Latest Posts

Sunday, January 18, 2015

Istilah Gambo dan Wali Kota Palopo


Istilah 'gambo' tergolong sangat populer di Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Hampir setiap saat kita mendengar kata 'gambo'.

Istilah 'gambo' sudah menjadi tranding topik di daerah asal surek terpanjang di dunia I Lagaligo itu. Kata 'gambo' di semua kalangan sangat populer. Mulai dari anak-anak, sampai orang tua. Dari tukang ojek sampai konglomerat. Dan yang paling populer adalah di lingkungan birokrasi dan warung kopi (warkop).

Lalu apa yang dimaksud gambo? Berdasarkan dari pengamatan penulis, arti gambo paling tidak punya beberapa makna. Ada yang bermakna sedikit positif, namun kebanyakan bermakna agak negatif. Positifnya adalah dipakai untuk seru-seruan dan main-main semata.

Ada beberapa kalimat yang sering diucapkan: "Gamboko memang. Na gamboiko. Carita gambo-gambo." Dan masih banyak lagi.

Kalimat gambo yang ditujukan kepada seseorang biasanya untuk bercanda-canda. Namun terkadang juga serius. Dan kebanyakan diperuntukkan untuk teman yang sudah akrab.

Kata gambo sering disandingkan dengan hal-hal yang tidak terlalu serius. Kalimat "kau gamboika", diartikan "kamu mengerjain saya." Artinya, seseorang mengerjain temannya.

Kalimat 'carita gambo-gambo' adalah obrolan atau cerita-cerita yang tidak benar, yang diceritakan dengan maksud seru-seruan. 'Carita gambo-gambo' ini banyak di warung-warung kopi, yang dimaksudkan untuk main-main dan seru-seruan setelah seharian letih dan lelah dengan rutinitasnya.

Gambo biasa diartikan dengan bohong, mengelabui, mengerjain, cerita dibuat-buat, janji-janji tidak ditepati, dan beberapa kata sifat yang biasa disandingkan dengan istilah gambo.

Lalu dari mana asal istilah gambo ini? Mayoritas orang Tana Luwu mengatakan, jika istilah ini populer dari HM Judas Amir, yang telah terpilih menjadi Wali Kota Palopo periode 2013-2018.

Judas lah yang mempupelarkan istilah gambo ini. Saat ini, istilah gambo tengah sangat populer di pergaulan masyarakat Palopo. Istilah gambo ini juga selalu diungkapkan di hampir semua sambutan-sambutan Judas Amir saat ada acara yang tidak terlalu resmi. Dengan gaya khasnya, Judas Amir selalu mengiringi candaan di setiap sambutannya.

Menurut cerita yang berkembang, istilah gambo ini mulai populer saat gerbong Judas Amir menjadi pejabat. Istilah gambo ini ibarat kata sandi atau 'password' untuk permintaan atau perintah yang sifatnya rahasia. Disposisi dengan tanda 'GMB', menjadi perhatian serius dari kalangan pejabat, jika kode itu ditulis dalam sebuah disposisi.

Sebagai penghormatan Judas Amir atas jasa mempopulerkan istilah 'gambo', orang-orang di Palopo biasa bercanda, ingin membangun tugu 'gambo'.

Yang perlu menjadi catatan, jika ada yang menyebut anda 'gambo', itu biasanya bercanda. Makanya, sebaiknya ditanggapi bercanda. Satu lagi, salah satu tanda keakraban dalam pergaulan di Sulsel, jika saling mengejek tapi bercanda dan tidak ada yang tersinggung, karena mereka sadar, kalau itu hanya candaan.

Penulis juga memohon maaf atas kekeliruan dalam memaknai istilah gambo ini. Tulisan 'gambo-gambo' ini diharapkan sedikit memahami arti gambo, jika ada orang luar yang berkunjung ke Palopo. Selamat 'bergambo-gambo'. (***)
read more...

