah bisa dicintai secara terus menerus oleh sesama manusia.

Demikian pula halnya dengan para artis; mereka berusaha untuk mendapatkan cinta fans mereka. Mereka mengatur tingkah laku dan penampilan agar sesuai dengan selera pasar. Tetapi pada akhirnya, mereka pun akan mendapatkan kekecewaan yang mendalam ketika para fans beralih untuk mencintai artis lain yang lebih muda dan lebih cantik. Penderitaan manusia modern diakibatkan oleh keinginan untuk dicintai sesama manusia. Akibatnya, kita akan dirundung oleh kekecewaan demi kekecewaan.

Sebagaimana dikatakan oleh Erick Fromm, yang bisa dilakukan untuk menyembuhkan penyakit itu adalah dengan belajar mencintai. Kebahagiaan hidup kita tergantung kepada apa yang kita cintai. Kebahagiaan tak dapat diperoleh dengan dicintai. Akan tetapi di dalam wacana pengetahuan modern, kita menemukan sedikit sekali ada literatur yang berisi pelajaran untuk mencintai.

Buku-buku mutakhir mengajarkan kita akan kiat-kiat untuk dicintai. Datanglah ke sebuah toko buku, Anda akan menemukan banyak sekali buku yang ditulis yang berisi tentang kiat-kiat agar dicintai oleh lawan jenis, atasan, atau rekan-rekan di tempat kerja.

Selama ini kita diajari bahwa proses mencintai itu bukanlah proses pembelajaran, melainkan proses "kecelakaan". Kita mengenal istilah "jatuh cinta" atau fall in love, bukannya "belajar mencinta" atau learn to love. Disebut "jatuh" karena kita menganggap mencintai sebagai suatu kecelakaan yang tidak direncanakan sebelumnya.

DEFINISI CINTA
Sudah sekian banyak orang yang telah menafsirkan tentang cinta. Ada yang kemudian mencoba menggambarkan bahwa cinta adalah misteri yang memesonakan, ada juga yang mengartikan cinta sebagai persahabatan seperti yang disampaikan oleh sahrul khan dalam film kuch-kuch hotahe. Dari banyaknya penafsiran-penafsiran tersebut, ini kemudian tidak memberikan efek pada cinta itu sendiri. Karena oleh orang-orang yang dibakar api cinta, kata-kata tidak mempunyai makna.

CINTA SEBAGAI MEDIATOR KESEIMBANGAN
Cinta juga terkadang dimaknai sebagai sebuah mediator terjadinya keseimbangan alam. Hakikatnya bahwa seluruh eksistensi di alam raya ini selalu dalam posisi atau memiliki sifat berpasang-pasangan. Jika ada laki-laki maka harus ada perempuan, jika ada salah mesti ada yang benar, jika ada yang kaya mesti ada yang miskin, ada yang kalah harus ada yang menang, demikian seterusnya.

Mengapa? Sebab hal ini dimaksudkan agar roda kehidupan didunia berjalan, maka kosmos memerlukan perubahan terus-menerus. Pergantian siang dan malam, dari kutub positif ke kutub negatif, perang dan damai, musim semi dan gugur.

Didalam khazanah ilmu cina kuno kita kenal dengan konsep Yin dan Yang atau pertarungan antara  dua kekuatan. Keduanya adalah merupakan dualitas inheren dalam ciptaan-Nya. Sebab, Allah SWT mencipta dua kesatuan yang saling inheren, yakni ada subjek dan objek.

Sedangkan di dalam Islam itu sendiri kita kenal dengan konsep Jamal dan Jalal atau manifestasi dari kelembutan dan keperkasaan Tuhan, akan tetapi keduanya bersifat komplementer atau saling melengkapi.

Untuk menciptakan keharmonisan antara Yin dan Yang maupun Jamal dan Jalal itu sendiri maka dibutuhkanlah mediator. Dan bagi saya mediator itu adalah Cinta itu sendiri. Dan untuk sampai pada hakikat Cinta itu sendiri maka kita mesti menghilangkan ego atau keakuan kita.

