



Nomor : 001/A/Tali FM/V/10
Lampiran : 1 (satu) Rangkap
Hal : Permohonan Bantuan Peralatan & Biaya Operasional
Kepada Yang Terhormat:
Direktur Talifoundation
Di,-
Makassar
Teriring salam dan doa kehadirat Allah SWT, atas segala limpahan Rahmat serta hidayah-Nya dalam segenap aktifitas keseharian kita, Amien.
Dalam rangka kelancaran aktifitas Tali FM. 107.1 MHz., yang sekarang terkendala dari aspek Peralatan dan Operasional, maka kami dari pengurus memohon kiranya Bapak dapat memberikan bantuannya sebagaimana yang kami maksud.
Demikian surat permohonan ini kamk buat, atas bantuan dan kerja samanya kami ucapkan banyak terima kasih.
Billahitaufiq Wal Hidayah
Wassalamu Alaikum Wr. Wb.
Makassar, 25 Mei 2010
Pengurus Tali FM.
107.1 MHz.
Direktur,
Abd. Rauf
PENDAHULUAN
Siapa Yang Menguasai Media, Dialah Yang Menguasai Dunia. Ungkapan ini kalau kita melihat realitas saat ini cukuplah benar. Betapa tidak, media seakan menjadi sutradara dalam sandiwara umat manusia di dunia ini. Hampir semua yang dianggap benar media, menjadi kebenaran umat manusia. Mungkin tidak keterlaluan kalau media dikatakan 'tuhan' manusia saat ini.
Ideologi media menjadi ideology masyarakatnya. Sehingga media merubah wujud menjadi 'Rasul' Umat saat ini. Media yang selayaknya menjadi petunjuk kepada kebenaran, malah menjadi penyesat umat. Melirik fenomena yang terjadi, media seakan memamerkan super power-nya. Menggiring umat manusia ke arah yang mereka kehendaki, kepentingan pemiliknya.
Keberadaan media dalam sebuah komunitas menjadi sangat penting. Mengingat terlalu banyak serangan yang menimpa dengan berbagai jurus yang terlalu sakti untuk ditaklukkan. Media komunitas diharapkan mampu menepis berbagai ideology 'miring' yang diluncurkan komunitas lain. Sehingga anggota dalam komunitas itu tetap bertahan dalam rel-rel keyakinannya. Selain itu, dengan mudah mensosialisasikan berbagai program yang hendak ditawarkan oleh komunitas itu sendiri. Dan yang terpenting adalah diharapkan mampu menjadikan komunitasnya lebih aktif bergerak menuju perubahan masyarakat yang lebih baik. Serta tidak melupakan fungsi media, Arus informasi akan lebih baik. Komunikasi lebih lancar.
Dengan format acara yang dirancang sendiri, media komunitas idealnya mampu membaca kepentingan komunitasnya. Sehingga mampu mewujudkan cita-cita luhur dalam kehidupan mereka. Dengan demikian, komunitas tersebut diharapkan mampu men-filter semua yang tidak sesuai dengan ideloginya.
Tali FM adalah stasiun radio komunitas dalam naungan talifoundation. Sebuah yayasan yang bergerak dalam gerakan pelayanan kemanusiaan. Aksi-aksi social menjadi pekerjaan yayasan ini. Tali Fm yang bernaung di bawah yayasan kemanusiaan, maka tali Fm merasa berkewajiban membantu dalam mensukseskan berbagai program yang dianggap baik.
Dalam menjalankan aktifitas stasiun radio Tali FM menghadapi beberapa kesulitan sebagai berikut :
Guna menjalankan fungsi dan tujuan serta visi-misi Tali FM yang bernaung di bawah talifoundation mengahrapkan adanya bantuan moril. Terutama bantuan materi untuk menjalankan aktifitas dengan baik dan nyaman.