Wednesday, January 07, 2015

Maulid dan Tahun Baru

Pergantian tahun dari 2014 ke 2015 dirayakan begitu meriah. Hampir seluruh energi dan perhatian orang terserap ke sana. Beragam acara dibuat untuk memeriahkan tahun baru tersebut.

Rabu 31 Desember 2014, dimana hari terakhir di 2014. Malam itu pula, akan menjadi malam pertama di tahun 2015. Orang merayakannya dengan beragam cara. Mulai dari zikir sampai foya-foya dan pesta miras.

Indonesia, di negeri yang mayoritas muslim ini, hampir semua kalangan memeriahkan tahun baru. Ustaz merayakan dengan zikir. Para ustaz kebanjiran job memimpin zikir dan ceramah. Artis banjir job manggung. Pemerintah sibuk mempersiapkan pesta dan sibuk memenuhi undangan acara tahun baru.

Meriahnya tahun baru ini seakan menenggelamkan hari bersejarah dalam Islam. Hari kelahiran Nabi Muhammad saw. Tepat Sabtu 3 Januari 2015 atau 12 Rabiul Awal 1436 H.

Maulid ini nyaris disita oleh perayaan tahun baru. Hampir tidak ada peringatan Maulid tepat di hari 12 Rabiul Awal, khususnya yang diperingati pemerintah. Sebab persiapan acara Maulid juga butuh persiapan. Namun karena energi terserap ke perayaan pergantian tahun, maka perayaan maulid harus ditunda. Meski demikian, perayaan maulid masih perdebatan soal boleh tidaknya, namun minimal maulid bisa dijadikan sebagai syiar Islam.

Meriahnya perayaan natal dan tahun baru dan sepinya perayaan Maulid Nabi saw. Ini memiriskan hati sebagai umat Muslim. Sebab syiar agama Islam sudah sepi dilindas perayaan pesta kaum Nasrani.

Semoga di waktu mendatang tidak lagi terjadi hal seperti ini. Syiar Islam harus digencarkan, sebagai upaya menyebarkan Islam dan memantapkan keislaman kita semua. (**)
read more...

Tuesday, January 06, 2015

Catatan Awal Tahun; 2015 Tahun Kemakmuran Daerah Terpinggir

Tahun 2014 sudah berlalu. Kini kita menyongsong tahun baru 2015. Menurut zodiak dan kepercayaan orang China, tahun 2015 adalah tahun kambing kayu. Tanda kedelapan dari zodiak China dari 12 shio.
Menurut kepercayaan orang China, angka delapan '8' adalah angka yang melambangkan kedamaian dan kemakmuran. Pepatah China mengatakan, 'tiga kambing membawa kemakmuran dan kedamaian.'
Untuk itu, harapan dari redaksi tahun 2015 ini, diharapkan Pemkab Morowali dan Morowali Utara (Morut) tahun 2015 ini, beserta semua masyarakatnya, bisa merasakan kedamaian dan kemakmuran. Terutama daerah terpencil dan terpinggirkan selama ini.
Daerah Morowali dan Morut, termasuk banyak memiliki wilayah terpencil dan sulit terjangkau. Pulau-pulau yang jarang mendapat perhatian, dan juga desa atau perkampungan yang nyaris tak mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.
Dengan anggaran miliaran rupiah yang mengalir ke desa tahun ini, diharapkan bisa dimanfaatkan untuk perbaikan akses transportasi, sarana pendidikan, dan juga sarana kesehatan di daerah terpencil, serta pemberdayaan masyarakat yang bisa menggairahkan ekonomi di desa.
Anggaran ini diharapkan bisa tepat sasaran, bukan malah disalahgunakan oleh aparat desa dan segelintir orang atau pemerintah daerah serta para wakil rakyat. Namun dana ini diharapkan benar-benar bisa tepat sasaran. Dengan adanya dana ini, bisa memberikan efek domino di desa. Ekonomi makin meningkat karena perputaran uang yang baik di desa. 
Jika aparat pemerintah punya niat baik dan bisa memikirkan kepentingan masyarakatnya, maka dengan dana yang ada, pembangunan masyarakat dari desa bisa terwujud. Tak akan ada lagi yang mau ke kota mengadu nasib. Sebab kesejahteraan di desa jauh lebih menjanjikan dibanding di kota.
Untuk menunjang dan membantu terwujudnya kemakmuran dan pembangunan di desa, Redaksi koran bulanan Radar Metro Morowali, tahun ini akan menfokuskan pemberitaan pada pembangunan desa dan daerah terpencil.
Dengan tetap mendukung kebijakan pro rakyat dan mensinergikan pemberitaan dengan Pemkab Morowali dan Morut, untuk turut andil dalam membangun daerah ini.
Kerjasama antara pemerintah dan pers akan tetap dijaga, namun tidak melupakan fungsi kritis dari pers itu sendiri, yang tujuannya agar pemerintahan tidak melenceng dari aturan dan masyarakat bisa merasakan kemakmuran. Semoga!
Apa yang terjadi tahun lalu semoga dijadikan pelajaran. Yang baik terus ditingkatkan dan yang buruk ditinggalkan. Tidak ada sesuatu yang sempurna. Untuk itu, harus terus berbenah dan introspeksi diri.
Akhirnya, kami dari segenap redaksi dan karyawan Radar Metro Morowali, mengucapkan selamat tahun baru 2015. Semoga tahun ini bisa menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya. Meski ramalan tahun kambing kayu sebagai tahun kedamaian dan kemakmuran, namun semuanya tidak akan terwujud tanpa usaha dan kerja keras. (***)
read more...