CINTA ILAHI (TAUHID)
Untuk mampu mencintai, kita harus mulai belajar dari mencintai makhluk Allah; dengan mencintai pasangan kita, anak-anak kita, ataupun kendaraan kita. Itulah pelajaran mencintai tahap dasar, pelajaran cinta dalam tingkatan yang paling awal. Cinta semacam itu adalah cinta yang dimiliki oleh anak-anak kecil. Mereka selalu mencintai hal-hal yang bersifat kongkrit atau lahiriah.

Kita harus mengembangkan kepribadian kita ke tingkat yang lebih baik agar kita tak hanya terjebak untuk mencintai hal-hal yang kongkrit saja. Di saat itulah kita dapat menempuh pelajaran yang lebih tinggi.

Selanjutnya kita harus berusaha untuk mencintai hal-hal yang lebih abstrak. Sebuah hadis yang amat kita kenal meriwayatkan sabda Nabi Muhammad saw, "Cintailah Allah atas segala anugerah-Nya kepadamu, cintailah aku atas kecintaan Allah kepadaku, dan cintailah keluargaku atas kecintaanku kepada mereka."

Dalam hadis ini Rasulullah saw menurunkan tiga kecintaan; kepada Allah swt, Rasulullah swt, dan ahlul bait Nabi. Rasulullah saw juga ingin mengajarkan kepada kita untuk meninggalkan kecintaan kepada hal-hal kongkrit dan menuju kecintaan kepaa hal yang abstrak.

Dalam Ihya Ulumuddin, Al-Ghazali menyatakan adalah sebuah kebohongan besar bila seseorang mencintai sesuatu tetapi ia tidak memiliki kecintaan kepada sesuatu yang lain yang berkaitan dengannya.

Al-Ghazali menulis; "Bohonglah orang yang mengaku mencintai Allah swt. tetapi ia tidak mencintai Rasul-Nya; bohonglah orang yang mengaku mencintai Rasul-Nya tetapi ia tidak mencintai kaum fuqara dan masakin; dan bohonglah orang yang mengaku mencintai surga tetapi ia tidak mau menaati Allah swt." Semua itu pada hakikatnya mengajarkan kita untuk mencintai hal-hal yang bersifat abstrak.

Nilai tasawuf yang paling penting adalah kecintaan kepada Allah swt. Mulailah kita belajar mencintai Allah dengan mencintai Rasul-Nya dan belajar mencintai Rasul-Nya dengan mencintai ahlul bait Nabi. Bila kita ingin berhasil mencintai ahlul bait Nabi, belajarlah dengan mencintai kaum fuqara dan masakin.

Jika kita telah mampu belajar mencintai Allah swt, Rasul-Nya, ahlul bait, serta kaum fuqara dan masakin, maka hal itu telah cukup menjadi bekal bagi kita, dibandingkan dengan seluruh dunia dan segala isinya.

Referensi lain
Dalam Al-Quran, tidak ada kata “membenci” tapi yang ada adalah kata “tidak mencintai”. Sebelum kata yuhibbu, diawali dulu dengan kata ‘la’. Innallaha layuhibbu (sesungguhnya Allah tidak mencintai). Yang tidak dicintai Tuhan kadang-kadang merupakan orang atau perbuatan.

Pertama, mu’tadin, orang-orang yang melakukan sesuatu dengan melewati batas. Dalam Al-Quran disebutkan, “Perangilah orang yang memerangi kamu. Janganlah kamu melewati batas. Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang yang melewati batas.” (QS. Al-Baqarah: 190).

Dalam perintah perang pun, kita tidak boleh melakukan hal-hal yang melewati batas. Di dalam peperangan islam, misalnya, kita tidak boleh menyerang atau mengejar musuh yang sudah lari, merusak tanaman, mengganggu perempuan, atau mengganggu orang-orang yang sedang beribadat, dsb.