Kata "Tali" dapat di makanai sebagai pengikat atau pemikat sesuatu sehingga tetap pada tujuan. Atau mengikat sesuatu supaya lebih mudah diarahkan kepada keinginan. Sehingga diharapkan Tali FM dapat mengikat pendengar agar tetap pada frequensinya atau agar lebih mudah diarahkan pendengarnya- tidak berpindah kepada frekuensi lain – sehingga Tali FM akan mengikat banyak pendengar dengan program-program yang bermutu. Sehingga pendengarnya akan lebih mudah diarahkan kepada visi luhur Tali FM. Yang pada akhirnya akan menjadi stasiun radio yang diminati banyak komunitas, dan terwujud masyarakat yang berperadaban.
"Menjadi Media Spirit Gerakan Social Religious Menuju Masyarakat Berperadaban"
"Spirit & Inspirasi Anda"
Tali FM
107.1 MHz.
Partner Tali
Jadwal Program siaran adalah pembagian waktu siaran selama satu hari (jam 05.00-24.00) dalam seminggu.
Pukul Hari | Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat | Sabtu | Ahad |
05.00-06.00 | Music Islami | ||||||
06.00-07.00 | Tali Info | Tali Info Islami | Tali Info Akhir Pekan | Tali Info minggu | |||
07.00-08.00 | Lidah Masyarakat | Inspirasi Hidup | |||||
08.00-10.00 | Dialog Interaktif | Tali Bisnis | Tali SMU (Solusi Masalah Umat) | Sekolah Udara | Tali Keagamaan | Tali Sosial Budaya | Editorial Sepekan |
10.00-12.00 | Tali Politik | Tali Current Affairs | Tali Skills | Tali Pendidikan | Dialog Umat | Ruang Aktivis | Tali Sehat |
12.00-12.10 | Info Kilat | ||||||
12.10-14.00 | SMA (Sajian Music Asing) | SMD (Sajian Music Daerah) | SMTA (Sajian Music Tanah Air) | SMN (Sajian Music Nasyid) | Khutbah Udara | SMK (Sajian Music Kenangan) | SMP (Sajian Music Populer) |
14.00-16.00 | TIM (Tali Music dan Info) | ||||||
16.00-18.00 | Tali Enjoy | Tarbiyah Udara | Tali Enjoy | ||||
18.00-19.00 | Tegas (Tali Spirit Gerakan) | ||||||
19.00-21.00 | Suara Nurani | Bekas (Bincang Keluarga Sakinah) | Pojok Sastra | Di Balik Sunnah | Kisah Hikmah | Sudut Hati | Motivation Story |
21.00-00.00 | Pesanan Malam | Tali Curhat | Bincang Seksiologi | Bincang Misteri | Tali Curhat | M3 (Music Malam Minggu) | Tali Curhat |
Daftar Kebutuhan Stasiun Radio Tali FM
No. | Jenis Kebutuhan | Volume | Harga (Rp.) | Ket. |
1. | Kebutuhan Utama
|
1 Unit 2 lbr 3 btg 2 lbr Dikondisikan
100 mtr 40 mtr 1 buah 1 buah 1 Org 1 Org |
100.000,- 100.000,- 100.000,- 50.000,-
300.000,- 200.000,- 100.000,- 100.000,- 300.000,- 500.000,- |
Prioritas Utama |
Jumlah | Rp. 1.750.000,- | |||
2. | Kebutuhan Umum
|
1 unit 1 buah 1 unit 1 buah 1 unit 1 unit 1 buah 1 buah |
500.000,- 300.000,- 3.000.000,- 100.000,- 400.000,- 400.000,- 150.000,- 100.000,- | Prioritas |
Jumlah | Rp. 4.950.000,- | |||
3. | Kebutuhan Ruang Studio Siar
|
2,5 x 1 mtr 1 unit |
100.000,- 1.000.000,- | |
Jumlah | Rp. 1.100.000,- | |||
Total Anggaran | Rp. 8.500.000,- | |||
Kebutuhan Operasional Bulanan Stasiun Radio Tali FM
No. | Jenis Kebutuhan | Volume | Biaya Perbulan (Rp.) | Biaya Pertahun (Rp.) |
1. | Biaya Operasional Bulanan
|
1 org 5 org 5 org |
1.000.000,-/orang x 12 bln 700.000,-/orang x 12 bln 700.000,-/orang x 12 bln |
12.000.000,-/tahun 42.000.000,- /tahun 42.000.000,- /tahun |
Jumlah Biaya Operasinal Pertahun | Rp. 96.000.000,- | |||
2. | ATK | 1.500.000,- | ||
3. | Pemeliharaan | 1.500.000,- | ||
Total Anggaran Bulanan Pertahun | Rp. 99.000.000,- | |||
PENUTUP
Besar harapan kami untuk terus berkreasi dalam media ini. Olehnya itu, untuk menunjang berjalannya segala aktifitas media ini, maka perlu ditunjang sarana dan prasarana yang memadai. Demikian proposal permohonan ini, atas bantuan dan kerja samanya kami ucapkan banyak terima kasih.
