Saturday, March 30, 2013

Palopo Street Skateboarding (PASS); Kerap Diusir, Butuh Fasilitas Penunjang

Pemain skateboard yang tergabung ke dalam komunitas PASS saat foto bersama di depan kantor DPRD Kota Palopo. Juga tampak saat beraksi, melakukan latihan, Jumat 29 Maret 2013, sore kemarin.

* Palopo Street Skateboarding (PASS)
Kerap Diusir, Butuh Fasilitas Penunjang

Komunitas skateboard di Kota Palopo ini telah sering mengharumkan nama baik Palopo di ajang turnamen skateboard di luar daerah. Namun mereka mengaku, kerap diusir di jalan tempat mereka latihan.

LAPORAN: Abd Rauf

Saat ini, permainan skateboard tentunya tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Meski, permainan ini terbilang mahal. Karena harga papannya sendiri berkisar antara Rp500 ribu – Rp1 juta, tapi tidak menjadi penghalang bagi mereka yang menyukai skateboard.

Papan skate yang dipakai ini memakai empat roda yang mirip dengan sepatu roda. Pemain skateboard ini harus memiliki keseimbangan badan dan harus bernyali.

Pada saat meluncur posisi badan harus dalam keadaan yang benar, yaitu lurus. Kaki kiri diposisikan berada di belakang (tail) skateboard. Sedangkan kaki kanan berada di tengah-tengah. Dan berlaku sebaliknya bagi pemain yang kidal. Ollie, yakni menghentakkan bagian belakang skateboard dengan kaki belakang yang kemudian dibantu dengan menggeser kaki depan ke arah depan.

Cara melakukannya adalah menekan tail dengan kaki kiri, lalu menendangkan kaki kanan ke bagian nose. Untuk mendapatkan lompatan yang lebih tinggi pemain harus menekan bagian tail skateboard yang digunakan. Berlatih teknik Ollie sebenarnya sangat mudah seperti melompati kursi, meja, bahkan batu.

Komunitas skateboard yang sering mangkal di depan Kantor DPRD Kota Palopo ini mengaku telah banyak mengukir prestasi di ajang skateboard yang digelar di daerah. Seperti di Kota Palu, Toraja, dan Makassar.

Namun demikian, di balik prestasi yang diraihnya, mereka masih sering diusir saat latihan karena dianggap mengganggu pengguna jalan. Untuk itulah, mereka meminta untuk diperhatikan keberadaannya oleh pemerintah dan kalangan masyarakat lainnya.

Hal itu diakui salah satu anggota komunitas PASS, Muslimin. Diakuinya, dirinya dan teman-temannya sering diusur saat latihan. Namun dirinya bersyukur, pemerintah saat ini akan membangunkan fasilitas bagi mereka di sekitaran GOR Lagaligo Palopo. "Mudah-mudahan tempat latihan kami yang akan dibangun bisa jadi secepatnya. Sehingga, kami bisa ada tempat latihan yang lebih baik," katanya.

Komunitas di kota Palopo ini telah mengalami perkembangan pesat. Komunitas ini sangat diminati kaum remaja. Namun ini tidak sejalan dengan sarana dan prasarana penunjang.

Komunitas skateboard Palopo ini terbentuk sejak 2005 silam, yang dipelopori Ivan dan Hasrullah, sebagai pelopor terbentuknya komunitas ini. Komunitas PASS terus bertambah anggotanya hingga saat ini diperkirakan mencapai lebih dari 80 anggota. (*)

Rutin Latihan

Untuk lebih mengasah skill bagi para anggota, komunitas PASS ini secara rutin melakukan latihan. Mereka melakukan latihan setiap sore hari.

Salah satu anggota komunitas PASS, Sulthan, mengaku, anggota komunitas ini secara rutin setiap sore hari, mulai pukul 16.00 Wita sampai 18.00 Wita, pihaknya mulai latihan di depan kantor DPRD Kota Palopo. "Kami rutin latihan di sini. Yang aktif kira-kira sekitar 20 orang," katanya.

Dikatakannya, komunitas skateboard ini telah mengikuti event yang diadakan di Kabupaten Toraja dan beberapa kali mendapat undangan dari Komunitas Skateboard luar daerah seperti Makassar dan Palu. "Kita juga sering mendapat medali saat ada event. Namun kami masih terbatas. Kami masih sulit untuk mengalahkan Makassar. Sebab mereka punya sarana yang memadai," ujarnya.

Pada tahun 2011 ini PASS melakukan pergantian pengurus yang kemudian terangkatlah Anto sebagai ketua dan Abu sebagai sekretaris. (*)
read more...

Saturday, March 16, 2013

Beladiri Kempo Kota Palopo Jadi Ajang Menempa Diri

Atlet Kempo Palopo saat foto bersama. Tampak juga atlet kempo saat latihan menghadapi porda.