Tuesday, November 11, 2014

Catatan Perjalanan Direktur Malindo di Sulbar (4-selesai); Jokowi akan Kirim 2.000 Orang ke Malindo


Catatan Perjalanan Direktur Malindo di Sulbar (4-selesai)
Jokowi akan Kirim 2.000 Orang ke Malindo

Program agroindustri pangan yang dikembangkan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mendapat perhatian Presiden Jokowi. Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat Guna (LPTTG) Masyarakat Lokal Indonesia (Malindo), sebagai mitra Pemprov Sulbar dalam pengembangan tersebut, dipercaya untuk mengembangkan program agroindustri pangan ini di Indonesia.

Laporan: Abd Rauf

Sebagai tindak lanjut dari hasil ekspose, Presiden Jokowi usai mendengar penjelasan Direktur Malindo H Sakaruddin, langsung memerintahkan menterinya untuk merespon tawaran pengembangan program tersebut.
Salah satu bentuk respon tersebut, adalah akan mengirim sekitar 2.000 orang, utamanya dari kalangan masyarakat yang tergolong miskin, dari 10 kabupaten/kota se Indonesia untuk dilatih agroindustri pangan di LPTTG Malindo, Luwu Utara.
Selain itu,
"Pak Presiden berjanji akan mengirim 2.000 orang dari 10 kabupaten/kota se Indonesia, ke Malindo. Ini sebagai salah satu inovasi kompensasi subsidi BBM. Mereka akan mengirim atas nama kementerian," ujar Sakaruddin.
Selain itu, presiden juga telah memerintahkan kementerian teknis terkait, untuk mendukung pemasaran produk agroindustri pangan ini, sampai pada pasar ekspor.
Untuk saat ini, produk Sulbar, telah dieskpor ke beberapa negara, seperti ke China, Malaysia, dan Afganistan, dalam bentuk tortila setengah jadi. Harganya antara 6-10 dolar per kg.
"Khusus di Sulbar, telah ada 800 orang telah dilatih di Malindo, menyusul 1.500 orang nanti. Gubernur telah membuat rakyat terharu. Kita ingin secara nasional merasakan ini," tandas kandidat bupati Lutra ini. (**)
read more...