Billahitaufiq Wal Hidayah
Wassalamu Alaikum Wr. Wb.
Makassar, 25 Mei 2010
Pengurus Tali FM. 107.1 MHz.
Direktur,
Abd. Rauf
Tulang merupakan organ yang memiliki berbagai fungsi, yaitu fungsi mekanis untuk membentuk rangka dan tempat melekatnya berbagai otot, fungsi sebagai tempat penyimpanan mineral khususnya kalsium dan fosfor yang bisa dilepaskan setup saat susuai kebutuhan, fungsi tempat sumsum tulang dalam membentuk sel darah, dan fungsi pelindung organ-organ dalam.
Terdapa tiga jenis tulang, yaitu tulang pipih seperti tulang kepala dan pelvis, tulang kuboid seperti tulang vertebrata dan tulang tarsalia, dan tulang panjang seperti tulang femur dan fibia. Tulang panjang umumnya berbentuk lebar pada kedua ujung dan menyempit di tengah. Bagian ujung tulang panjang dilapisi kartilago dan secara anatomis terdiri dari epifisis, metafisis, dan diafisis. Epifisis dan metafisis terdapat pada kedua ujung tulang dan terpisah dan lebih elastic pada masa anak-anak serta akan menyatu pada masa dewasa.
Otot memiliki kemampuan berkontraksi yang memungkinkan tubuh bergerak sesuai dengan keinginan. Otot memiliki origo dan insersi tulang, serta dihubungkan dengan tulang melalui tendon yang bersangkutan, sehingga diperlukan penyambungan atau jahitan agar dapat berfungsi kembali.
Ligamen merupakan bagian yang menghubungkan tulang dengan tulang. Ligamen pada lutut merupakan struktur penjaga stabilitas, oleh karena itu jika terputus akan mengakibatkan ketidakstabilan.
Sistem saraf terdiri atas sistem saraf pusat (otak dan modula spinalis) dan sistem saraf tepi (percabangan dari sistem saraf pusat). Setiap saraf memiliki somatic dan otonom. Bagian soamtis memiliki fungsi sensorik dan motorik. Terjadinya kerusakan pada sistem saraf pusat seperti pada fraktur tulang belakang dapat menyebabkan kelemahan secara umum, sedangkan kerusakan saraf tepi dapat mengakibatkan terganggunya daerah yang diinervisi, dan kerusakan pada saraf radial akan mengakibatkan drop hand atau gangguan sensorik pada daerah radial tangan.
Sendi merupakan tempat dua atau lebih ujung tulang bertemu. Sendi membuat segmentasi dari rangka tubuh dan memungkinkan gerakan antar segemen dan berbagai derajat pertumbuhan tulang. Terdapat beberapa jenis sendi, misalnya sendi synovial yang merupakan sendi kedua ujung tulang berhadapan dilapisi oleh kartilago artikuler, ruang sendinya tertutup kapsul sendi dan berisi cairan synovial. Selain itu, terdapat pula sendi bahu, sendi panggul, lutut, dan jenis sendi lain sepertii sindesmosis, sinkondrosis dan simpisis.