Kedua, dalam Al-Quran, di antara orang-orang yang tidak dicintai Allah adalah orang yang berbuat kerusakan (kafir yang berkhianat), orang-orang yang berbuat zalim, orang-orang yang sombong, para pengkhianat, para pembuat kerusakan, orang-orang yang berlebihan. Apa saja yang berlebihan? Tidak dicintai oleh Allah. Ayat ini berkenaan dengan perintah makan dan minum: Makan dan minumlah kamu, tapi jangan berlebih-lebihan karena Allah tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raf: 31)

Jalaluddin Rumi bercerita tentang orang yang dalam hidupnya hanya mengejar makanan saja. Rumi menggambarkan dengan bagus dengan mengatakan, “Orang itu hanya taat kepada satu perintah Tuhan, yaitu: Makan dan minumlah kamu. Tapi ia tidak menaati kalimat yang berikutnya.”

Dalam Al-Quran, ada cerita bahwa suara yang paling jelek di hadapan Allah adalah suara keledai. Sesungguhnya suara yang paling jelek adalah suara keledai. (QS. Lukman: 19) Menurut Rumi, yang dimaksud dengan paling jelek suaranya bukanlah yang paling keras suaranya. Ketika Allah menciptakan seluruh makhluk dan ruh ditiupkan ke dalam diri mereka, semuanya hidup.

Kalimat pertama yang mereka ucapkan adalah memuji Allah swt, bertasbih kepada-Nya. Tapi ketika semua bertasbih, keledai tidak bertasbih. Dia diam saja. Suatu saat ketika seluruh binatang diam, keledai itu berteriak. Orang-orang bertanya, “Mengapa keledai itu?” Ternyata keledai itu berteriak karena lapar. Kata Rumi, “Suara yang paling jelek di sisi Allah adalah orang yang hanya bersuara ketika perutnya lapar, atau ia hanya bersuara ketika membela kepentingan dirinya saja.”

Dalam kebiasaan kita pun, orang-orang akan bersuara keras hanya ketika membela kepentingan dirinya saja tapi ketika berbicara tentang kepentingan bangsa, suaranya jadi melemah, bahkan tidak bunyi sama sekali. Itulah orang yang berbicara keras dan buruk.

Hadis Tentang Cinta Ilahi
Nabi saw telah menjadikan kecintaan sebagai syarat iman. Seseorang bertanya kepada Rasulullah saw saw, “Ya Rasulallah, apa iman itu?” Rasulullah saw menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih kamu cintai daripada apa pun selain keduanya.”

Dalam hadis yang lain, yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, dari Anas bin Malik: Tidak beriman kamu sebelum Allah dan Rasul-Nya lebih kamu cintai dari siapa pun selain mereka.

Kemudian dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Tidak beriman kamu sebelum aku (Rasulullah) lebih dicintai dari keluarganya, hartanya, dan seluruh umat manusia.”

Semua hadis di atas menjelaskan ayat Al-Quran, surat Al-Taubah ayat 24: Katakanlah jika orang tua, anak-anak, saudara, istri-istri, dan kaum keluarga kalian, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kalian takutkan kerugiannya, dan rumah yang kalian tinggali, lebih kalian cintai daripada Allah dan rasul-Nya, dan dari berjihad di jalan-Nya, maka bersiap-siaplah mereka menerima azab dari Allah.


Dalam hadis lain, Rasulullah saw memerintahkan kita untuk mencintai Allah, “Cintailah Allah atas anugerah-Nya kepada kalian dan cintailah aku atas kecintaan Allah kepadaku.” Al-Ghazali tidak melanjutkan hadis ini. Dalam lanjutan hadis itu, Rasulullah berkata, “Dan cintailah keluargaku karena kecintaan aku kepada mereka.”

Sumber cinta yang pertama adalah Allah, kemudian kita mencintai siapa saja yang dicintai Allah, termasuk rasul-Nya, dan mencintai apa yang dicintai oleh pencinta Allah, termasuk ahlul baitnya. Karena itu, doa yang biasa kita baca adalah: “Ya Allah, aku mohonkan kepada-Mu cinta-Mu dan mencintai orang-orang yang mencintai-Mu, dan mencintai setiap amal yang membawa kami ke dekat-Mu.