* Beladiri Kempo Kota Palopo
Jadi Ajang Menempa Diri

Kasih sayang tanpa kekuatan adalah kelemahan. Kekuatan tanpa kasih sayang adalah kezaliman. Doktrin itulah yang menjadi sumber kekuatan yang ditularkan dari Shorinji Kempo.

Laporan : Abd Rauf

Kempo, dalam kehidupan para atlet diajarkan bagaimana menanamkan rasa kasih sayang dalam kehidupannya. Kempo juga menjadi ajang menempa diri, baik secara fisik maupun mental.

Pengrus dan Pelatih Kempo Palopo, Akhmad, mengatakan, tujuan belajar kempo juga bertujuan menjaga kesehatan jasmani dan rohani, serta mempunyai keterampilan dalam membela diri. Sehingga menjadikan orangnya percaya diri dalam menjalani kehidupan.

"Dalam beladiri kempo, mengutamakan menghindar dulu, baru menyerang. Itu berati, tidak ada niat untuk merusak orang lain. Nanti dalam keadaan terpaksa, atau dalam keadaan terdesak, baru melakukan serangan. Sebab teknik kempo sangat berbahaya jika serangan dilakukan," terangnya, Jumat 15 Maret 2013.

Dikatakannya, kempo ini sampai ke Palopo pada tahun 1986 silam. Kemudian berkembang sampai sekarang, dan anggota yang tergabung ke dalam Perkemi ini sudah sangat banyak jumlahnya.

Dijelaskannya, Shorinji Kempo ini, merupakan seni beladiri berasal dari Tiongkok kuno yang diciptakan oleh Bodhidharma (Dharma Taishi atau Tatmo Cowsu). Seorang biksu Buddha untuk diberikan kepada calon bikhsu sebagai pendidikan keagamaan pada Zen Budhisme, pada tahun 550 M, disebarkan sesudah perang dunia ke 2 oleh So Doshin. (*)

Prestasi

Komunitas Kempo Palopo dalam setiap pertandingan, senantiasa merebut medali. Bahkan hampir setiap ajang Porda selalu mendapat medali emas. Namun, baru-baru ini, kempo Palopo hanya berhasil mengukir prestasi gemilang. Atlet Kempo Palopo ini berhasil meraih enam perunggu pada Pekan Olahraga Pelajar antar Daerah (Popda) yang berlangsung mulai 26 – 28 Februari 2013 di GOR Sudiang Makassar.

Pada Popda tersebut, Kempo mempertandingkan 12 nomor. Masing-masing putera dengan kelas 40, 45, 50, 55, 60 dan 65 kg. Sementara puteri kelas 39, 42, 45, 48, 51, dan di atas 51 kg.

Dari seluruh nomor pertandingan, 6 PA dan 6 PI, atlet Kempo Palopo berhasil menyabet empat Perunggu untuk putera, yaitu, Lukas Pakarang (60 kg) dari SMK Palapa, Alvian Hidayat SMK Dewantara (55 kg), Akbar Jafar SMK Palapa (50 kg) dan Harun SMK Palapa (45 kg).

Sedangkan untuk kategori putri, berhasil merebut dua perunggu, yakni Putri (kelas 51 kg) dan Hajera (kelas 45 kg). Sehingga total medali yang berhasil diraih sebanyak enam perunggu.

Dikatakan pembina kempo, Akhmat SE, untuk kedepan, pihaknya mengharapkan Popda ini jaganlah berpikir hanya kegiatan rutinitas belaka. Tapi  hendaknya berpikir untuk prestasi yang harus dicapai para atlit dari Pemkot Palopo. Karena semua itu untuk mengarumkan nama daerah.

"Untuk itu, panitia anggaran eksekutif dan legislatif Palopo hendaknya membackup Dispora dengan dana memadai yang tertuang dalam APBD tahun berjalan. Semoga para penentu kebijakan bisa terketuk hati nuraninya. Sehingga ini bisa menjadi perhatian khusus ke depannya," ujarnya.  (*)
read more...

Sunday, March 10, 2013

Perbasi Kota Palopo: Andalkan Pemain Lokal

* Persatuan Basketball Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Palopo
Andalkan Pemain Lokal

Dalam pertandingan, terkadang club olahraga banyak memanfaatkan pemain asing atau pemain luar yang diambil khusus untuk membela clubnya. Namun, bagi Persatuan Basketball Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Palopo tidak ingin seperti itu. Kenapa demikian?

LAPORAN: Abd Rauf

Komunitas bola basket Palopo, memang dilatih secara rutin untuk menghadapi event bola basket. Sehingga, ketika ada kegiatan itu, maka pemain-pemain yang tergabung ke dalam club bola basket sudah siap bertarung, dengan segala persiapan yang telah ada.

Komunitas bola basket ini juga terus menjaga persaudaraan antar sesama pemain. Sehingga kekompakan antar mereka terjalin bukan hanya di lapangan, tapi juga pada saat di luar lapangan. Dengan demikian, kekompakan itu juga yang membawa mereka mampu memenangkan pertarungan di lapangan.