Mobitas atau mobilisasi merupakan kemampuan individu untuk bergerak secara bebas, mudah dan teratur dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan aktivitas guna mempertahankan kesehatannya.
Mobilitas sebagian ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
Mobilitas seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya:
Imobilitas atau imobilisasi merupakan keadaan dimana seseorang tidak dapat bergerak secara bebas karena kondisi yang mengganggu pergerakan (aktivitas), misalnya mengalami trauma tulang belakang, cidera otak berat disertai fraktur pada ekstremitas, dan sebagainya.
Dampak dari imobilitas dalam tubuh dapat mepengaruhi sistem tubuh. Seperti perubahan pada metabolism tubuh, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, gangguan dalam kebutuhan nutrisi, gangguan fugsi gastrointestinal, perubahan sistem pernafasan, perubahan kardiovaskuler, perubahan sistem musculoskeletal, perubahan kulit, perubahan eliminasi (buang air besar dan kecil), dan perubahan perilaku.
Secara umum imobilitas dapat mengganggu metabolisme secara normal. Mengingat imobilitas dapat menyebabkan turunnya kecepatan metabolism dalam tubuh. Hal tersebut dapat dijumpai pada menurunnya Basal Metabolisme Rate (BMR) yang menyebabkan berkurangnya energy untuk perbaikan sel-sel tubuh. Sehingga dapat mempengaruhi oksigensi sel. Perubahan metabolism imobilitas dapat mengakibatkan proses anabolisme menurun dan katabolisme meningkat. Keadaan ini dapat meningkatkan resiko gangguan metabolisme. Proses imobilitas dapat juga menyebabkan penurunan ekskresi urine dan peningkatan nitrogen. Hal tersebut dapat ditemukan pada pasien yang mengalami immobilitas pada hari kelima dan keenam. Beberpa dampak dan perubahan metabolisme diantaranya, pengurangan jumlah metabolisme, antropi kelenjar dan katabolisme protein, ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, demineralisasi tulang, gangguan dalam mengubah zat gizi, dan gangguang gastrointestinal.
Terjadinya ketidakseimbangan cairan dan elektrolit sebagai dampak dari imobilitas akan mengakibatkan persediaan protein menurun dan konsentrasi protein serum berkurang, sehingga dapat mengganggu kebutuhan cairan tubuh. Di samping itu, berkurangnya perpindahan cairan dari intravaskuler ke interstisial dapat menyebabkan edema sehingga terjadi ketidakseimbangan cairan dan elektrolit. Imobilitas juga dapat mengakibatkan demineralisasi tulang akibat menurunnya aktivitas otot. Sedangkan meningkatnya demineralisasi tulang dapat mengakibatkan reabsorbsi kalium.
Terjadinya gangguan zat gizi yang disebabkan oleh menurunnya pemasukan protein dan kalori dapat mengkibatkan pengubahan zat-zat makanan pada tingkat sel menurun. Dimana sel tidak lagi menerima glukosa, asam amino, lemak, dan oksigen dalam jumlah yang cukup untuk melaksanakan aktivitas metabolisme.
Imobilitas dapat menyebabkan gangguan fungsi gastrointestinal. Hal ini desebabkan imobilitas dapat menurunkan hasil makanan yang dicerna, sehingga penurunan jumlah masukan yang cukup dapat menyebabkan keluhan. Seperti perut kembung, mual dan nyeri lambung yang dapat menyebabkan gangguan proses eliminasi.