Monday, November 10, 2014

Catatan Perjalanan Direktur Malindo di Sulbar (3); Presiden Tertarik, Sakaruddin Dipanggil ke Rapat Kabinet


Letihnya 7 jam menunggu untuk 7 menit bertemu Presiden Jokowi terbayar dengan respon yang diperlihatkan presiden. Ekspose Direktur LPTTG Malindo, H Sakaruddin, berhasil membuat Presiden Jokowi tertarik. Salah satu bukti ketertarikannya, setelah eskpose, Presiden Jokowi langsung memanggil Sakaruddin untuk hadir di rapat kabinet kerja di Jakarta nanti.

Laporan : Abd Rauf

Mendengar penjelasan Sakaruddin terkait program Agroindustri Pangan (AIP) di Sulawesi Barat (Sulbar), Presiden Jokowi terlihat manggut-manggut. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tampak tertarik dengan konsep yang ditawarkan Sakaruddin.
Setelah mendengar penjelasan program AIP di Sulbar dan beberapa daerah yang telah bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat Guna (LPTTG) Masyarakat Lokal Indonesia (Malindo) yang berkedudukan di Luwu Utara, Sulsel, Presiden Jokowi langsung memanggil Sakaruddin untuk hadir di rapat kabinet di Jakarta.
"Saya kira ini bagus sekali. Saya tunggu di rapat kabinet kerja di Jakarta nanti," ujar Jokowi, usai ekspose, kepada Sakaruddin, Kamis 6 November 2014, di ruang VVIP Bandara Mamuju.
Sakaruddin mengaku, sangat puas dengan respon Presiden Jokowi. Ia mengaku akan berusaha untuk memanfaatkan kesempatan itu, guna daerah yang telah menjadi mitra Malindo selama ini, utamanya Pemprov Sulbar.
Kandidat Bupati Luwu Utara yang disebut-sebut kuat ini, mengaku, jika alasan dirinya diundang untuk eskpose di Sulbar karana Malindo sudah 11 tahun bergerak di bidang agroindustri di bidang pangan.
Selain itu, Sakaruddin menjelaskan, saat ini Sulbar telah mempunyai produk agroindustri, yang diberi nama Tortila To Mandar, yang dibuat dari bahan baku, jagung, rumput laut, ikan, kelapa, dan pisang (Jaripas).
"Lima macam bahan baku ini sangat mudah didapati. Dengan program ini, telah mampu menyerap tenaga kerja sekitar 15 ribu orang, yang terdiri dari penghasil bahan baku, pengrajin, dan pedagang," tandasnya. (*/bersambung)
read more...

Sunday, November 09, 2014

Catatan Perjalanan Direktur Malindo di Sulbar (2); Ekspose 7 Menit, Hasilkan Rp7 M



Setelah protokoler kepresiden memberikan waktu 10 menit untuk ekspose Progam Agroindustri Pangan di depan Presiden Jokowi, Direktur Malindo H Sakaruddin merasa lega dan bertekad memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Laporan: Abd Rauf

Bertemu dengan presiden terbilang sangat susah. Harus sabar menunggu dan menyesuaikan jadwal presiden yang sangat padat.
Rombongan Malindo, yang mendapat waktu bertemu khusus Presiden Jokowi, harus menunggu sekitar 7 jam.
Mulai dari Kamis 6 November pagi, sekira pukul 08:00 wita, tiba di tempat ekspose, ruang VVIP Bandara Mamuju, menunggu sampai sekira pukul 15:00 wita, baru bisa bertemu dengan presiden.
Waktu menunggu 7 jam hanya untuk waktu 7 menit bertemu untuk ekspose program agroindustri pangan di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).
Namun waktu 7 menit tersebut berhasil dimanfaatkan Sakaruddin untuk meyakinkan Presiden Jokowi, bahwa program agroindustri tersebut benar-benar bagus dan meyakinkan untuk mengembangkan daerah, serta menyejahterahkan masyarakatnya.
Setelah mendengar presentase Sakaruddin, yang juga merupakan tim pakar Pemprov Sulbar, Presiden Jokowi langsung membantu sekitar alat unit finishing agroindustri sebanyak 20 paket seharga Rp350 juta per paket.
Waktu 7 menit tersebut berhasil mendapatkan bantuan sekitar Rp7 miliar untuk Pemprov Sulbar, yang akan diberikan lewat APBN.
"Dengan adanya bantuan tersebut, maka akan bisa meningkatkan produksi Tortila To Mandar, yang merupakan program agroindustri pangan Pemprov Sulbar. Dengan demikian, maka akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, karena dengan adanya alat tersebut, maka bisa menaikkan nilai tambah dari bahan baku diatas 200 persen," ujar Sakaruddin. (*/bersambung)
read more...