Ketua Harian Perbasi Kota Palopo, Sunario Yulius mengatakan, dalam even bola basket, Perbasi Kota Palopo tidak pernah mengambil pemain dari luar. Namun demikian, Perbasi dalam setiap event basketball, selalu tampil gemilang tanpa bantuan dari pemain asing.

"Kita lebih andalkan pemain kita sendiri. Kalau club lain selalu mengambil pemain dari Makassar atau daerah lain pada saat ada pertandingan, maka kita di sini tidak demikian. Kita percaya kemampuan anak-anak Palopo," katanya, saat ditemui di Lapangan Basket Lagaligo Kota Palopo, Jumat 8 Maret 2013, kemarin.

Namun demikian, kata dia, pada turnamen bola basket baru-baru ini, Palopo berhasil juara tanpa pemain dari daerah lain yang memperkuat tim. "Turnamen basketball baru-baru ini kita juara tanpa pemain dari luar. Sebab kami memang lebih percaya kepada pemain binaan sendiri," ujarnya. (*)

Prestasi

Selama terbentuknya Perbasi di Kota Palopo, sudah ada beberapa pemain yang berhasil masuk menjadi pemain Pekan Olahraga Nasional (PON). Mereka telah banyak mencetak atlet basket yang bisa dibilang berperstasi.

Hasil dari kegigihan atlet baket Palopo yang berlatih dengan keras, Palopo mampu mewakili Sulsel ke ajang nasional bola basket. Sebelum tahun 2000, ada dua atlet putra dan satu putri yang bertarung di PON. Kemudian pada 2002, satu atlet putri juga berhasil masuk PON.

Ketua Harian Perbasi Kota Palopo, Sunario Yulius mengatakan, selain prestasi di ajang nasional, juga sudah ada beberapa pemain yang tersebar di Indonesia, dan tergabung ke club basket yang cukup profesional.

"Kebanyakan yang tergabung ke dalam komunitas basket ini adalah masih berstatus pelajar. Sehingga kalau sudah tamat SMA, mereka lanjut kuliah di Makassar, dan mereka kebanyakan bergabung pada club basket di Makassar," katanya, didampingi Wasit Perbasi Kota Palopo, Rahman.

Dikatakannya, pihaknya berharap, pemerintah bisa lebih memperhatikan bola basket di kota yang berjuluk idaman ini. Sehingga, ke depannya bisa lebih berkembang lagi. Sebab peminat olahraga basket ini semakin banyak. "Perkembangan bola basket di Palopo ini saya lihat sangat bagus. Hanya perlu perhatian khusus dari pemerintah," ujarnya. (*)
read more...

Sunday, March 03, 2013

Palopo Trail Adventure Community (Patrac); Haus Tantangan

Salah satu tantangan jalur Yg harus dilewati bagi Adventure trail.

* Palopo Trail Adventure Community (Patrac) 
Haus Tantangan

MENANTANG. Demikian ciri khas penggemar motor trail yang tergabung dalam komunitas Palopo Adventure Trail Community (Patrac). Seperti apa mereka?

Laporan: Abd Rauf

Tak jarang, para Patrac mania harus menginap di tengah hutan, pinggir sungai, kebun warga, dan atau menumpang di rumah warga jika perjalanan mendapat gangguan teknis.

Beberapa rute perjalanan yang kerap mereka lalui yaitu jalur Palopo-Luwu-Toraja. Hampir seluruh “jalan tikus” telah mereka libas. Bahkan tak jarang harus membuat jalur baru jika jalur sebelumnya telah tertutup longsoran tanah.

Bahkan, mereka sering memilih menghabiskan akhir pekan di tengah hutan belantara dengan tunggangan mereka masing-masing.

“Ada tantangan tersendiri bagi kami saat melintas di tengah hutan belantara. Lebih seru lagi, jika perjalanan dibarengi dengan guyuran hujan deras,” kata Ketua Patrac, Haris Abdullah atau yang akrab disapah Eghytiwa, saat dikonfirmasi tentang komunitas trail yang mulai menjamur di Kota Palopo sejak 5 tahun lalu.

Hal senada diungkapkan Lipu dan Omo. Kedua punggawa Patrac tersebut menyatakan merasa tenang ketika berada di tengah hutan dan puncak gunung bersama motor trail mereka. “Ada kedamaian tersendiri berada di tengah hutan,” ujar Lipu.

Berawal, 5 tahun lalu, tepatnya pada 17 Februari 2008 silam, beberapa penggemar trail mencoba melewati beberapa rute ekstrim dengan menggunakan kendaraan trail dengan tujuan melihat sudut lain daerah yang ada di Luwu Raya ini. Dari situlah, menjadi cikal bakal terbentuknya komunitas Patrac ini. Kemudian, komunitas ini terus berkembang, hingga saat ini jumlah anggota telah mencapai 89 tracker. (*)

Sosialis dan Aktif Ikuti Even Luar Daerah

Komunitas yang mempunyai motto Semua Karena Kesenangan, Kebersamaan dan Kemanusian ini, telah melaksanakan beberapa kegiatan yang menghadirkan ratusan tracker-tracker dari luar daerah. Even itu juga yang menjadi program tahunan komunitas yang satu ini.