Akibat imobilitas, kadar hemoglobin menurun, ekspansi paru menurun, dan terjadinya lemah otot yang dapat menyebabkan proses metabolisme terganggu. Terjadinya penurunan kadar hemoglobin dapat menyebabkan penurunan aliran oksigen dari alveoli ke jaringan, sehingga menyebabkan anemia.
Perubahan sistem ini akibat imobilitas antara lain dapat berupa hipotensi ortostatik, meningkatnya kerja jantung dan terjadinya pembentukan trombus. Terjadinya hipotensi ortostatik dapat disebakab menurunnya kemampuan saraf otonom, pada posisi yang tetap dan lama, refleks neurovaskuler akan menurun dan menyebabkan vasokonstriksi, kemudian darah terkumpul pada vena bagian bawah sehingga aliran darah ke sistem sirkulasi terhambat.
Meningkatnya kerja jantung dapat disebabkan imobilitas dengan posisi horizontal. Dalam keadaan normal, darahyang terkumpul pada ekstremitas bawah bergerak dan meningkatkan aliran vena kembali ke jantung dan akhirnya jantung akan meningkatkan kerjanya. Terjadinya trombus juga diakibatkan meningkatnya vena statis yang merupakan hasil penurunan kontraksi muscular sehingga meningkatkan arus balik vena.
Hal ini terjadi berupa penurunan elastisitas kulit karena menurunnya sirkulasi darah akibat imobilitas dan terjadinya isakemia serta nekrosis jaringan superficial dengan adanya luka decubitus sebagai akibat tekanan kulit yang kuat dan srikulasi yang menurun ke jaringan.
Misalnya penurunan jumlah urine yang mungkin disebabkan kurangnya asupan dan penurunan curah jantung, sehingga aliran darah renal dan urine berkurang.
Perubahan perilaku sebagai akibat imobilitas antara lain, timbulnya rasa bermusuhan, bingung, cemas, emosional tinggi, depresi, perubaha siklus tidur dan menurunnya koping mekanisme.
Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengkaji postur tubuh, di antaranya:
Pengkajian posisi berdiri dilakukan dengan cara menganjurkan pasien pada posisi berdiri, kepala tegak, dan mata menghadap lurus ke depan. Bila diamati dari belakang, bahu dan pinggul harus lurus dan sejajar. Amati vertebrata kolumna, apabila dari arah samping kepala tegak dan lurus dan tulang belakang diluruskan bentuknya seperti huruf S. vertebrata servikal melengkung ke depan dan vertebrata lumbal melengkung ke depan, kaki ditempatkan sedikit terpisah untuk mencapai dasar dari topangan dan ibu jari menunjuk ke depan, dan apabila diamati dari depan berada pada garis tengah vertikal. Apabila posisi tidak sesuai dengan posisi berdiri yang benar, maka dapat diidentifikasi adanya gangguan otot/tulang.
Kepala pasien harus tegak lurus dengan leher dan vertebrata kolumna. Kemudian berat badan bertumpu pada glutea dan paha. Paha sejajar dan datar pada bagian horizontal kedua telapak kaki menapak di lantai, dan dengan jarak 2-4 cm perlu dipertahankan antara tepi tempat duduk dengan lutut dan lengan pasien. Pasien yang dalam keadaan abnormal akan mengalami kelemahan otot atau paralisis otot, serta adanya perubahan sensasi (kerusakan saraf).
Letakkan pasien dengan posisi latera, semua bantal dan penyokong posisi dipindahkan dari tempat tidur. Kemudian tubuh ditopang dengan kasur yang cukup dan vertebrata harus lurus dengan alas yang ada. Apabila dijumpai kelainan pada pasien, maka terdapat proses penurunan sensasi atau gangguan sirkulasi serta adanya kelemahan.
Evaluasi yang diharapkan dari hasil tindakan keperawatan untuk mengatasi gangguan postur tubuh adalah tidak terjadi erubahan atau kesalahan dalam postur tubuh, dan pasien mampuberaktivitas dengan mudah serta tidak merasakan kelemahan.