Saturday, November 08, 2014

Catatan Perjalanan Direktur Malindo di Sulbar (1); Hampir Batal, Akhirnya Diberi Waktu Ekspose 10 Menit


Lelahnya perjalanan sekitar 10 jam dari Palopo ke Mamuju, Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dengan mengendarai Toyota Alphard, terbayar setelah bertemu khusus dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Laporan: Abd Rauf

Selasa 4 November 2014, sekira pukul 16:00 wita, rombongan berangkat dari Palopo menuju ke Mamuju. Dengan lanju kendaraan diatas 100 km/jam, rombongan Lembaga Pelatihan Teknologi Tepa Guna (LPTTG) Malindo, tiba Rabu 5 November 2014, sekira pukul 01:00 wita.
Rombongan tiba dan langsung menginap di Hotel Srikandi, tempat yang memang disiapkan khusus Gubernur Sulbar, Drs Anwar Adnan Saleh, untuk rombongan Malindo.
Direktur LPTTG Malindo, H Sakaruddin, dipanggil khusus ke Mamuju, untuk melakukan ekspose di depan Presiden Jokowi, pada kunjungan kerjanya ke Mamuju, Kamis 6 November 2014.
Sakaruddin diminta ekspose oleh Gubernur Sulbar, karena selain telah menjadi mitra Pemprov Sulbar, Sakaruddin juga sebagai tim pakar Pemprov Sulbar.
Ekspose ini terkait Program Pengembangan Agroindustri Pangan di Sulbar. "Kita diterima di Sulbar karena, dari lima daerah di Indonesia yang mengembangkan agroindustri, Sulbar salah satu provinsi yang mengandalkan agroindustri pangan, dan termasuk daerah paling eksis di Indonesia di bidang agro Industri," ujar Sakaruddin.
Sesuai jadwal yang disampaikan Gubernur Sulbar, Sakaruddin akan ekspose Rabu 5 November malam, namun karena kunjungan presiden molor sampai Kamis 6 November, maka jadwal ekspose pun harus molor.
Agenda ekspose di depan Presiden Jokowi ini hampir batal. Pasalnya, pihak protokoler keprisedenan mengaku waktu presiden sangat sedikit di Sulbar. Hanya meninjau tiga titik, setelah itu langsung terbang ke Kendari.
Kamis pagi, presiden bersama menteri dan rombongan tiba di Mamuju dengan memakai pesawat kepresidenan. Sorenya, langsung beranjak ke Kendari dengan agenda blusukannya.
Karena padatnya, protokoler mengaku presiden tidak cukup waktu untuk mendengarkan ekspose soal agroindustri pangan tersebut. Atas perjuangan dan karena keinginan gubernur Sulbar, maka akhirnya diberi waktu 10 menit bertemu, di ruang VVIP Bandara Mamuju, sebelum beranjak ke Kendari.
Kalau sebelum berangkat ke Mamuju dijanji bisa bicara 15 menit di depan presiden, namun pada kenyataannya, hanya diberi waktu 10 menit. Itupun saat ekspose, berlangsung hanya sekira 7 menit. Namun waktu bicara 7 menit tersebut berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Sakaruddin. (*/bersambung)
read more...