Kegiatan ini di awali pada Palopo Toraja  Adventure (PTA) I Tahun 2010 yang dihadiri ratusan tracker dari luar daerah. Dan selanjutnya PTA II tahun 2011, dan PTA III pada Desember 2012 lalu. Kemudian, pada tahun yang sama, juga beberapa rekan-rekan dari Pulau Jawa yang tergabung dalam Enduro Total Indonesia turut menjajal ekstreemnya jalur-jalur anak-anak Patrac.

Ketua Patrac, Haris Abdullah alias Eghy, mengatakan, selain melaksanakan beberapa kegiatan, para punggawa Patrac juga selalu mengikuti beberapa kegiatan di luar daerah. Bahkan sampai di luar provinsi, seperti kegiatan Peneolo Sulawesi Tengah, kegiatan adventure di provinsi Bali, Balikpapan, dan juga Pulau Sumatra.

"Selain itu, Patrac juga selalu siap untuk melakukan kegiatan kemanusiaan seperti menyuplai bahan kebutuhan pokok di beberapa daerah yang terisolir akibat bencana alam. Khususnya yang terjadi di Luwu Raya. Seperti kejadian banjir bandang di Kabupaten Luwu, dan longsor yang terjadi di Kota Palopo beberapa tahun lalu," katanya.

Para anggotanya berasal dari berbagai kalangan. Di antaranya dari pengusaha, kepolisian, pejabat pemerintahan, dan anggota DPRD Kota Palopo serta Kabupaten Luwu.

"Satu hal yang pasti, waktu adalah perjalanan, satu tekad untuk menyalurkan hobby karena sebuah kenangan, di setiap moment di setiap track, kita senantiasa selalu berbagi suka dan duka karena sebuah kebersamaan, dan harapan dengan tujuan yang positif senantiasa memberikan makna tersendiri yang didasarkan atas nilai-nilai kemanusiaan," tandasnya," ujarnya. (*)
read more...

Sunday, February 17, 2013

Komunitas Utilities Riders Community Plus (URC+) Luwu Timur Komitmen; Sopan dan Taat Aturan Berkendara

Tampak para anggota URC+ Sorowako Luwu Timur.

* Komunitas Utilities Riders Community Plus (URC+) Luwu Timur
Komitmen Sopan dan Taat Aturan Berkendara

SOPAN dan taat aturan di jalan raya merupakan hal yang terkadang diabaikan pengendara. Namun, bagi komunitas motor yang satu ini, mereka sangat mengutamakan dan menjunjung tinggi budaya sopan serta taat aturan berkendara.

Laporan: Abd Rauf

Membudayakan sopan dan taat aturan, menjadi komitmen di komunitas anak-anak motor yang tergabung ke dalam komunitas yang menamakan dirinya Utilities Riders Community Plus (URC+) yang berada di Sorowako, Luwu Timur.

Ketua URC+ yang baru terpilih, Relly, mengatakan, seluruh anggota yang tergabung dalam komunitasnya itu, tidak ingin seperti komunitas motor yang kebanyakan. "Kami telah komitmen tidak ingin menganggu pengguna jalan saat kita di jalan raya. Kita harus menghormati mereka para pengguna jalan. Sebab untuk dihormati, kita harus terlebih dahulu menghormati orang lain," katanya, Jumat 15 Februari 2013 kemarin.

Dengan sopan dan taat aturan berkendara itu, kata dia, pihaknya berharap dapat menekan angka kecelakaan di jalan raya. "Kita punya semboyang, dengan berkendara yang taat aturan dan sopan, kecelakaan roda dua di jalan raya bisa berkurang," ujar Relly.

Wakil Ketua URC+, Joko Mulianto, menambahkan, komunitas ini merupakan salah satu bentuk penyaluran hobby, untuk mengisi waktu luang. "URC+ ini juga adalah salah satu komunitas pengendara bermotor yang telah eksis sejak 2010 silam. Dan sampai sekarang, telah beranggotakan 60 riders," katanya.

Joko berharap, seemoga URC+ ini bisa tetap eksis, serta dapat memberikan kontribusi positif kepada masyarakat umum, daan sesama komunitas lainnya. "Juga turut serta dalam membantu program kerja jajaran kepolisian Luwu Timur. Dan URC+ juga selalu menerapkan dan memberikan contoh serta himbauan terhadap penguna kendaraan roda dua, dimulai dari kerabat, rekan kerja, dan sesama riders lainnya," ujarnya. (*)

Aktif Dikegiatan Sosial

Selain penyaluran hobby, komunitas yang menamakan diri Utilities Riders Community Plus (URC+) yang berlokasi di Sorowako, Luwu Timur itu, senantiasa aktif dalam kegiatan sosial kemasyaratakan. Seperti berkunjung ke panti asuhan, turut serta dalam membantu korban bencana, dan melakukan kegiatan mengenai safty driving.