Rasulullah saw bersabda: Kalau kita mencintai saudara kita, ungkaplah kecintaan itu. Kalau bapak mencintai anak, ungkaplah kecintaan itu kepada anak-anaknya, jangan disembunyikan. Karena kecintaan itu menimbulkan berkah. Ada seorang anak yang menderita sepanjang hidupnya, karena ia mengira bapaknya tidak mencintainya.

Suatu saat ketika bapaknya sekarat di rumah sakit, menghembuskan napasnya yang terakhir, anak itu tidak datang juga karena ia tahu bapaknya tidak menyukainya. Ibunya bercerita bahwa sebelum meninggal dunia, bapaknya mengatakan bahwa ia sangat mencintai anaknya dan bangga akan anaknya. Anak itu menjerit keras karena selama ini ia membenci bapaknya dengan dugaan bahwa bapaknya tidak mencintainya. Padahal di saat-saat terakhir, bapaknya mengungkapkan bahwa ia cinta anaknya.

Kita dianjurkan jika kita mencintai seseorang, kita harus mengungkapkan kecintaan itu. Dan itu menyenangkan. Kita bahagiakan orang lain dengan kecintaan kita. Kalau kita sembunyikan, orang lain tidak akan tahu dan ia tidak akan bahagia karena kecintaan kita. Suatu saat, saya pernah melakukan umrah. Seorang supir taksi yang baik mengantarkan saya ke tempat kelompok keturunan sahabat anshar.

Mereka adalah para petani miskin yang tinggal di perkebunan kurma. Kami datang ke sana dan salat bersama di masjid yang sangat sederhana. Pemimpin kelompok itu bernama Al-Anshari. Waktu masuk ke tempat itu, saya diperkenalkan sebagai tamu dari Indonesia. Saya bercerita tentang islam di Indonesia. Dia memegangi kepala saya dan mencium dahi saya. Dia berkata, “Aku mencintaimu.” Saya senang sekali dan terkesan dengan kecupannya di dahi saya.

Ada seseorang datang kepada Nabi saw dan berkata, “Ya Rasulallah, aku mencintaimu.” Lalu Nabi berkata, “Kalau begitu, bersiaplah untuk miskin.” Ia lalu berkata, “Aku juga mencintai Allah.” Nabi berkata, “Kalau begitu, bersiaplah untuk mendapat ujian.” Dalam sebuah buku sufi, Essential Sufism, disebutkan bahwa orang-orang modern sangat sulit untuk bisa mencintai dengan tulus karena kecintaan yang tulus membawa resiko yang banyak.

Resiko yang pertama adalah keterlibatan seluruh kepribadian kita. Sementara orang modern inginnya mandiri, bebas, independen, tidak mau meleburkan diri, dan tidak mau melibatkan diri terlalu banyak. Akhirnya mereka tidak berhasil mencintai siapa pun, kecuali dirinya sendiri.

Salah satu resiko besar dari kecintaan adalah hilangnya ego dan keakuan kita. Rasulullah saw berkata, “Siap-siaplah menghadapi kemiskinan dan ujian.”

Suatu hari Rasulullah saw melihat Mash’ab bin Umair datang dan memakai pakaian yang lusuh dan compang-camping. Dahulu Mash’ab adalah anak orang kaya raya di Mekkah. Wajahnya tampan. Di antara sahabat Nabi ada yang terkenal karena ketampanannya, Mash’ab bin Umair, Al-Syammas. Pada waktu muda, orang tua Mash’ab sering menghiasinya dengan pakaian yang indah.

Namun, ketika ia sudah masuk Islam, ia mendatangi majlis Nabi saw. Rasulullah saw lalu berkata, “Lihatlah orang itu yang telah Allah sinari hatinya. Dahulu aku pernah melihat dia beserta kedua orang tuanya. Mereka memberinya makanan enak, minuman nikmat, dan pakaian bagus. Kemudian kecintaannya kepada Allah dan rasul-Nya membawa ia kepada keadaan sekarang ini.” (***)

read more...