Seperti yang diungkapkan Wakil Ketua URC+, Joko Mulianto. Dikatakannya, selain berkomitmen untuk sopan dan taat aturan dalam berkendara, juga telah banyak melalukan kegiatan sosial. Seperti safty driving, memberikan bantuan kepada korban bencana kebakaran, serta mengunjungi beberapa panti asuhan.

"Kami juga ingin memperlihatkan, kalau club motor juga peduli dan berjiwa sosial. Kami juga akan terus membantu siapa saja yang membutuhkan bantuan kami," turturnya.

Baru-baru ini, kata dia, URC+ telah melakukan musyawarah besar (mubes). Itu dilakukan untuk mempertahankan eksitensinya, telah melaksanakan mubes kedua, dengan periode kepengurusan 2013-2015. "Dalam mubes tersebut, dilakukan pergantian kepengurusan sesuai yang tertera dalam Angaran Dasar & Angaran Rumah Tangga (AD/ART). Pada Mubes kedua ini, memilih Relly sebagai ketua dan Joko Mulianto sebagai wakil ketua," katanya. (*)

read more...

Sunday, February 10, 2013

Shio Ular Air, Tahun Hati-hati



* Peringatan Tahun Baru Imlek 2564

Berdasarkan penanggalan imlek, Sabtu 9 Februari 2013 masehi, tepatnya pukul 23.00 Wita malam nanti, akan terjadi pergantian tahun. Dari tahun 2563 menjadi 2564. Setiap tahun dikenal yang namanya shio. Tahun ini memiliki shio naga air, dan akan berganti tahun dengan shio ular air malam nanti. Seperti apa arti shio ular di kalangan umat Buddha atau kepercayaan China keturunan?

Laporan: Abd Rauf

Menurut Ketua Yayasan Budhi Bakti Palopo, Benny Wijaya, memaknai tahun yang sebentar lagi akan berganti ini sebagai tahun hati-hati. Umat manusia diharapkan memperbanyak ibadah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Sebab tahun besok memilik shio ular air, atau yang dikenal tahun ular.

"Makna dari tahun ular ini adalah kita harus berhati-hati dalam bertindak dan bertingkah laku. Perbanyak ibadah dan mengingat kepada Tuhan," katanya, saat ditemui Palopo Pos, Jumat 8 Februari 2013.

Shio ular air tahun besok dan shio naga air tahun ini, menurut Benny, maknanya hampir sama. "Tahun lalu Jakarta banjir sebelum masuk pergantian tahun. Tahun ini juga Jakarta Banjir baru-baru ini menjelang pergantian tahun," katanya.

Tahun baru Imlek jatuh bertepatan dengan tanggal 10 Februari 2013 penanggalan masehi ini akan diperingati dengan cukup sederhana. Keluarga umat Budha dan keturunan Cina di Palopo ini, memperingati tahun baru imlek ini dengan ibadahan saja di Vihara.

"Kita tidak memperingati dengan meriah dan pertunjukan barongsai. Kita hanya ibadah menyambut tahun baru imlek. Dua pekan kemudian, hanya akan ada kegiatan donor darah," kata Benny.

Lalu bagaimana hubungannya antara bisnis dengan tahun ular ini? Persoalan bisnis, kata Benny, itu adalah persoalan rejeki dari setiap orang. "Saya juga kurang paham dengan hubungannya dengan bisnis. Tapi menurut saya, itu persoalan rejeki kita masing-masing," ujarnya.

Untuk diketahui, penanggalan Imlek ini pertama kali dimulai pada 2637 SM, pada masa pemerintahan Kaisar Oet Tee atau Huang Ti (2698 - 2598 SM). Imlek ini merupakan penanggalan yang berdasarkan perhitungan bulan (lunar) yang berasal dari dialek Hokkian Selatan. Sehingga dapat dikatakan tahun baru Imlek berarti tahun baru menurut penanggalan bulan.

Makna dari tahun baru Imlek ini juga dapat dilihat dari setiap ucapan selamat tahun baru seperti guo nian hao (selamat menjalani tahun baru), gon he xin xi (hormat bahagia menyambut tahun baru), gong xi fa cai (hormat bahagai berlimpah rezeki). (*/sms)

* Harian Pagi Palopo Pos, Edisi Sabtu 9 Februari 2013
visit: http://www.palopopos.co.id/?vi=detail&nid=60430

read more...

Komunitas Taekwondo SMANET Kota Palopo;Seni Bela Diri tuk Kemanusiaan

* Komunitas Taekwondo SMANET Kota Palopo
Seni Bela Diri tuk Kemanusiaan

Taekwondo merupakan olahraga bela diri asal Korea yang juga populer di Indonesia, yang juga menjadi olahraga nasional Korea. Olahraga ini termasuk seni bela diri yang paling banyak dimainkan di dunia dan juga dipertandingkan di Olimpiade.

Seni bela diri yang menekankan tendangan ini diperuntukkan bukan untuk kejahatan. Tapi membela yang baik dan benar demi kemanusiaan. Seperti komunitas seni bela diri Taekwondo ranting SMA 3 (SMANET) Kota Palopo.

Komunitas bela diri ini telah memiliki sekitar 60 anggota yang aktif. Mereka setiap tiga hari dalam seminggu melakukan latihan di lahan kosong bagian belakang gedung SMANET, yang memang diperuntukkan untuk latihan. "Untuk anggota yang aktif, ada lebih dari 60 orang untuk ranting SMANET ini. Namun ini kami biasanya bergabung dengan ranting lainnya saat latihan," kata pelatih Taekwondo SMANET, Jimmy, Jumat 9 Februari 2013 kemarin.

Untuk sekedar diketahui, nama taekwondo ini berasal dari bahasa Korea, yakni tae, yang berarti "menendang atau menghancurkan dengan kaki". Kwon berarti "tinju", dan do, berarti "jalan" atau "seni". Jadi, taekwondo dapat diterjemahkan dengan bahasa bebas, yakni "seni tangan dan kaki" atau "jalan" atau "cara kaki dan kepalan".

Popularitas taekwondo telah menyebabkan seni ini berkembang dalam berbagai bentuk. Seperti banyak seni bela diri lainnya, taekwondo adalah gabungan dari teknik perkelahian, bela diri, olahraga, olah tubuh, hiburan, dan filsafat. (*)

Latihan Bersama

PALOPO--- Olahraga seni bela diri yang menekankan tendangan ini melakukan latihan secara rutin tiga kali dalam sepekan. Yakni Jumat, Minggu, dan Rabu. Latihan ini biasanya dilakukan bersama dengan beberapa komunitas taekwondo di beberapa ranting.
Seperti taekwondo STAIN Palopo, SMKN 3 Palopo, dan SMANET sendiri. Kebersamaan ini membuat mereka makin akrab antara satu dengan yang lainnya.

Pelatih Taekwondo SMANET dan SMAN 3 Palopo, Jimmy mengatakan, pihaknya secara rutin tiga kali dalam sepekan. "Namun khusus untuk hari Minggu, hanya sabuk kuning ke atas yang ikut. Sabuk putih belum diikutkan. Karena dikhususkan untuk latihan spooring," katanya, saat ditemui di tempat latihannya, Jumat 9 Februari 2013 kemarin.

Dikataknnya juga, untuk naik kelas atau ganti sabuk, anggotanya harus menjalani tes yang cukup berat. "Setiap tiga bulan, dilakukan ujian bagi peserta untuk ganti sabuk. Besok (hari ini, red) kami akan lakukan ujian ganti sabuk di gedung kesenian Kota Palopo," kata Jimmy.

Bela diri ini, kata dia, lebih menekankan tendangan. Namun tetap juga memperhatikan yang lainnya. Misalnya, dalam suatu pertandingan, tendangan berputar, 45 derajat, depan, kapak dan samping adalah yang paling banyak dipergunakan. Tendangan yang dilakukan mencakup tendangan melompat, berputar, skip dan menjatuhkan, seringkali dalam bentuk kombinasi beberapa tendangan.

"Latihan taekwondo juga mencakup suatu sistem yang menyeluruh dari pukulan dan pertahanan dengan tangan. Tetapi pada umumnya tidak menekankan grappling atau pergulatan," katanya. (*)
read more...

Sunday, January 27, 2013

Palopo Cycling Community (PCC), Bersepeda tuk Sehat

Sedang touring pada suatu kesempatan.
* Palopo Cycling Community (PCC)

Bersepeda tuk Sehat

Bersepeda, selain membantu mengurangi polusi udara dan pemanasan global, bersepeda juga sudah pasti membuat orang sehat jika dilakukan secara teratur. Bagi yang gemar bersepeda, ada baiknya bergabung ke komunitas yang memang hoby bersepeda saat ada waktu yang lowong. Di Kota Palopo, ada komunitas sepeda yang menamakan diri sebagai Palopo Cycling Community (PCC). Seperti apa mereka?

Laporan: Abd Rauf

PCC, merupakan perkumpulan orang yang gemar bersepeda. Anggotanya dari berbagai kalangan. Mulai dari pegawai swasta, PNS, pengusaha, dan masyarakat umum yang memang senang bersepeda.

Komunitas ini mengambil tanggal ulangtahunnya sesuai dengan hari lahirnya Kota Palopo, yakni 2 Juli. Komunitas ini lahir tahun 2011 silam. PCC ini juga berasal dari Kalindoro, kemudian berubah nama menjadi Palopo Cycling Community.

Tumakaka PCC, Salahuddin Abadi, menceritakan, komunitas yang satu ini pada mulanya dicetuskan sekitar enam orang. Kemudian makin bertambah, dan sampai sekarang sudah hampir ratusan anggota. "Pada mulanya, saat kami bersepeda, dan bertemu dengan orang yang bersepeda di jalan, kami langsung mengajak mereka bergabung ke dalam komunitas ini. Begitu yang kami lakukan, dan lama kemudian anggota makin bertambah," katanya, Jumat 25 Januari 2013.

Salahuddin mengatakan, komunitas ini hadir untuk menjadi wadah komunikasi dan berkumpulnya para pecinta sepeda. Selain memang untuk bersepeda untuk sehat, ada perasaan segar saat bersepeda. "Kalau kami bersepeda memang ada perasaan segar saat berkeliling naik sepeda. Apalagi kota ini, hanya butuh beberapa menit sampai ke pantai, dan menghitung menit sampai lagi ke gunung atau bukit. Kota seperti ini sangat jarang ditemui di daerah lain," katanya.

Komunitas yang diketuai AM Junaidi ini, juga mempunyai jadwal bersepeda dua kali dalam seminggu, Kamis sore dan Minggu pagi. "Kalau kamis sore, biasanya bersepeda hanya keliling kota saja. Tapi kalau Minggu pagi, biasanya kami tour sampai ke Toraja dan daerah lainnya. Sesuai kesepakatan teman-teman," ujar Salahuddin. (*)

Selalu Buat Program Sosial

Salah satu kelebihan dari Palopo Cycling Community (PCC), adalah sangat berjiwa sosial. Mereka bukan hanya mementingkan tour dan ngumpul semata. Namun senantiasa melakukan bakti sosial dan program lainnya yang berbau sosial dan pendidikan.

Salahuddin Abadi mengatakan, pihaknya juga sering menggelar kegiatan di beberapa daerah. Seperti baksos dan lomba-lomba yang melibatkan masyarakat umum. "Salah satunya berbagi dengan orang yang kurang mampu, dan kegiatan yang berbau pendidikan di beberapa daerah. Seperti nonton bareng film pendidikan dan beberapa lomba lainnya," ujarnya.

Selain itu, komunitas yang satu ini juga sudah tiga kali menggelar kegiatan yang berskala Sulsel. Seperti cross country pada 2011 dan 2012 lalu. "Selain itu juga, kami ingin menjadi komunitas yang bukan hanya berguna bagi sesama anggota saja. Namun juga tetap bisa berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan," katanya.

Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Palopo ini juga mengatakan, dirinya berharap, perkumpulan ini juga bisa bermanfaat bagi sesama manusia. Sehingga bukan hanya penyaluran hoby semata, namun juga bagaimana berbuat dan memberikan sumbangsih kepada sesama. (*)
read more...

Sunday, January 20, 2013

Komunitas Alumni '85 SMAN 1 Palopo; Siap Kawal Pilkada Damai

Tampak para Alumni 1885 SMAN 1 Palopo
* Komunitas Alumni '85 SMAN 1 Palopo
Siap Kawal Pilkada Damai

PALOPO---Alumni '85 SMAN 1 Kota Palopo telah menyatakan diri siap mengawal terwujudnya Pilkada damai di Kota Palopo ini. Hal itu terungkap saat pertemuan para alumni di kediaman pribadi H Nasaruddin, di BTN Merdeka B/4 Kota Palopo, Minggu 6 Januari 2013, beberapa waktu lalu.

Pengurus ikatan alumni '85 SMAN 1 Palopo, Gibion Lomo, mengatakan, demi berlangsungnya Pilkada damai, pihaknya siap mengawal berlangsungnya proses Pilkada ini. Mengingat, Pilgub Sulsel dan Pilwalkot Palopo sudah menghitung hari. Sehingga, sangat diperlukan komitmen semua pihak untuk secara bersama-sama mengawal proses Pilkada yang sedang berlangsung ini.

"Kami telah menyatakan komitmen itu untuk secara bersama-sama mewujudkan dan mengawal Pilkada ini. Dengan komitmen ini, kami berharap, agar seluruh proses Pilkada ini bisa berjalan dengan lancar dan aman," ujarnya, Jumat 18 Januari 2013.

Bung Gibb, sapaan akrab Gibion, mengatakan, alumni '85 juga telah komitmen netral di Pilkada kali ini. Mengingat kebanyakan dari mereka yang mencalonkan adalah alumni SMA 158. "Kami sebagai alumni, berharap, seluruh proses dalam Pilkada ini tidak ada penyimpangan-penyimpangan yang bisa berdampak pada pemicu konflik," tandasnya.

Dikatakannya, dirinya juga akan mengajak semua tim untuk tidak berbuat hal-hal yang dapat menyinggung kandidat lain. "Kami hanya berharap, agar semua komitmen menjaga agar kondisi Palopo ini tetap kondusif. Karena bagaimana pun juga, jika ada chaos, maka akan berdampak pada semua lini kehidupan," tutur Bung Gibb. (*)

Perbanyak Silaturahmi

Komunitas perkumpulan alumni ini juga senantiasa menjaga persaudaraan antar sesama alumni. Mereka senantiasa memperbanyak saling mengunjungi ke rumah masing-masing saat ada waktu luang. Meski mereka sudah banyak berkiprah di berbagai instansi, dan mereka sibuk dengan berbagai macam urusan, mereka tetap menyempatkan diri berkumpul untuk mempererat tali persaudaraan.

Seperti yang diungkapkan Gibion Lomo, kalau komunitas ini selalu meluangkan waktu di waktu senggan untuk berkumpul berbagi cerita antar sesama alumni. Baik itu bernostalgia masa SMA, maupun menceritakan pengalaman-pengalaman pribadi masing-masing. "Kami selalu solid dan suka berbagi cerita dan pengalaman dan pengetahuan dengan cara diskusi dan cerita-cerita lepas," katanya, Jumat 18 Januari 2013.

Dikatakannya, memperbanyak silaturahmi sangat diperlukan dalam menjaga agar hubungan tidak terputus, dan persaudaraan tetap awet. Selain itu, silaturahmi juga membuka peluang dan wawasan dalam berfikir. "Kita juga sering saling membantu jika ada saudara kita yang membutuhkan," ujar Bung Gibb, sapaan akrab Gibion.

Bung Gibb juga mengatakan, alumni '85 ini juga bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi daerah, dan masyarakat banyak. "Kami ingin memberikan kontribusi yang positif terhadap perkembangan daerah ini. Untuk itu, setiap alumni pasti berusaha untuk memberikan kado yang terbaik kepada kota ini," ujarnya. (*)

read more...

Sunday, December 30, 2012

PKBGT; Dorong Kaum Bapa Rajin Beribadat

* Komunitas Persatuan Kaum Bapa Gereja Toraja (PKBGT) 
Dorong Kaum Bapa Rajin Beribadat

Kaum laki-laki sering tidak rajin melakukan ibadah. Untuk itulah, Persatuan Kaum Bapa Gereja Toraja (PKBGT) ini hadir. Komunitas ini hadir untuk menjadi daya pikat tersendiri dalam beribadat, untuk datang ke gereja. Lalu seperti apa komunitas ini?

Laporan: Abd Rauf

Komunitas PKBGT Jemaat Imanuel Klasis Palopo ini lahir pada 28 Desember 2005 silam. Komunitas ini dilatar belakangi kurangnya kaum laki-laki ikut dalam setiap ibadat di gereja. Sehingga, sebagian dari kaum bapa berinisiatif untuk membentuk persatuan bapa. Itu dimaksudkan agar kaum laki-laki aktif ikut dalam setiap ibadat.

Hal itu dikatakan Ketua PKBGT Jemaat Imanuel Klasis Palopo, Pdt Alex Sambenga SH MH. Dikatakannya, PKBGT ini lahir ratusan tahun setelah Persatuan Kaum Wanita Gereja Toraja (PKWGT). Itu dikarenakan dulunya, kaum bapa dipercaya hanya sebagai jemaat utama. Sehingga tidak usah membentuk persatuan.

"Namun karena belakangan, kaum bapa malas ikut ibadat. Biasanya dengan banyak alasan, karena sibuk, capek dari pulang kerja, atau karena alasan lainnya. Sehingga, kaum bapa hanya menyuruh istri adan anaknya ke gereja. Mereka hanya tinggal tidur atau pergi ke tempat lain," katanya, Jumat 28 Desember 2012.

Alex menambahkan, dari kondisi seperti itulah, maka PKBGT ini dibentuk. Dimaksudkan agar mendorong kaum bapa ikut beribadat. "Sehingga, setelah terbentuknya komunitas ini, kaum bapa yang ikut beribadat, semakin banyak," katanya.

Dia menambahkan, pada mulanya kaum yang aktif pada paduan suara, kemudian mereka membentuk komunitas ini. "Hari ini kami memperingati HUT PKBGT yang ke-7. Semoga ini dapat bermanfaat," katanya. (*)

Aktif Paduan Suara

Persatuan Kaum Bapa Gereja Toraja (PKBGT) Jemaat Imanuel Klasis Palopo ini bukan hanya sekedar komunitas. Komunitas ini juga aktif ikut dalam paduan suara pada setiap kegiatan keagamaan. Seperti syukuran, Natal, dan berbagai acara kerohanian.

Ketua PKBGT Jemaat Imanuel Klasis Palopo, Pdt Alex Sambenga SH MH, mengatakan, komunitas ini sangat aktif dalam kegiatan keagamaan. Terkhusus paduan suara. "Kami selalu aktif paduan suara saat ada ibadatan," katanya.

Selain itu, kata dia, komunitas ini juga sering melakukan kegiatan sosial. Seperti berdah rumah, donor darah, dan Porseni. "Porseni ini dimaksudkan agar bisa menampung bakat para anggota nantinya dalam soal olahraga," ujar Alex.

Alex menambahkan, ke depannya, pihaknya berencana untuk terus meningkatkan kegiatan sosial ini. Sebab hal ini menjadi penting untuk berbuat demi umat. "Kami berharap, kehadiran komunitas ini juga, dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat umum," ujarnya. (*)
read more...